Pernahkah kamu melihat ukuran pupil mata kanan dan kiri tampak berbeda? Nah, kondisi ini disebut Anisocoria. Anisocoria terjadi ketika salah satu pupil tampak lebih besar atau lebih kecil dari yang lain. Sekilas mungkin terlihat sepele, tapi ternyata kondisi ini bisa menandakan adanya masalah pada saraf atau otot di sekitar mata lho. Umumnya, pupil mata akan menyesuaikan ukuran tergantung intensitas cahaya, namun pada kondisi ini, perbedaan ukuran ini bisa muncul secara mendadak atau bahkan sudah ada sejak lahir. Yuk, kenali lebih jauh apa itu Anisocoria, penyebabnya, dan kapan sebaiknya kamu perlu memeriksakannya ke dokter mata!
Daftar Isi
TogglePenyebab dari Anisocoria

Penyebab Anisocoria bisa bermacam-macam, mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang perlu diwaspadai. Pada sebagian orang, Anisocoria bersifat bawaan sejak lahir dan tidak menimbulkan gejala atau gangguan penglihatan sama sekali. Kondisi ini disebut Anisocoria fisiologis dan biasanya perbedaan ukuran pupilnya sangat kecil, sekitar 1 milimeter atau kurang. Jika tidak disertai keluhan lain seperti nyeri mata, penglihatan kabur, atau pusing, maka kondisi ini tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
Namun, pada beberapa kasus, Anisocoria bisa disebabkan oleh gangguan pada otot atau saraf yang mengatur gerakan pupil. Misalnya, cedera pada mata, infeksi, atau efek samping dari obat tetes mata tertentu dapat menyebabkan salah satu pupil tidak merespons cahaya dengan baik. Selain itu, gangguan pada saraf kranial ketiga (saraf okulomotor) atau sindrom Horner juga bisa memicu perbedaan ukuran pupil secara signifikan.
Kondisi Anisocoria juga dapat menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius di otak, seperti perdarahan, tumor, atau tekanan intrakranial yang meningkat. Oleh karena itu, jika perbedaan ukuran pupil terjadi secara tiba-tiba, disertai nyeri kepala hebat, pandangan ganda, atau kelopak mata turun, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
Menariknya, sebagian kasus Anisocoria juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik. Nah, apakah kondisi ini benar-benar bisa diturunkan? Yuk, kita bahas lebih lanjut di bagian berikut!
Baca juga:
– Operasi Katarak Gratis 2025
– Katarak
– LASIK
Apakah Anisocoria Dapat Diturunkan?

Ternyata, Anisocoria bisa bersifat turunan atau genetik lho! Artinya, jika salah satu anggota keluarga memiliki perbedaan ukuran pupil, kemungkinan kamu juga bisa mengalaminya. Kondisi ini dikenal sebagai Anisocoria fisiologis, dimana perbedaan ukuran pupil sudah ada sejak lahir dan biasanya tidak menimbulkan masalah pada penglihatan maupun kesehatan mata. Jadi, kalau sejak kecil kamu sudah memiliki pupil yang sedikit berbeda besarannya tanpa gejala lain, besar kemungkinan kondisi ini aman dan tidak perlu dikhawatirkan.
Selain faktor genetik, ada juga kelainan bawaan pada bagian iris mata seperti Aniridia (ketiadaan iris) atau Koloboma (iris tidak terbentuk sempurna) yang bisa menyebabkan bentuk dan ukuran pupil tampak tidak simetris. Biasanya, kondisi ini sudah diketahui sejak masa kanak-kanak dan tidak selalu mengganggu fungsi penglihatan. Namun, tetap penting untuk melakukan pemeriksaan rutin agar dokter mata bisa memantau perkembangannya.
Meski begitu, bila perbedaan ukuran pupil muncul secara tiba-tiba di usia dewasa atau disertai keluhan seperti penglihatan kabur, nyeri kepala, atau kelopak mata turun, maka hal itu bisa menjadi tanda adanya gangguan saraf atau tekanan di otak. Dalam kasus seperti ini, konsultasi dokter mata sangat dianjurkan agar penyebabnya dapat diketahui sejak dini dan ditangani dengan tepat.
Nah, setelah memahami penyebab dan kemungkinan faktor keturunan, penting juga untuk mengenali gejala anisocoria pada mata agar kamu tahu kapan kondisi ini perlu segera diperiksa.
Baca juga:
– Operasi Retina Mata di Lamongan: Tempat Terpercaya Dengan Dokter Spesialis Retina
– Catat! 3 Alasan Kenapa Perlu Memilih Rumah Sakit Mata
– Penderita Diabetes Periksa Mata Rutin 6 Bulan Sekali, Simak Alasannya!
Gejala Anisocoria
Gejala Anisocoria tidak hanya terlihat dari perbedaan ukuran pupil antara mata kanan dan kiri, tetapi juga bisa disertai dengan beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan. Gejala-gejala ini bisa berbeda pada setiap orang, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa gejala Anisocoria yang perlu kamu kenali:
- Penglihatan Kabur: Salah satu mata bisa terasa seperti “berkabut” atau tidak fokus. Kondisi ini bisa muncul tiba-tiba atau berkembang perlahan seiring waktu.
- Penglihatan Ganda (Diplopia): Kamu mungkin melihat satu objek menjadi dua bayangan. Hal ini tentu bisa mengganggu aktivitas seperti membaca, menulis, atau mengemudi.
- Penurunan Penglihatan: Dalam beberapa kasus, mata dengan pupil yang tidak normal bisa mengalami penurunan penglihatan, baik sementara maupun permanen.
- Sensitivitas Terhadap Cahaya (Fotofobia): Mata terasa silau atau nyeri ketika terkena cahaya terang, baik dari sinar matahari maupun lampu buatan.
- Sakit Kepala: Rasa nyeri di kepala yang muncul mendadak atau berulang, terutama bila disertai mual, bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saraf atau tekanan di otak.
- Demam: Jika Anisocoria disertai demam dan leher kaku, hal ini bisa mengindikasikan adanya infeksi atau peradangan di sistem saraf.
- Mual dan Muntah: Gejala ini sering muncul bersamaan dengan sakit kepala hebat dan dapat menandakan adanya tekanan di dalam otak.
- Leher Kaku: Kesulitan menggerakkan leher atau rasa kaku yang disertai demam bisa menjadi pertanda serius seperti meningitis atau infeksi saraf.
Kalau kamu mengalami pupil mata berbeda ukuran bersamaan dengan satu atau beberapa gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter mata. Penanganan dini sangat penting untuk mengetahui penyebab pastinya sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Setelah mengetahui berbagai gejala yang mungkin muncul, kamu mungkin bertanya-tanya: sebenarnya, seberapa langka sih kondisi Anisocoria ini terjadi?
Seberapa Langka kah Anisocoria?

Pernah terpikir seberapa sering seseorang mengalami Anisocoria? Ternyata, kondisi ini tidak se langka yang dibayangkan lho! Berdasarkan penelitian, sekitar 1 dari 5 orang atau hampir 20% populasi memiliki perbedaan ukuran pupil pada matanya. Artinya, Anisocoria cukup umum terjadi dan kebanyakan kasusnya tidak berbahaya sama sekali. Banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa pupil mereka berbeda ukuran karena perbedaannya sangat kecil dan tidak menimbulkan gejala apa pun.
Kondisi ini dikenal sebagai Anisocoria fisiologis, yaitu perbedaan pupil yang terjadi secara alami tanpa disebabkan oleh penyakit atau gangguan saraf. Biasanya, ukuran pupil hanya berbeda sekitar 0,5–1 milimeter, dan hal ini tidak mempengaruhi penglihatan maupun kesehatan mata. Bahkan, seseorang mungkin baru menyadarinya saat melihat foto dengan pencahayaan tertentu atau saat diperiksa oleh dokter mata.
Namun, meskipun Anisocoria tergolong umum, penting untuk tetap waspada terhadap perubahan yang terjadi secara mendadak. Jika perbedaan ukuran pupil disertai gejala seperti sakit kepala hebat, pandangan ganda, atau kelopak mata turun, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter mata. Lebih baik memeriksa lebih awal untuk memastikan penyebabnya aman daripada menyesal di kemudian hari.
Jaga kesehatan matamu dengan rutin melakukan pemeriksaan di RS & Klinik Mata KMU! Karena penglihatan yang baik adalah investasi jangka panjang untuk masa depanmu.
Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!



