Saat menggerakkan mata, di bidang penglihatan Anda mungkin saja muncul bintik-bintik, benang seperti laba-laba atau bayangan yang melayang. Dalam khazanah medis, kondisi seperti itu diistilahkan sebagai Floaters. Berbahayakah? Apa penyebabnya? Apakah kita perlu melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata untuk hal tersebut?
Daftar Isi
ToggleApakah Kondisi Ini Wajar?
Floaters sebenarnya adalah gumpalan kecil sel atau jel di dalam Vitreous, zat seperti jel yang jernih yang mengisi bagian dalam mata kita. Ketika cahaya melewati mata kita, gumpalan tersebut menimbulkan bayangan hitam pada Retina, yang akhirnya menyebabkan fenomena visual yang dikenal sebagai Floaters.
Menurut dr. Rina Wulandari, Sp.M, dari Klinik Mata KMU Gresik, Jawa Timur, penyebab bayangan hitam berjalan pada mata itu banyak sekali terutama berasal pada area belakang dari bola mata. “Maka, untuk memastikannya secara jelas harus diperiksa oleh spesialis mata terlebih dahulu,” simpulnya.
Pada dasarnya, kondisi ini lazim terjadi seiring bertambahnya usia dan seringkali tidak berbahaya. Namun, peningkatan mendadak dalam jumlah Floaters, terutama jika disertai kilatan cahaya atau kehilangan penglihatan di bagian pinggir, dapat menunjukkan kondisi yang lebih serius, seperti lepasnya Retina, yang tentu saja harus segera diperiksa oleh dokter spesialis mata.
Meskipun secara umum tidak membahayakan, peningkatan jumlah Floaters secara tiba-tiba, terutama jika disertai kilatan cahaya atau kehilangan penglihatan tepi, bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius seperti lepasnya Retina, yang harus segera mendapatkan penanganan oleh dokter mata.

Apa Penyebab Floaters pada Mata
Seperti diungkap di muka, salah satu penyebabnya adalah perubahan mata terkait usia. Seiring bertambahnya usia, Vitreous mengalami perubahan. Ia menjadi cair dan menyusut, sebuah proses yang menyebabkan Vitreous menarik diri dari permukaan bagian dalam bola mata.
Saat Vitreous ini mengalami perubahan, serat kolagen di dalamnya kemudian membentuk gumpalan dan untaian. Potongan-potongan yang tersebar ini menghalangi sebagian cahaya yang melewati mata kita. Dan Ini menimbulkan bayangan kecil di Retina kita.
Selain karena faktor penuaan, Floaters juga dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi sebagai berikut.
1) Peradangan di bagian belakang mata
Uveitis adalah peradangan pada lapisan tengah jaringan di dinding mata (Uvea). Munculnya Uveitis posterior mempengaruhi bagian belakang mata, yang mencakup Retina dan lapisan mata yang disebut Koroid. Nah, peradangan ini menyebabkan Floaters di dalam Vitreous. Penyebab Uveitis posterior antara lain adalah infeksi, gangguan autoimun, dan penyakit inflamasi.
2) Perdarahan di mata
Perdarahan ke dalam Vitreous dapat memiliki banyak sebab, termasuk robekan dan pelepasan Retina, Diabetes, Hipertensi, pembuluh darah yang tersumbat, dan cedera.
3) Retina robek
Retina robek dapat terjadi ketika Vitreous yang menyusut menarik Retina dan menyebabkan terjadinya perobekan. Saat Retina robek, bisa terjadi perdarahan di dalam mata, dan darah atau sel-sel lain dapat masuk ke dalam Vitreous dan membentuk bayangan pada Retina.
4) Operasi mata dan obat mata
Obat-obatan tertentu yang disuntikkan ke dalam Vitreous dapat menyebabkan terbentuknya gelembung udara. Dan gelembung ini terlihat sebagai bayangan. Minyak silikon yang diinjeksikan selama operasi tertentu pada Vitreous dan Retina juga dapat terlihat sebagai bayangan.
5) Diabetes
Penyakit Kencing Manis atau Diabetes dapat mempengaruhi munculnya Floaters. Retinopati Diabetik, yang merupakan komplikasi umum dari Diabetes, dapat menjadi penyebabnya. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah yang tinggi merusak pembuluh darah di Retina, yang mendorong terjadinya perdarahan atau kebocoran ke dalam Vitreous, yang akhirnya menimbulkan Floaters. Selain itu, Retinopati Diabetik juga dapat menyebabkan gangguan visual lainnya seperti penglihatan kabur, bintik gelap, atau bahkan kehilangan penglihatan.

Baca juga:
Punya Kornea Tipis? Ini Solusinya untuk Bebas Kacamata
Operasi Katarak
Penyebab Muncul Kotoran Mata dan 5 Solusinya
Kapan Harus ke Dokter?
Kendati umum terjadi dan merupakan bagian alamiah dari proses penuaan, terdapat beberapa kondisi di mana munculnya Floaters perlu mendapat perhatian lebih serius. Anda sebaiknya melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan jika mengalami kondisi-kondisi terkait hal-hal sebagai berikut:
- Floaters yang dibarengi dengan kilatan cahaya. Kilatan ini bisa terlihat seperti kilatan lampu kamera. Kondisi ini mungkin merupakan pertanda lepasnya Retina.
- Mengalami peningkatan jumlah Floaters selama atau setelah infeksi mata atau cedera mata.
- Kehilangan penglihatan tepi setelah munculnya Floaters.
- Terjadi peningkatan Floaters secara tiba-tiba.
- Penglihatan terganggu karena munculnya sesuatu seperti tirai abu-abu atau bayangan hitam.
Sepanjang tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda bisa saja membiarkannya. Seiring perjalanan waktu, Floaters tersebut mungkin akan semakin berkurang dan bahkan hilang dengan sendirinya. Meski demikian, tak ada salahnya jika menginformasikan ke dokter mata Anda sehingga dokter dapat memberikan rekomendasi terbaik terhadap apa yang Anda alami.
Baca juga:
Minuman Herbal Sembuhkan Mata Minus, Benarkah Itu?
LASIK
Jeruk Nipis Dapat Obati Mata Kabur, Benarkah?
Pengobatan Floaters Mata
Jika kondisi yang Anda alami sampai mengganggu penglihatan Anda dan berpengaruh kepada aktivitas sehari-hari, maka tindakan medis lebih jauh mungkin diperlukan. Dalam hal ini, ada dua jenis pengobatan yang bisa dilakukan.
- Vitrektomi
Vitrektomi adalah operasi untuk menghilangkan Floaters yang melibatkan tindakan sayatan kecil di mata. Melalui sayatan ini, sebagian atau seluruh Vitreous diangkat. Vitreous yang diangkat tersebut kemudian digantikan dengan larutan tertentu. Meski demikian, prosedur ini mungkin tidak menghilangkan semua Floaters pada mata. Selain itu, metode ini juga memiliki risiko seperti perdarahan, Katarak, dan robeknya Retina.
- Vitreolysis
Vitreolysis memanfaatkan cahaya laser untuk mengatasi Floaters pada mata. Selama Vitreolysis, sinar laser diarahkan pada Vitreous melalui lensa khusus untuk menargetkan dan memecahkan Floaters. Proses ini dapat membuatnya menjadi lebih kecil atau menghilangkannya sama sekali.
Untuk menentukan metode pengobatan yang tepat perlu Anda perlu melakukan konsultasi dokter mata. Dengan penanganan yang tepat keluhan Anda akan segera teratasi dengan baik.
Sumber: dr. Rina Wulandari, Sp.M



