Beranda Kelainan Mata Apakah Pterigium Berbahaya? Ada 2 Cara Mengatasinya

Apakah Pterigium Berbahaya? Ada 2 Cara Mengatasinya

68
0
BERBAGI

Banyak yang resah dan khawatir, ketika dirinya atau keluarga didiagnosa oleh dokter menderita penyakit mata Pterigium.
Pertanyaan yang muncul di dalam benak, pastinya “Apakah penyakit ini berbahaya?”

Sebenarnya, setiap keluhan dan permasalahan pada mata adalah suatu hal yang harus segera ditangani dan diberikan tindakan yang sesuai dan tepat.
Untuk menjawab rasa penasaran Sahabat Dokter Mata, Dokter Spesialis Mata dr. Irma Suryani, SpM menjelaskan bahwa Pterigium ini sendiri termasuk penyakit mata yang tidak berbahaya atau jinak.

Selain itu, Pterigium dijelaskannya jarang menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, Pterigium pada umumnya terjadi tanpa keluhan, dan hanya menimbulkan:
– Gejala iritasi
– Mata Merah
– Penglihatan kabur
– dan, rasa mengganjal pada mata

Lalu, apa penyebabnya?
Menurut dr. Irma, belum diketahui secara pasti munculnya penyakit mata satu ini. Hanya saja, Pterigium ini sering terjadi pada pasien yang kerap melakukan aktivitas di luar ruangan.

Berbagai hal di luar ruangan, seperti:
– Paparan sinar matahari
– Asap
– Debu
– Angin
– Hingga mata kering

Terbilang sebagai factor yang menyebabkan Pterigium.

Kapankah Pterigium butuh dilakukan tindakan?

Pada dasarnya, dr. Irma menyebutkan, terdapat 4 stadium pada Pterigium ini sendiri.

Stadium 1 atau 2
Pada stadium ini, kondisi selaput pada bola mata terbilang masih tipis

Stadium 3 atau 4 ?
Sedangkan pada stadium ini, pasien sudah memiliki kondisi selaput yang sudah melebar hingga ke pupil mata.

Cara Menyembuhkan Pterigium

Untuk menangani pasien atau penderita di stadium 4, maka harus ada tindakan operasi atau pembedahan. dr. Irma Suryani, SpM menyebut, ada 2 cara sebagai berikut:

Bare Sclera
Secara garis besar, cara pembedahan ini bertyujuan mengambl selaput pada bola mata dan membiarkan sclera pada mata dikosongkan.
Graft
Sedangkan untuk operasi dengan teknik graft, selaput mata pada bola mata diambil dan kemudian sclera digantikan. Yakni, dengan diambilkan atau graft dari konjungtiva bagian atas yang kemudian ditempatkan pada sclera yang kosong.
Namun, meski sudah dilakukan pembedahan, ada risiko kambuhnya Pterigium ini sendiri. Yakni, dengan 3 kemungkinan ini:

Pterigium akan berisiko kambuh, bila operasi atau pembedahan dilakukan pada usia dibawah 40 tahun.
Bila melakukan pembedahan dengan teknik bare sclera, maka Pterigium lebih berisiko untuk kambuh.
Bila terkena paparan sinar matahari dengan sering, maka bisa menyebabkan Pterigium kambuh.
Karena itu, mulai sekarang mulai jaga diri atau keluarga Anda agar terhindardari Pterigium, Bagaimanapun, mencegah lebih baik dari mengobati ya Sahabat KMU.

#operasikatarak #katarak #KlinikmataKMU #BPJSKesehatan #BPJS #klinikmata #dokter #doktermata #eyeclinic #eyecenter #katarak #katarakcenter #beyondophthalmologist #gresik #lamongan #tuban #bojonegoro #bangkalan #sidoarjo #Kesehatanmata #klinikmata #tipsmatasehat #TipsKMU #jagajarakpandang #doktermata #SpM #doktermataindonesia #hipermetropi #Pterigium #kelainanrefraksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here