Kelopak mata turun sebelah – atau istilah medisnya Ptosis – bisa dialami oleh siapa saja, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini bisa saja menjadi gejala dari masalah kesehatan mata yang lebih serius. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kelopak mata turun sebelah. Untuk mengetahui dan memahami soal ini, yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel di bawah ini.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Ptosis?
Ptosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan melorotnya kelopak mata atas. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja. Mulai dari bayi hingga orang dewasa.
Menurut dr. Elly Rahmawati, Sp.M, dokter mata dari RS & Klinik Mata KMU, saat seseorang mengalami Ptosis, maka kelopak mata bagian atas tidak dapat diangkat atau terbuka. “Sehingga celah kelopak mata jadi lebih kecil dibanding dengan kondisi yang normal,” terang dr. Elly.
Dijelaskan pula oleh dr.Elly bahwa tingkat keparahan kelopak mata turun sebelah atau Ptosis ini bervariasi, dari hampir tidak terlihat hingga menutupi sebagian besar Pupil yang dapat mengganggu penglihatan.
Nah, berdasarkan tingkat keparahannya, Ptosis terbagi ke dalam tiga kategori. Pertama, kategori ringan. Kedua, kategori sedang atau moderat. Dan ketiga, kategori berat.
Untuk kategori ringan, sebut dr. Elly, penurunan kelopak mata sekitar 2 milimeter. “Untuk yang moderat atau sedang, penurunan 3 milimeter dan yang berat atau severe sekitar 4 milimeter atau lebih,” paparnya.
Ditambahkan oleh dr. Elly bahwa jika penurunan kelopak mata itu banyak, maka akan menutupi area jendela mata kita atau Pupil mata, sehingga dapat mengganggu lapang pandang.
Kondisi Ptosis ini, sambung dr. Elly, selain bisa terjadi pada satu mata (unilateral), tetapi bisa juga terjadi pada dua mata.
Penyebab Ptosis alias Kelopak Mata Turun Sebelah
Apa sih penyebab atau biang keladi kelopak mata turun sebelah? Apakah ini ada kaitannya dengan gejala penyakit?
Menurut dr. Elly, secara garis besar, terdapat dua penyebab kelopak mata turun sebelah. Pertama, karena faktor kongenital. Dan kedua, karena faktor yang didapat.
Disebutkan dr. Elly, Ptosis kongenital muncul saat lahir. atau beberapa bulan setelah lahir. “Biasanya terjadi pada satu mata. Tapi, bisa juga terjadi pada dua mata. Kasusnya sekitar 25 persen untuk dua mata,” paparnya.
Penyebabnya, lanjut dr. Elly, karena kegagalan atau kesalahan sejak lahir terkait pembentukan otot kelopak mata. “Atau tidak ada lipatan di kelopak mata sehingga matanya cenderung lebih kecil atau lebih turun,” tegas dr. Elly.
Dalam hal kelopak mata turun sebelah karena karena kelainan yang didapat, dr. Elly mengatakan terdapat beberapa penyebab. Dalam hal ini, otot levatornya mengalami kelemahan atau mungkin neuromuscular junction-nya.
“Bisa karena faktor syaraf. Jadi, yang bermasalah di sini adalah kelainan pada impuls sarafnya. Misalnya, pada kasus Horner’s Syndrome atau kasus autoimun seperti Multiple Sclerosis,” ungkap dr. Elly.
Faktor penyebab lainnya, kata dr. Elly, bisa juga karena faktor aponeurotik. “Jadi, ototnya mengalami kelemahan atau salah letak posisi dari yang normal. Penyebabnya bisa karena faktor usia.atau pasca operasi mata.”
Penyebab yang lain, masih kata dr. Elly, bisa karena faktor mekanik. Pada kasus seperti ini, otot levator mengalami kerusakan karena strukturnya abnormal. Jadi, ada sesuatu atau yang menghambat atau mendesak otot levator tersebut.
“Contohnya, ada massa atau tumor. Mata bintitan. Atau, misalnya, ada kontak lens, ya. Memakai kontak lens dan mendesak ke arah atas sehingga menjadi benda asing yang terperangkap di kelopak mata bagian atas dalam.” Atau penyebabnya mungkin Konjungtivitis Alergi yang sudah kronis yang menyebabkan kelopak mata menjadi turun atau karena ada jaringan parut,” jabarnya.
Terakhir, penyebabnya bisa pula karena faktor trauma atau benturan atau pelukaan pada otot levator sehingga menimbulkan sikatrik. Mungkin juga karena adanya robekan kelopak mata atau patah tulang orbita yang menyebabkan ototnya ada yang terjepit. Demikian dikatakan dr. Elly.
BACA JUGA:
Cara Mengatasi Buta Warna yang Efektif
Operasi Katarak
Katarak
Gejala-Gejala Ptosis

Berdasarkan keterangan dr. Elly, selain pasien mengeluh kelopak matanya turun, gejala Ptosis dapat mencakup beberapa hal berikut ini.
- Mudah lelah, mata terasa kemeng atau terasa ada yang mengganjal.
- Lapang pandang terganggu, khususnya ketika penurunan kelopak mata sudah parah.
- Sulit untuk melihat lantaran ada sesuatu yang menghalangi. Sampai-sampai harus menengadahkan kepala untuk bisa melihat dengan nyaman.
- Mata teriritasi karena tertekan kelopak mata yang turun.
- Penglihatan menjadi ganda.
Menurut dr. Elly, jika kondisi semakin berat atau parah, maka ini bisa menyebabkan mata malas. Beliau menyarankan untuk segera melakukan konsultasi dokter mata jika Ada atau orang terdekat mengalami kelopak mata turun sebelah yang terjadi secara tiba-tiba dan dibarengi dengan gejala lain seperti nyeri, munculnya penglihatan ganda, atau kelemahan otot, sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari atau penglihatan.
BACA JUGA:
Operasi Katarak Gratis
Katarak
LASIK
Penanganan dan Solusi untuk Kelopak Mata Turun Sebelah
Secara garis besar penanganan kelopak mata turun sebelah terdiri dari tindakan non bedah dan tindakan bedah alias operasi. Menurut dr. Elly, penangan untuk kelopak mata turun sebelah ini disesuaiakan dengan derajat penurunan kelopak matanya. “Apakah ringan, sedang, atau berat. Bergantung jenis dan sejauh mana fungsi otot levatornya. Semua ini akan dinilai dokter mata,” sebut dr. Elly.
Bagaimana dengan tindakan bedah atau operasi? Dijelaskan oleh dr. Elly, tujuan operasi adalah untuk memperbaiki lapang pandang agar lebih baik. Di samping itu, imbuhnya, untuk efek kosmetik. “Sehingga tidak malu karena kelopak matanya sudah simetris. Adapun tujuan lain yaitu untuk mencegah Mata Malas,” ungkapnya.
Diingatkan dr. Elly, Ptosis bukan gangguan penglihatan. Namun, dengan kelopak mata mengalami penurunan,maka terjadi gangguan penglihatan. Tentu saja, penting untuk melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata guna mendapat diagnosis yang tepat dan perawatan yang sesuai.
Sumber: dr. Elly Rahmawati, Sp.M



