Halo pasien dokter mata, apakah kalian mengetahui jenis lensa kontak? Mungkin sebagian dari pengguna lensa kontak hanya mengira lensa kontak hanya terdiri dari satu jenis yaitu softlens. Secara umum memang lensa kontak berjenis softlens ini banyak komersialkan dipasaran.
Pada saat ini banyak anak muda yang menggunakan softlens sebagai kebutuhan fashion karena ada beberapa orang yang tidak percaya diri ketika menggunakan kacamata atau dituntut secara profesional untuk tidak berkacamata dalam bidang tertentu. Perlu diketahui lensa kontak bukan hanya terdiri dari softlens saja namun ada beberapa jenis lain juga.
Nah, pada kesempatan saat ini dokter mata akan mengulas mengenai jenis lensa kontak beserta dengan cara perawatannya. Bagi pengguna lensa kontak informasi ini akan sangat berguna untuk mengetahui jenis lensa kontak yang kalian gunakan beserta dengan cara perawatannya. Simak informasi selengkapnya pada penjelasan berikut ini!
Jenis Lensa Kontak

Untuk membantu menjelaskan mengenai jenis lensa kontak beserta dengan cara perawatannya, akan dijelaskan oleh narasumber pada bidangnya yaitu salah satu dokter spesialis mata bernama dr. Tania Rahmania M, Sp.M.
Menurut dokter Tania, lensa kontak adalah alat bantu berupa lensa seperti plastik yang ditempelkan pada Kornea mata untuk mengatasi gangguan penglihatan, seperti rabun jauh (Miopia), rabun dekat (Hipermetropi) silinder (Astigmatisme). Lensa kontak dapat menjadi pilih untuk koreksi refraktif selain menggunakan kacamata.
Lensa kontak nyaman digunakan dan dapat memberikan lapang pandang yang lebih luas dari kacamata. Lensa kontak biasanya dibutuhkan untuk beberapa jenis kebutuhan, antara lain :
- Optik : Miopio, Presbiopia, Afakia, Anisometropia
- Kosmetik : Kelainan Iris, Artis, Atlet
- Terapi : Kelainan Kornea, Ortho-K
Jenis lensa kontak sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, berdasarkan posisi anatomis, bahan dan waktu penggunaan, berikut penjelasan lengkapnya :
- Posisi anatomis : Scleral lens (digunakan untuk menutupi sklera) dan corneal lens (digunakan untuk menutupi kornea)
- Bahan : Rigid atau keras (terbagi menjadi rigid non-gas permeable lens dan rigid gas permeable lens) dan soft contact lens
- Waktu penggunaan : penggunaan harian, extended (digunakan 6-7 hari) dan sekali pakai
Dari beberapa jenis lensa kontak tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini kekurang dan kelebihan dari setiap jenis lensa kontak, antara lain :
- Rigid non-gas permeable lens : kelebihannya ringan dan mudah diproduksi. Sedangkan kekurangannya kelembaban kurang, difusi oksigen rendah, berisiko menyebabkan erosi Kornea.
- Rigid gas permeable lens : kelebihannya koreksi optik lebih baik, tahan lama, difusi oksigen lebih baik, dapat mengoreksi astigmatisme. Sedangkan kekurangannya tidak flexible, tidak langsung nyaman dipakai, perlu untuk pengukuran terlebih dahulu.
- Softlens atau soft contact lens : kelebihannya lunak, flexible, lebih nyaman, mudah untuk diadaptasi. Sedangkan kekurangannya mudah robek, masa penggunaan pendek, meningkatkan risiko infeksi, tidak dapat mengoreksi astigmatisme.
Baca juga :
Katarak
Operasi Katarak
Operasi Katarak Gratis
Cara Merawat Lensa Kontak

Dari beberapa jenis lensa kontak tersebut perlu untuk dilakukan perawatan supaya masa penggunaannya lebih awet serta untuk meminimalisir terjadinya infeksi pada mata. Berikut ini tips untuk merawat lensa kontak, antara lain :
- Jaga kebersihan : cuci tangan baik sebelum memegan atau melepas lensa kontak serta gunakan sebelum pengaplikasian riasan wajah.
- Gunakan cairan pembersih khusus : pakailah cairan pembersih khusus lensa kontak untuk menjaga sterilitasnya.
- Lepas lensa kontak sebelum tidur : bila lensa kontak bukan untuk terapi sebaiknya dilepas sebelum tidur supaya difusi oksigen ke kornea mata tidak terganggu
- Pembersihan berkala : bersihkan lensa kontak sesuai dengan aturan, bila lewat dari masa kadaluarsa sebaiknya untuk segera ganti.
Cara merawat lensa kontak tersebut dapat digunakan untuk setiap jenis lensa kontak yang digunakan sehingga dapat lebih nyaman dan awet.
Baca juga :
Lasik
Jangan Salah, Inilah Pemasangan Ortho K Agar Efektif
Apakah Buta Warna Bisa Disembuhkan Total ?
Ajakan Rutin Periksa Mata

Penggunaan dari setiap jenis lensa kontak tersebut tentunya dapat menimbulkan risiko gangguan pada mata, bila cara pemakaian dan perawatannya di sesuai dengan anjuran dokter mata. Berikut ini beberapa jenis gangguan yang mungkin timbul saat menggunakan lensa kontak, antara lain :
- Mata kering
- Konjungtivitis
- Erosi Kornea
- Ulkus Kornea
- Blefaritis
- Alergi
Bagi pasien mata yang menggunakan jenis lensa kontak tersebut, maka perlu untuk konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata rutin. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah pada mata. Bagi kalian pengguna lensa kontak, ayo untuk melakukan periksa mata rutin di rumah sakit mata atau klinik mata terdekat di kota kamu!
Sumber : dr. Tania Rahmania M, Sp.M
Saksikan juga video lain tentang kesehatan mata di bawah ini :



