Saluran air mata berfungsi penting dalam menjaga kelembaban dan kebersihan permukaan mata. Pada anak-anak, saluran ini belum berkembang sepenuhnya sehingga lebih rentan mengalami sumbatan. Lalu, bagaimana cara mengatasi saluran mata tersumbat pada anak? dan bagaimana gejalanya?
Gejala Saluran Mata Tersumbat pada Anak

Saluran mata tersumbat biasanya terjadi pada satu mata, namun dalam beberapa kasus dapat menyerang kedua mata. Gejala dapat muncul sejak bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan. Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
- Mata berair secara berlebihan meskipun anak tidak sedang menangis.
Keluarnya cairan berwarna kekuningan atau kehijauan dari sudut mata, terutama setelah bangun tidur. - Kelopak mata tampak lengket atau sulit dibuka karena adanya kotoran atau cairan yang mengering.
- Pembengkakan ringan di sekitar sudut mata bagian dalam.
- Mata terlihat merah muda atau mengalami iritasi akibat paparan cairan yang terus-menerus.
- Anak sering menggosok matanya, menunjukkan rasa tidak nyaman di area tersebut.
Gejala-gejala ini bisa terjadi pada salah satu mata atau kedua mata sekaligus. Pada bayi baru lahir, gejala sering terlihat dalam beberapa minggu pertama kehidupan.
Penyebab Umum Saluran Mata Tersumbat dan Solusi Perawatan

Saluran mata tersumbat pada anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik bawaan sejak lahir maupun karena infeksi. Berikut beberapa penyebab utamanya:
- Perkembangan saluran yang belum sempurna
Pada bayi baru lahir, salah satu penyebab utama adalah belum terbukanya saluran nasolakrimal (saluran penghubung antara mata dan hidung) secara sempurna. - Infeksi saluran air mata (dakriosistitis)
Infeksi ini dapat terjadi jika saluran yang tersumbat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. - Cedera atau trauma
Cedera ringan pada hidung atau wajah juga dapat menyebabkan saluran air mata terganggu. - Kelainan struktural
Beberapa anak mungkin mengalami kelainan bawaan pada saluran air mata yang menyebabkan sumbatan permanen.
Baca Juga :
Berikut beberapa langkah perawatan rumahan yang dapat membantu mengatasi saluran air mata anak yang tersumbat:
- Pijat lembut di area saluran air mata
Teknik pijat ini disebut pijat nasolakrimal. Caranya, gunakan jari telunjuk yang bersih untuk memberikan tekanan lembut dari sudut dalam mata ke arah bawah hidung. Pijat dilakukan 2–4 kali sehari selama beberapa minggu. - Membersihkan cairan dan kotoran
Gunakan kapas bersih atau kain lembut yang dibasahi air hangat untuk membersihkan cairan yang keluar dari mata. - Menjaga kebersihan tangan
Pastikan tangan orang tua selalu bersih saat menyentuh atau memijat area mata anak, agar tidak menambah risiko infeksi. - Mengompres mata dengan air hangat
Kompres hangat juga membantu meredakan pembengkakan dan membuka sumbatan ringan.
Sebagian besar kasus saluran air mata tersumbat pada bayi dapat sembuh dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Namun, jika dalam beberapa bulan tidak ada perbaikan, tindakan medis mungkin diperlukan.
Baca Juga :
Cara Menggunakan Salep Mata yang Baik dan Benar
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?
Meskipun saluran mata tersumbat pada anak umumnya bisa sembuh dengan sendirinya, penting bagi orang tua untuk waspada terhadap tanda-tanda yang membutuhkan penanganan medis. Jika gejala seperti mata terus-menerus berair, keluarnya cairan kuning atau kehijauan, atau mata lengket tidak kunjung membaik dalam waktu beberapa bulan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter mata. Terutama jika anak sudah berusia lebih dari 12 bulan dan kondisi masih belum membaik, dokter mata akan merekomendasikan tindakan sederhana seperti probing untuk membuka saluran yang tersumbat.
Selain itu, perhatian medis diperlukan jika anak menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti mata tampak merah dan bengkak, keluar nanah dalam jumlah banyak, disertai demam, atau rasa nyeri yang membuat anak rewel. Kondisi seperti ini bisa mengindikasikan dakriosistitis (infeksi pada kantung air mata) yang harus ditangani dengan antibiotik. Jika dibiarkan, infeksi dapat menyebar dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Oleh karena itu, segera konsultasi ke dokter mata apabila muncul gejala yang mencurigakan atau mengganggu aktivitas harian si kecil.
Simak informasi lainnya pada video di bawah ini ya



