Mata merupakan organ vital yang memungkinkan kita menikmati keindahan dunia. Namun, berbagai kondisi kesehatan dapat mengancam fungsinya, salah satunya adalah Brown McLean Syndrome. Sindrom ini mungkin masih asing di telinga masyarakat awam, namun pemahaman akan gangguan mata ini penting untuk deteksi dan penanganan dini.
Daftar Isi
ToggleApa itu Brown McLean Syndrome pada Mata?
Brown McLean Syndrome adalah suatu kondisi oftalmologi yang relatif langka, terutama menyerang bagian perifer (tepi) kornea mata. Secara spesifik, Brown McLean Syndrome ditandai dengan penumpukan lemak (lipid) dan kalsium di lapisan endotel kornea, tepatnya di area perifer. Kondisi ini pertama kali dideskripsikan secara rinci oleh dokter mata bernama Brown dan McLean, yang kemudian namanya diabadikan sebagai Brown McLean Syndrome.
Penting untuk dipahami bahwa penyakit ini seringkali tidak muncul sendirian. Sindrom ini sangat erat kaitannya dengan riwayat operasi katarak, terutama pada masa lalu ketika teknik operasi dan lensa intraokular (LIO) yang digunakan berbeda dengan yang modern sekarang. Meski begitu, pemahaman tentang Brown McLean Syndrome tetap relevan karena dapat terjadi pada pasien yang telah menjalani operasi mata bertahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, kesadaran akan penyakit ini sangat penting bagi mereka yang memiliki riwayat bedah mata lama.
Penyebab Brown McLean Syndrome

Penyebab pasti dari Brown McLean Syndrome masih menjadi subjek penelitian, namun para ahli sepakat bahwa kondisi ini sangat berkorelasi dengan beberapa faktor. Faktor utama yang diidentifikasi adalah:
- Riwayat Bedah Katarak Intra/Extrakapsular
Pasien yang menjalani operasi katarak dengan teknik lama (sebelum era fakoemulsifikasi) memiliki risiko lebih tinggi. Penggunaan lensa intraokular (LIO) jenis iris-clip atau anterior chamber tertentu pada masa itu diduga menjadi pemicu.
- Trauma atau Iritasi Kronis
Iritasi kronis pada bilik mata depan (anterior chamber) akibat adanya lensa buatan atau perubahan dinamika cairan mata diduga memicu respons endotel yang abnormal, yang pada akhirnya mengarah pada Brown McLean Syndrome.
- Faktor Usia dan Waktu
- Penyakit ini biasanya muncul bertahun-tahun (seringkali puluhan tahun) setelah operasi katarak awal dilakukan. Ini menunjukkan proses degeneratif yang berlangsung lambat.
- Gangguan Endotel Kornea. Sel endotel adalah lapisan sel di bagian dalam kornea yang berfungsi memompa keluar cairan untuk menjaga kornea tetap jernih. Kerusakan atau disfungsi sel-sel ini akibat proses bedah atau usia diduga menjadi landasan berkembangnya Brown McLean Syndrome.
Baca Juga :
Gejala dan Diagnosis
Pada tahap awal, penyakit ini seringkali tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Gejala biasanya mulai terasa ketika penumpukan di perifer kornea meluas atau mulai mempengaruhi penglihatan.
Gejala yang mungkin dialami pasien meliputi:
- Penglihatan kabur atau berkabut, terutama jika endapan mulai meluas ke area pusat kornea.
- Silau (glare) ketika melihat cahaya, misalnya saat berkendara malam hari.
- Penurunan ketajaman penglihatan secara bertahap.
- Seringkali, pasien tidak merasakan nyeri atau kemerahan yang berarti. Perubahan biasanya sangat perlahan.
Diagnosis Brown McLean Syndrome memerlukan pemeriksaan mata lengkap oleh dokter spesialis mata (ophthalmologist). Pemeriksaan kunci untuk mendeteksi penyakit ini adalah:
- Pemeriksaan Slit-Lamp Biomikroskop. Ini adalah pemeriksaan utama. Dokter mata akan melihat ciri khas Brown McLean Syndrome, yaitu adanya bercak putih keabuan (berupa lipid dan kalsium) berbentuk seperti cincin di endotel kornea perifer.
- Pachymetry untuk mengukur ketebalan kornea.
- Specular Microscopy, Pemeriksaan ini sangat penting untuk mengevaluasi kesehatan, bentuk, dan kepadatan sel-sel endotel kornea. Pada penyakit ini, biasanya terlihat penurunan jumlah dan perubahan bentuk sel endotel.
- Pemeriksaan Tekanan Intraokular dan fundus untuk menilai kesehatan mata secara keseluruhan.
Baca Juga :
Konsultasi Mata di Rumah Saat Keluhan Mata Tak Bisa Ditunda!
Cara Mengatasi Brown McLean Syndrome

Penanganan Brown McLean Syndrome sangat beragaml, tergantung pada tingkat keparahan, gejala yang dialami pasien, dan apakah kondisi ini mengancam penglihatan. Tidak semua kasus Brown McLean Syndrome memerlukan intervensi segera.
Terapi Medis
Sampai saat ini, tidak ada obat tetes mata atau obat sistemik yang terbukti dapat menghilangkan endapan kalsium dan lipid pada Brown McLean Syndrome. Terapi medis lebih difokuskan pada:
- Pemantauan rutin untuk kasus yang stabil dan tanpa gejala penglihatan, dokter akan menyarankan pemeriksaan berkala misalnya setiap 6 atau 12 bulan untuk memantau perkembangan Brown McLean Syndrome.
- Jika ada keluhan silau, dapat dipertimbangkan kacamata dengan lapisan anti-reflektif.
- Penggunaan air mata buatan dapat membantu menjaga kenyamanan permukaan mata.
Perawatan Bedah
Intervensi bedah dipertimbangkan ketika Brown McLean Syndrome menyebabkan penurunan penglihatan yang signifikan atau berisiko menyebabkan komplikasi lebih lanjut.
- Penetrating Keratoplasty (PKP) / Transplantasi Kornea Penuh. Ini adalah standar medis jika kornea telah mengalami edema (pembengkakan) parah atau endapan sangat tebal. Jaringan kornea donor yang sehat akan menggantikan kornea pasien.
- Endothelial Keratoplasty (DSEK/DMEK). Teknik transplantasi lapisan endotel yang lebih modern. Hanya lapisan endotel yang rusak yang diganti, sehingga pemulihan lebih cepat dan risiko komplikasi seperti astigmatisme tinggi lebih kecil. Teknik ini semakin menjadi pilihan untuk menangani disfungsi endotel pada Brown McLean Syndrome.
- Phototherapeutic Keratectomy (PTK) dengan EDTA. Prosedur laser excimer (PTK) dikombinasikan dengan aplikasi larutan EDTA (chelating agent) digunakan untuk mengikis endapan kalsium di permukaan kornea. Namun, efektivitasnya pada Brown McLean Syndrome yang melibatkan endotel lebih dalam mungkin terbatas.
Brown McLean Syndrome adalah kondisi mata yang unik dan berkaitan erat dengan riwayat operasi katarak di masa lalu. Meski berkembang lambat dan sering tanpa gejala awal, pemahaman akan Brown McLean Syndrome sangatlah krusial. Deteksi dini melalui pemeriksaan mata rutin, terutama bagi mereka yang pernah menjalani operasi mata bertahun-tahun silam, adalah kunci untuk mencegah gangguan penglihatan yang lebih berat. Jika Anda atau keluarga memiliki riwayat operasi katarak dan mengalami perubahan penglihatan, konsultasikan ke dokter mata.
Simak informasi lainnya di video dibawah ini ya



