Saat ini, Glaukoma adalah penyebab kebutaan kedua terbanyak di dunia setelah Katarak. Yang lebih mengkhawatirkan, penyakit ini sering berkembang tanpa gejala hingga mencapai tahap lanjut. Kabar baiknya, dengan kontrol rutin yang melibatkan pemeriksaan menggunakan ophthalmoscope, penanganan Glaukoma dapat dilakukan secara optimal sehingga mampu mencegah hilangnya penglihatan secara permanen.
Daftar Isi
TogglePentingnya Kontrol Rutin Glaukoma
Glaukoma adalah kumpulan dari penyakit yang intinya bisa menyebabkan kerusakan di optic disc. Dan yang bisa kita kontrol dari Glaukoma adalah tekanan intraokularnya. Demikian dikatakan oleh dr. Danti Ayu Irawati, Sp.M, dokter mata dari RS & Klinik Mata KMU
Menurut dr. Danti, Glaukoma termasuk salah satu penyakit yang progresivitasnya itu hanya bisa dicegah dengan kontrol rutin. “Salah satu upaya pencegahan dalam Glaukoma adalah dengan mengendalikan tekanan intraokular,” jelasnya.
Tujuan dari terapi Glaukoma, sambung dr. Danti, bukan lagi mengembalikan fungsi penglihatan, tetapi lebih pada menyelamatkan sisa penglihatan.
“Jadi tujuan intinya yaitu mencegah kerusakan lebih lanjut optic disc. Makanya, diperlukan pemeriksaan progresivitas lapang pandang secara berkala. Untuk mengetahui apakah pasien Glaukoma itu terkontrol atau tidak, kita harus mengetahui dari progresivitasnya,” jelas dr. Danti.
Ophthalmoscope (Lensa 78) dalam Pemeriksaan Glaukoma
Karena pemeriksaan Glaukoma melibatkan pemeriksaan optic disc, yang letaknya di dalam mata, maka harus menggunakan alat yang dinamakan ophthalmoscope.
Secara umum, selain untuk mendeteksi gangguan mata seperti Glaukoma, Retinopati Diabetik, Degenerasi Makula, dan Katarak, Ophthalmoscope juga digunakan untuk mendiagnosis pembuluh darah di mata akibat penyakit sistemik seperti Hipertensi atau Diabetes serta untuk memeriksa kondisi saraf optik.
Ophthalmoscope memiliki sumber cahaya kecil yang diarahkan ke mata pasien. Cahaya ini memantul dari Retina, yang memungkinkan dokter mata melihat bagian dalam mata melalui lensa yang ada di alat.
Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dalam ruangan dengan pencahayaan redup agar pupil mata melebar sehingga memberikan tampilan yang lebih jelas.
Terdapat dua jenis ophthalmoscope yaitu opthalmoscope langsung (direct ophthalmoscope) dan opthalmoscope tidak langsung (indirect ophthalmoscope).
Dalam kaitannya dengan Glaukoma, pemeriksaan biasanya melibatkan penggunaan ophthalmoscope tidak langsung berkekuatan 78 dioptri, yang sering pula disebut sebagai ophthalmoscope lensa 78.
Lensa ini sering digunakan bersama slit lamp biomicroscope untuk memberikan gambaran detil bagian dalam mata
BACA JUGA:
Stres dan Dampaknya pada Mata
Operasi Katarak
Pengaruh Rokok pada Mata: Gejala, Risiko, dan Cara Mengatasinya
Kegunaan Ophthalmoscope Lensa 78 dalam Penanganan Glaukoma
Tentu saja, ophthalmoscope lensa 78 memiliki peran penting dalam penanganan Glaukoma, terutama dalam diagnosis dan pemantauan progresivitas penyakit ini. Seperti diketahui, Glaukoma menyebabkan pelebaran cup-to-disc ratio (CDR) akibat kerusakan saraf optik.
Nah, lensa 78 mampu memberikan perbesaran cukup besar untuk melihat detil optic disc, sehingga dokter bisa menilai sejauh mana peningkatan CDR, perubahan warna, atau kerusakan tepi saraf optik.
Lensa 78 juga membantu mendeteksi penipisan lapisan serat saraf Retina, yang merupakan tanda awal Glaukoma. Dokter dapat melihat area kehilangan serat saraf Retina yang tampak lebih gelap atau tidak merata.
Pasien Glaukoma sendiri dapat mengalami perdarahan (hemoragi) kecil di sekitar saraf optik. Dan ini bisa menjadi tanda progresivitas Glaukoma. Lensa 78 membantu mengidentifikasi perdarahan ini dengan jelas.
Dalam kasus Glaukoma, meskipun pemeriksaan sudut mata lebih optimal dengan gonioskop, lensa 78 bisa membantu melihat indikasi sudut drainase yang sempit atau abnormalitas lain yang berkaitan dengan Glaukoma sudut tertutup.

Di saat yang sama, lewat bantuan lensa 78, dokter mata dokter dapat membandingkan perubahan struktur saraf optik dari waktu ke waktu.
Dengan lensa ini, dokter dapat melihat struktur saraf optik dengan rinci, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam penanganan Glaukoma.
BACA JUGA:
LASIK
Operasi Katarak Gratis
Makanan Terbaik untuk Penglihatan Optimal
Ophthalmoscope Lensa 78 Tersedia di RS & Klinik Mata KMU
Bisa dibilang ophthalmoscope lensa 78 menjadi bagian penting dalam pemeriksaan dan penanganan Glaukoma. Tersedianya ophthalmoscope lensa 78 turut menentukan ketepatan pemeriksaan mata sehingga menopang solusi diagnostik yang akurat.
Sebagai salah satu pusat layanan kesehatan mata yang senantiasa berupaya memberikan layanan optimal bagi para pasiennya, RS & Klinik Mata KMU hadir dengan kelengkapan fasilitas teknologi diagnostik terkini, termasuk ophthalmoscope lensa 78. Ini guna mendukung pemeriksaan mata yang lebih presisi.
Seperti telah disinggung di muka, pemeriksaan rutin yang akurat sangat penting dalam diagnosis dini Glaukoma, mengingat penyakit ini sering berkembang tanpa gejala. Dengan tersedianya ophthalmoscope lensa 78 di KMU, diharapkan para pasien KMU mendapatkan intervensi medis lebih awal, sehingga risiko kehilangan penglihatan permanen akibat Glaukoma dapat diminimalkan.
Jika Anda – atau keluarga Anda – mengalami keluhan maupun gangguan mata atau ingin melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata secara menyeluruh, tak perlu ragu untuk segera berkunjung ke KMU guna mendapatkan diagnosis yang akurat dan perawatan yang tepat.
Sumber: dr. Danti Ayu Irawati, Sp.M



