Koloboma adalah kondisi mata langka yang sudah ada sejak seseorang lahir, dan seringkali membuat banyak orang bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi pada struktur mata. Pada Koloboma, ada bagian jaringan mata yang hilang atau tidak terbentuk dengan sempurna, sehingga bentuk atau fungsi mata bisa sedikit berbeda. Menariknya, kondisi ini bisa mempengaruhi berbagai bagian mata mulai dari iris, Retina, hingga saraf optik, dan dampaknya pun beragam. Ada yang tidak merasakan gangguan sama sekali, tapi ada juga yang mengalami penglihatan kabur bahkan gangguan penglihatan yang lebih serius. Dengan memahami Koloboma lebih awal, kita bisa lebih aware dan tahu langkah apa yang sebaiknya dilakukan untuk menjaga kesehatan mata.
Daftar Isi
ToggleApa itu koloboma di mata?

Koloboma pada mata adalah kondisi bawaan lahir yang terjadi ketika ada bagian tertentu dari struktur mata yang tidak terbentuk dengan sempurna. Jadi, sejak bayi masih dalam kandungan, sudah ada bagian jaringan mata yang hilang atau tidak menutup sepenuhnya. Akibatnya, bentuk mata pada bagian yang mengalami Koloboma bisa tampak sedikit berbeda. Misalnya, pupil bisa terlihat seperti menetes ke bawah, mirip bentuk air mata, atau menyerupai celah kecil. Tampilan inilah yang sering membuat orang tua baru merasa bingung atau khawatir saat pertama kali melihat kondisi tersebut.
Kabar baiknya, Koloboma tidak selalu menyebabkan gangguan penglihatan yang berat. Ada yang hanya mengalami perubahan bentuk mata tanpa gangguan berarti, tetapi ada juga yang mengalami penurunan penglihatan, tergantung pada lokasi jaringan yang tidak terbentuk tersebut. Koloboma juga bisa terjadi pada satu mata saja, atau pada kedua mata sekaligus. Kondisi ini termasuk langka, sehingga penting bagi orang tua untuk memahami sejak awal apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana dampaknya terhadap penglihatan anak.
Penyebab dari Koloboma
Sampai saat ini, penyebab pasti dari penyakit ini masih belum dipahami secara menyeluruh. Namun, para ahli menduga bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan besar dalam terjadinya kondisi ini. Beberapa anak dengan Koloboma memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa, atau memiliki kelainan genetik tertentu yang meningkatkan resikonya. Beberapa sindrom seperti sindrom CHARGE atau sindrom Coloboma juga sering dikaitkan dengan Koloboma karena keduanya mempengaruhi proses perkembangan organ bayi sejak dalam kandungan.
Selama masa awal pembentukan mata (sekitar minggu ke-5 hingga ke-7 kehamilan), ada struktur yang disebut fissure embrional yang seharusnya menutup secara sempurna. Bila proses penutupan ini tidak berjalan seperti seharusnya, baik karena mutasi gen, paparan lingkungan tertentu, atau faktor lain yang belum sepenuhnya dipahami, maka terjadilah Coloboma.
Jenis-jenis koloboma
Koloboma dapat terjadi pada berbagai bagian mata, dan setiap jenis memiliki ciri serta dampak berbeda. Berikut penjelasannya:
- Koloboma Iris
Ini adalah jenis yang paling umum. Pada kondisi ini, sebagian iris tidak terbentuk sempurna sehingga pupil tampak menyerupai celah atau lubang kunci. Penderita biasanya lebih sensitif terhadap cahaya terang dan dapat mengalami penglihatan kabur ringan hingga sedang.
- Koloboma Lensa
Terjadi ketika sebagian lensa mata tidak berkembang. Hal ini bisa memicu Katarak sejak dini atau membuat bentuk lensa tidak simetris. Penglihatan penderita bisa menjadi buram atau bergelombang.
- Koloboma Retina
Jenis ini cukup serius karena Retina adalah bagian yang menangkap cahaya. Jika area makula ikut terdampak, kemampuan melihat detail bisa menurun drastis. Penderita mungkin mengalami bintik buta atau gangguan lapang pandang.
- Koloboma Saraf Optik
Saraf optik adalah bagian utama yang mengirimkan informasi penglihatan ke otak. Jika bagian ini tidak terbentuk sempurna, penglihatan bisa sangat terpengaruh, bahkan berpotensi menyebabkan kebutaan pada kasus berat.
- Koloboma Kelopak Mata
Pada kondisi ini, kelopak mata tampak memiliki lekukan atau bagian yang hilang. Dampaknya bisa berupa mata mudah kering, iritasi, atau masalah perlindungan mata secara keseluruhan.
Baca juga:
– Operasi Katarak Gratis 2025
– Munculnya Kutu di Bulu Mata: Gejala dan Cara Menghilangkannya
– LASIK
Gejala Koloboma

Gejala Koloboma bisa berbeda-beda pada setiap orang karena semuanya bergantung pada bagian mata mana yang terdampak dan seberapa besar kelainan yang terjadi. Ada penderita yang hanya mengalami perubahan bentuk mata tanpa gangguan penglihatan berarti, namun ada juga yang mengalami gejala yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Supaya lebih mudah dipahami, berikut beberapa gejala umum yang sering muncul pada kondisi coloboma:
- Pupil Tidak Berbentuk Bulat Sempurna
Ini adalah gejala yang paling mudah terlihat, terutama pada coloboma iris. Alih-alih bulat sempurna, pupil bisa tampak seperti celah atau menyerupai lubang kunci. Selain mengubah tampilan mata, bentuk pupil yang tidak normal juga dapat mempengaruhi cara cahaya masuk ke mata sehingga berpotensi mengganggu penglihatan.
- Penglihatan Kabur atau Terdistorsi
Pada beberapa kasus, coloboma membuat penglihatan tidak setajam biasanya. Penderita mungkin merasa penglihatannya seperti buram, bergelombang, atau terdistorsi. Gejala ini muncul jika coloboma terjadi pada bagian lensa, Retina, atau saraf optik. Tingkat gangguan penglihatan bisa ringan, namun bisa juga cukup parah tergantung pada lokasi dan ukuran coloboma.
- Sensitivitas Terhadap Cahaya (Fotofobia)
Banyak penderita coloboma, terutama coloboma Iris, merasa silau atau tidak nyaman saat berada di tempat terang. Hal ini terjadi karena pupil yang bentuknya tidak normal tidak dapat mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan baik. Akibatnya, cahaya yang terlalu terang bisa terasa menyakitkan atau mengganggu fokus penglihatan.
- Lapang Pandang Menyempit
Jika coloboma mempengaruhi Retina atau saraf optik, penderita bisa mengalami penyempitan lapang pandang. Mereka mungkin sulit melihat objek yang berada di bagian samping (peripheral vision), sehingga pandangan terasa lebih sempit. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas tertentu seperti mengemudi, bersepeda, hingga olahraga.
- Strabismus (Mata Juling)
Pada sebagian kecil kasus, coloboma dapat menyebabkan mata juling atau strabismus. Hal ini dapat terjadi karena gangguan penglihatan yang membuat kedua mata tidak bisa fokus bersama, atau karena adanya kelainan pada otot penggerak bola mata. Strabismus bukan hanya mempengaruhi penampilan, tapi juga bisa menimbulkan penglihatan ganda atau membuat satu mata bekerja lebih keras dibandingkan mata lainnya.
Baca juga:
– Apa itu Anisocoria? Ini Penjelasannya
– Operasi Katarak
– Cara Memilih Tempat Lasik yang Kredibel, Kenapa NEC Pilihan Tepat?
Apakah Koloboma Bisa Bertambah Parah?

Secara umum, Koloboma tidak bertambah parah seiring waktu. Kondisi bawaan ini biasanya sudah stabil sejak bayi lahir dan bentuknya tidak berubah menjadi lebih besar atau lebih berat. Jadi, apa yang terlihat saat pertama kali didiagnosa oleh dokter mata itulah yang akan tetap terjadi hingga dewasa. Banyak penderita Koloboma juga tidak mengalami gangguan penglihatan yang berat, terutama bila kelainannya termasuk ringan.
Namun, penting untuk tetap waspada karena beberapa masalah mata lain dapat muncul di kemudian hari, seperti Katarak, Glaukoma, atau penurunan penglihatan tertentu. Ini bukan berarti Koloboma semakin parah, melainkan bagian mata yang tidak berkembang sempurna bisa menjadi lebih rentan terhadap gangguan tambahan. Karena itu, pemeriksaan mata rutin sangat disarankan agar setiap perubahan bisa terpantau sejak awal.
Apakah Koloboma Dapat Disembuhkan?
Sayangnya, hingga saat ini Koloboma tidak dapat disembuhkan karena kondisi ini sudah terjadi sejak masa perkembangan janin di dalam kandungan. Namun, bukan berarti penderita tidak bisa hidup dengan penglihatan yang baik. Penanganan Koloboma lebih difokuskan untuk memaksimalkan fungsi penglihatan dan membantu mengatasi keluhan yang muncul. Biasanya dokter akan merekomendasikan penggunaan kacamata atau lensa kontak, terapi penglihatan, hingga operasi bila diperlukan. Misalnya jika ada kelainan pada kelopak mata atau masalah tambahan yang mengganggu kenyamanan dan fungsi mata.
Walaupun tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, penanganan yang tepat bisa membuat penderita menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Kuncinya adalah pemeriksaan rutin dan penanganan sedini mungkin, terutama jika muncul gejala penglihatan kabur, sensitivitas cahaya, atau gangguan lain yang mengarah pada Koloboma. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala terkait Koloboma maupun keluhan mata lainnya, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dokter mata ataupun memeriksakan diri ke Klinik Mata KMU agar mendapatkan penanganan terbaik dari dokter spesialis mata.
Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!



