Bahaya Computer Vision Syndrome Pada Anak Semenjak Pandemi
Diposting oleh :

Bahaya Computer Vision Syndrome Pada Anak Semenjak Pandemi

Halo Sahabat KMU, kalian pasti tahu kan semenjak pandemi COVID-19 melanda, banyak anak-anak yang harus menjalani pembelajaran jarak jauh atau daring. Yang mana mengharuskan mereka untuk menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar gadget. Situasi ini telah meningkatkan risiko munculnya Computer Vision Syndrome pada anak, sebuah kondisi yang membuat mata menjadi tegang dan terasa tidak nyaman akibat penggunaan komputer maupun gadget yang berkepanjangan.

Masalah ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa, anak-anak yang menggunakan komputer atau gadget untuk sekolah online sepanjang hari juga rentan terkena gangguan ini, terutama jika pencahayaan dan posisi tidak ideal. Dalam artikel kali ini kita akan membahas penyebab dan cara mengatasi Computer Vision Syndrome pada anak, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman. Yuk langsung aja simak pembahasannya!

Apa Itu Computer Vision Syndrome?

Apa Itu Computer Vision Syndrome_

Sebelum kita bahas tentang bahaya Computer Vision Syndrome pada anak, kita cari tahu dulu yuk apa CVS itu sendiri. Computer Vision Syndrome (CVS) atau yang memiliki nama medis sebagai visual fatigue atau digital eye strain, adalah kondisi yang seringkali muncul akibat penggunaan perangkat seperti laptop, ponsel, dan tablet.

Meskipun kondisi ini lebih sering dialami oleh orang dewasa yang bekerja di kantor, anak-anak yang sekarang banyak belajar online juga tidak luput dari risiko CVS. Penyebab utamanya adalah paparan blue light atau lebih dikenal dengan sinar biru dari layar, serta kebiasaan menatap layar secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Ketika anak-anak membaca atau menonton dengan fokus tinggi pada layar, mata mereka bekerja ekstra keras, sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah. Itulah mengapa penting bagi kita untuk memahami apa itu Computer Vision Syndrome, sehingga kita bisa mengenali gejalanya sejak awal dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi mata anak-anak kita.

Baca juga:
Operasi Katarak
LASIK
Sering Kedutan? Waspada Pola Hidup Tak Sehat!

Gejala CVS (Computer Vision Syndrome)

Penelitian menunjukkan bahwa antara 50% dan 90% orang yang menggunakan atau menatap layar komputer dengan jangka waktu yang lama mengalami beberapa gejala Computer Vision Syndrome (CVS). Anak-anak yang terkena CVS mungkin tidak merasakan semua gejala sekaligus, namun ada beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai, gejala-gejala ini meliputi:

  • Penglihatan yang kabur, ganda, atau tidak fokus
  • Iritasi mata
  • Mata kering
  • Mata lelah
  • Nyeri pada leher atau punggung
  • Sakit kepala 

Jenis gejala yang dialami setiap anak bisa berbeda, tergantung pada kondisi mata yang dialaminya, jumlah waktu yang dihabiskan untuk menatap layar, dan apakah anak memiliki masalah penglihatan yang belum terdiagnosis. Sebagian besar gejala ini biasanya bersifat sementara dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, ada juga beberapa kasus di mana gejala bisa berlanjut.

Jika gejala Computer Vision Syndrome pada anak terus berlanjut, penting bagi orang tua untuk mengambil langkah-langkah perawatan yang tepat. Seperti mengatur lama penggunaan komputer, memastikan pencahayaan ruangan yang baik, dan memberikan istirahat yang cukup bagi mata dapat membantu mengurangi gejala CVS dan menjaga kesehatan mata anak-anak kita.

Baca juga:
Operasi Katarak Gratis
Katarak
4 Kasus Darurat Pada Mata, Harus Segera Ditangani

Penyebab Computer Vision Syndrome Pada Anak

Penyebab Computer Vision Syndrome Pada Anak

Computer Vision Syndrome pada anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan cara mereka menggunakan komputer maupun melihat layar. Saat anak menatap layar, mata mereka terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya dan melakukan fokus dalam waktu yang lama, sehingga otot mata harus bekerja lebih keras. Selain itu, terkadang ada beberapa gambar pada layar komputer yang mungkin ngeblur atau tidak terlalu tajam, sehingga secara tidak sadar anak akan memaksa mata untuk lebih fokus saat membacanya. 

Berikut beberapa penyebabnya meliputi:

  • Penggunaan gadget atau komputer yang terlalu lama.
  • Pencahayaan layar yang terlalu terang atau silau, sehingga menambah beban kerja mata.
  • Pencahayaan ruang yang kurang.
  • Posisi duduk atau menatap layar yang tidak baik.
  • Jarak pandang layar yang tidak sesuai.
  • Penggunaan layar juga cenderung membuat frekuensi berkedip menjadi lebih berkurang, yang akhirnya dapat menyebabkan mata kering atau bahkan mata merah.

 

Semua faktor ini berkontribusi pada terjadinya Computer Vision Syndrome pada anak, yang membuat mata mereka cepat lelah dan tidak nyaman. Dengan memahami penyebab-penyebab ini, kita bisa lebih waspada dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko Computer Vision Syndrome pada anak.

Tips Untuk Mencegah Computer Vision Syndrome Pada Anak

Tips Mencegah Computer Vision Syndrome Pada Anak

Untuk mencegah gejala Computer Vision Syndrome pada anak, berikut beberapa tips yang bisa kalian lakukan:

  • Pengaturan sumber cahaya: Pastikan ruangan tidak terlalu redup agar kontras pada layar tidak berlebihan, yang bisa membuat mata anak tidak nyaman. Kalian juga bisa mengatur pencahayaan gadget anak agar tidak terlalu terang, karena pencahayaan yang terlalu terang dapat membuat mata anak mudah lelah.
  • Melakukan Teknik 20-20-20: Ingatkan anak untuk mengistirahatkan mata setiap 20 menit dengan menatap objek berjarak 20 kaki atau sekitar 6 meter selama 20 detik. Teknik ini sangat efektif untuk mencegah Computer Vision Syndrome pada anak.
  • Atur posisi penggunaan gadget: Pastikan posisi kepala anak tetap nyaman. Sebaiknya layar diatur 15-20 derajat di bawah pandangan mata (dihitung dari tengah layar) dan sekitar 20-28 inci dari mata.
  • Perhatikan postur dan cara duduk: Hindari bermain gadget sambil tiduran. Ajari anak untuk tetap memiliki postur dan cara duduk yang baik saat menggunakan gadget.
  • Ingatkan untuk lakukan peregangan: Ajak anak untuk bangun dan melakukan peregangan sederhana serta relaksasi otot bahu dan leher agar tidak kaku.
  • Jangan lupa untuk berkedip: Ingatkan anak untuk selalu berkedip secara teratur saat menggunakan gadget, karena berkedip membantu melembabkan mata dan mencegah mata kering.
  • Waktu penggunaan gadget: Batasi waktu penggunaan komputer pada anak maksimal 2 jam dalam sehari untuk mengurangi risiko Computer Vision Syndrome pada anak.
  • Gunakan obat tetes air mata buatan: Jika perlu, teteskan air mata buatan untuk membantu mengurangi gejala mata kering. Pastikan obat tetes tersebut tidak mengandung bahan aktif obat atau pengawet agar tidak menyebabkan efek samping pada mata.
  • Gunakan kacamata yang tepat: Pastikan anak menggunakan alat bantu penglihatan seperti kacamata dengan lensa yang sesuai jika menderita rabun jauh, rabun dekat, mata Silinder, atau mata tua. Kacamata yang tepat dapat membantu meringankan kerja mata.

 

Dengan mengikuti tips-tips ini, kalian bisa membantu mencegah Computer Vision Syndrome pada anak. Selain itu, ingatkan anak untuk istirahat yang cukup dan rajin mengkonsumsi sayur serta buah-buahan yang mengandung vitamin A untuk menjaga kesehatan mata. Jika kalian merasa anak mengalami CVS, sebaiknya segera lakukan konsultasi dokter mata.

Dokter mata dapat membantu memberikan diagnosis serta penanganan yang tepat untuk kondisi mata anak agar kondisi tidak semakin memburuk atau semakin parah. Sekian pembahasan kita kali ini mengenai Computer Vision Syndrome pada anak, semoga tips-tips diatas dapat bermanfaat, terima kasih.

Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!

Bagikan:

Berikan Komentar