Bebas kacamata setelah operasi Katarak bukan sekadar impian, melainkan sebuah kenyataan yang dirasakan oleh mereka yang telah menjalani operasi Katarak premium. Salah satu contohnya adalah Ibu Sumiyah (77 tahun). Bertahun-tahun bergantung pada kacamata dan sering merasa terganggu dengan pandangan yang buram akibat serangan Katarak, ia akhirnya menemukan solusi cespleng yang mengubah perjalanan hidupnya. Usai melakoni operasi Katarak premium, kini ia bisa menikmati dunia dengan mata yang lebih jernih, tanpa perlu lagi memakai kacamata!
Daftar Isi
ToggleKeluhan Sebelum Operasi Katarak Premium
Saat berbicara di kanal Youtube KMU, Sumiyah mengaku bahwa awalnya pandangannya tidak jelas. Bahkan, semakin lama, ketidakjelasan pandangan yang dialaminya semakin parah.
“Saya merasa mata saya itu pandangannya nggak jelas. Terus saya perhatikan lama-lama tidak jelasnya itu tambah. Kabur, begitu,” kata Sumiyah.
Ia pun lantas berinisiatif memeriksakan matanya ke Klinik Mata KMU, Gresik, Jawa Timur. Dari hasil pemeriksaan, dokter mata yang menangani keluhannya menyarankan agar ia segera menjalani operasi Katarak. Meski awalnya ragu lantaran belum siap, toh akhirnya Sumiyah memutuskan untuk menjalani operasi.
“Waktu itu, sebetulnya saya belum siap. Tapi, saya pikir-pikir. Dokter memberi saran begini: ‘kalau ditunda-tunda nanti semakin tebel atau semakin parah. Kalau cepat ditangani justru semakin mudah’. Saya pikir setelah tau, ya sudahlah kalau begitu saya siap untuk dioperasi,” papar Sumiyah yang memiliki hobi membaca dan traveling ini.
Sumiyah menuturkan bahwa penglihatannya sendiri mulai buram sejak dua tahun sebelum ia memutuskan untuk menjalani operasi Katarak di KMU Gresik.
Kenapa Memilih Operasi Katarak Premium
Saat menjalani operasi Katarak di KMU, Sumiyah memilih layanan lensa premium. Ia beralasan bahwa dengan lensa premium bisa menghilangkan semua kekurangan terkait penglihatannya.
Soalnya saya komplit ini. Ya min, ya plus, ya silinder. Dengan saya memilih itu, saya pikir nanti bisa lepas semua kacamata. Yang min, yang plus itu. Begitu,” jelas Sumiyah.
Ditanya perasaannya saat menjalani operasi Katarak, ia mengaku takut awalnya. “Duduk itu perasaan saya sudah deg-degan. Tapi, setelah melihat dokternya ramah, alat-alatnya juga nggak mengerikan gitulah, Saya pikir, ya itu, akhirnya merasakan nyaman juga. Maksudnya, tenang,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa ketika diambil tindakan operasi, ia juga tidak merasakan kesakitan. Menurut Sumiyah, operasi Katarak yang dijalaninya berlangsung kurang lebih sekitar 20 menitan saja.
BACA JUGA:
Dampak Stress pada Mata
Hormon dan Kondisi Mata, Apa Hubungannya?
Gejala Hipertensi pada Mata yang Perlu Diwaspadai
Bebas Kacamata setelah Operasi Katarak
Bebas kacamata setelah operasi Katarak akhirnya memang benar-benar dialami oleh Sumiyah. Ia yang dulunya kemana-mana harus membawa dan memakai kacamata, kini sama sekali tak perlu lagi kacamata. Baik itu kacamata baca maupun kacamata minus.
Aktivitasnya pun menjadi lebih lancar. “Kalau dulu masih pakai kacamata, begitu ketinggalan kan repot. Yang untuk baca itu kalau ketinggalan begitu,” sebut Sumiyah.
Ia pun berpesan kepada mereka yang mau operasi Katarak agar tidak usah takut. “Soalnya saya mengalami dalam pelaksanaan operasi Katarak itu tidak merasa sakit,” ucapnya.

Menurutnya, biasanya ibu-ibu atau pasien yang akan operasi Katarak dan ingin bebas kacamata setelah operasi Katarak merasa takut pula karena adanya beberapa peraturan setelah operasi Katarak.
Sumiyah menegaskan peraturan itu tidak seberat yang dibayangkan. ”Ternyata saya mengalami sendiri. Itu ternyata tidak sedisiplin atau seberat yang dicantumkan seperti dalam panduannya,” demikian disampaikan Sumiyah.
BACA JUGA:
Pengaruh Rokok pada Mata: Gejala, Risiko, dan Cara Mengatasinya
LASIK
Operasi Katarak Gratis
Jangan Menunda Operasi Katarak!
Operasi Katarak bukan sesuatu yang harus ditakuti. Menunda-nunda operasi Katarak justru malah akan memperburuk penglihatan. Semakin cepat Katarak ditangani, semakin besar peluang untuk mendapatkan kembali kualitas hidup yang lebih baik. Dan ini telah dibuktikan langsung oleh Ibu Sumiyah yang akhirnya bebas kacamata setelah operasi Katarak di KMU.
Operasi Katarak premium seperti yang dipilih Ibu Sumiyah menawarkan solusi modern yang tidak hanya menghilangkan Katarak tetapi juga memungkinkan pasien bebas kacamata setelah operasi Katarak.
Tidak seperti lensa standar yang mungkin masih memerlukan bantuan kacamata setelah operasi, lensa premium mampu memberi manfaat lebih bagi pasien untuk melihat dengan jelas tanpa bergantung lagi pada alat bantu.
Pada akhirnya, jangan biarkan Katarak mengganggu aktivitas dan kehidupan Anda. Jika Anda ataupun orang terdekat mengalami gejala katarak, segera lakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata.
Memutuskan untuk operasi Katarak adalah langkah terbaik untuk menggapai penglihatan yang lebih jelas. Seperti Ibu Sumiyah, Anda – atau siapapun – yang mengidap Katarak – bisa merasakan bebas kacamata setelah operasi Katarak dengan pilihan lensa premium.



