Kata sebagian orang, kedutan itu pertanda kita bakal hoki alias akan mendapat rejeki. Tapi, kalau kedutannya sering banget dan nggak berhenti-henti, jangan mikir soal hoki dulu, mending hati-hati, deh. Soalnya, mata berkedut-kedut bisa jadi itu gejala Bell’s Palsy, lho! Tentu saja, memahami gejala Bell’s Palsy sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat.
Daftar Isi
ToggleMata Kedutan Apakah Sama dengan Gejala Bell’s Palsy?
Dalam khazanah medis, mata kedutan diistilahkan sebagai Miochimia. Ini merujuk pada kontraksi otot kecil yang terjadi di kelopak mata, terutama di bagian atas atau bawah. Mata yang berkedut biasanya bersifat sementara dan tidak berbahaya. Meskipun demikian, kadang kedutan, yang terlalu sering, bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Secara umum, sebagian besar kasus mata kedutan bersifat ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Kendati begitu, kalian perlu waspada jika kedutan berlangsung seperti ini:
- Berlangsung lebih dari 1 minggu tanpa henti.
- Menyebabkan kelopak mata tertutup sepenuhnya.
- Disertai dengan gejala lain seperti mata merah, bengkak, atau penglihatan kabur.
Nah, jika hal-hal tersebut sampai kalian alami, segera konsultasikan dengan dokter mata agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Penyebab Mata Kedutan
Penyebab mata berkedut bisa macam-macam. Tapi, yang paling umum adalah yang terkait dengan faktor-faktor berikut.
1. Stres
Tekanan emosional ternyata dapat memicu kontraksi otot di sekitar mata. Semakin tinggi tingkat stres yang kalian alami, maka semakin sering mata kalian mengalami kedutan.
2. Kelelahan
Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh, termasuk otot mata, mengalami ketegangan berlebih sehingga mudah berkedut-kedut.
3. Konsumsi kafein dan alkohol
Kafein dan alkohol dapat merangsang sistem saraf sehingga mempercepat kontraksi otot, termasuk otot-otot di kelopak mata.
4. Iritasi mata atau mata kering
Kondisi mata yang kering maupun iritasi ringan dapat memicu kedutan. Ini sering terjadi pada para pengguna lensa kontak atau mereka yang bekerja di depan layar komputer dalam durasi waktu lama.
5. Kekurangan nutrisi
Kekurangan magnesium dalam tubuh juga bisa menyebabkan kontraksi otot secara tak terkontrol, termasuk otot pada mata.
BACA JUGA:
Begini Cara Membedakan Kanker Mata dan Tumor Mata
6 Aplikasi Tes Mata Online untuk Cek Mata Minus Gratis
Operasi Katarak
Mata Berkedut sebagai Gejala Bell’s Palsy

Bell’s Palsy adalah kondisi neurologis yang menyebabkan kelumpuhan sementara pada otot-otot wajah. Ini biasanya hanya terjadi di satu sisi. Bell’s Palsy sendiri terjadi ketika saraf wajah (nervus fasialis) mengalami peradangan atau tekanan.
Gejala-gejala Bell’s Palsy meliputi:
- Wajah terasa lemah atau lumpuh di satu sisi.
- Kesulitan menutup mata pada sisi yang terdampak.
- Mata kering atau berair berlebihan.
- Sensasi mata berkedut terus-menerus.
- Mulut menurun pada sisi wajah yang terdampak.
Mata berkedut sebagai gejala Bell’s Palsy biasanya lebih intens dan berlangsung lama dibandingkan dengan kedutan biasa. Beberapa ciri khas kedutan sebagai gejala Bell’s Palsy mencakup kondisi-kondisi sebagai berikut.
- Kedutan di sekitar kelopak mata bawah atau atas.
- Kelemahan otot wajah.
- Tidak merespons terapi umum seperti istirahat atau asupan magnesium,
Menurut dr. Rigan Ndaru, Sp.M, dokter mata yang berpraktik di RS Muhammadiyah Selogiri, untuk kedutan yang terkait dengan Bell’s Palsy, apa yang terjadi di saraf wajah separo ini itu malah merot.
“Seperti orang stroke. Jadi, malah untuk menutup mata pun pasien membutuhkan effort. Untuk menutup mata saja susah. Jadi, bukan kayak kita kedut-kedutan itu. Kedip kedip, bukan,” jelasnya.
Tapi, tambah dr. Rigan, yang Bell’s Palsy malah sarafnya nggak jalan. “Penyebabnya apa Bell’s Palsy yang sarafnya lemah itu, penyebabnya karena penyakit autoimun kayak penyakitnya Ashanti itu bisa menyebabkan Bell’s Palsy. Justru yang karena stress itu malah nggak Bell’s Palsy,” urai dr. Rigan.
BACA JUGA:
LASIK
Operasi Katarak Gratis
Katarak
Cara Mengatasi Mata Kedutan dan Memastikan Apakah Itu Sebagai Gejala Bell’s Palsy
Seperti disebutkan di muka, mata kedutan adalah kontraksi spontan otot kelopak mata yang biasanya bersifat ringan dan sementara. Kedutan yang umum biasanya tidak membutuhkan pengobatan khusus.
Namun, jika itu berlangsung lama atau disertai gejala lain, kalian memang perlu waspada. Kenapa? Karena mungkin saja itu bisa sebagai salah satu pertanda gejala Bell’s Palsy.
Apalagi jika kedutan yang berlangsung lama itu dibarengi dengan kesulitan menutup mata di satu sisi wajah, senyum yang tampak miring, nyeri di belakang telinga serta kehilangan rasa pada lidah bagian depan.
Jika kalian sampai mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan konsultasi dokter mata guna memastikan kondisi tersebut berikut penanganan medisnya.
Sementara itu, untuk kedutan yang bukan bagian atau sebagai tanda gejala Bell’s Palsy, kalian bisa mencoba beberapa langkah sebagai berikut.
- Istirahat cukup. Kurangi stres dan pastikan diri kalian tidur cukup setiap malam.
- Kurangi konsumsi kafein. Batasi konsumsi kopi, teh, dan minuman berenergi.
- Gunakan kompres hangat pada bagian kelopak mata untuk meredakan ketegangan otot mata.
- Konsumsilah makanan kaya magnesium, seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan pisang.
- Gunakan obat tetes mata jika kedutan disebabkan oleh kondisi mata kering atau iritasi.
Secara umum, mata berkedut-kedut adalah hal lumrah. Namun, kondisi ini bisa juga menjadi salah satu tanda gejala Bell’s Palsy. Oleh sebab itu, mengenali tanda-tanda yang membedakan mana gejala Bell’s Palsy dan mana gejala yang bukan sangat penting agar kalian dapat mengambil tindakan yang tepat.
Tak perlu ragu untuk secepatnya melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata untuk benar-benar memastikan apakah kedutan-kedutan yang kalian alami itu cuma kedutan biasa atau salah satu pertanda gejala Bell’s Palsy.
Sumber: dr. Rigan Ndaru Sp.M



