Pertolongan Pertama Mata
Diposting oleh :

Jangan Dikucek! Ini Pertolongan Pertama Mata Saat Terkena Sabun, Cairan Kimia & Debu

Mata merupakan organ yang sangat sensitif. Paparan sabun, cairan kimia, debu, hingga benda asing dapat menyebabkan iritasi ringan maupun cedera serius apabila tidak segera ditangani. Sayangnya, masih banyak orang yang justru mengucek mata ketika terasa perih. Padahal, kebiasaan tersebut dapat memperparah kondisi mata dan meningkatkan risiko terjadinya luka pada kornea.

Mengetahui pertolongan pertama mata yang benar sangat penting agar kerusakan dapat diminimalkan sebelum mendapatkan penanganan medis. Dalam beberapa kasus, tindakan sederhana yang dilakukan dalam hitungan menit dapat membantu menyelamatkan fungsi penglihatan. Berikut panduan lengkap mengenai pertolongan pertama mata yang perlu Anda ketahui.

Reaksi Pertama yang Harus Dilakukan Saat Mata Terkontaminasi

Pertolongan Pertama Mata

Langkah awal sangat menentukan tingkat keparahan cedera mata. Apa pun penyebabnya, baik sabun, debu, asap, maupun cairan kimia, jangan langsung mengucek mata.

Berikut pertolongan pertama mata yang dianjurkan:

1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Rasa perih memang membuat refleks seseorang ingin menggosok mata. Namun, mengucek mata dapat membuat partikel asing menggores permukaan kornea.

2. Identifikasi Penyebab Kontaminasi

Cari tahu apakah mata terkena:

  • Sabun atau sampo
  • Debu atau pasir
  • Cairan pembersih rumah tangga
  • Cairan laboratorium
  • Kapur, semen, atau bahan bangunan
  • Asap atau uap kimia

Jenis zat yang masuk ke mata akan menentukan tingkat kegawatannya.

3. Lepaskan Lensa Kontak

Apabila menggunakan lensa kontak, segera lepaskan sebelum melakukan pembilasan. Lensa dapat menjebak cairan kimia sehingga memperpanjang paparan terhadap jaringan mata.

4. Segera Bilas Mata

Semakin cepat dilakukan pertolongan pertama mata, semakin kecil risiko kerusakan permanen.

Langkah-Langkah Irigasi Mata Secara Mandiri di Rumah

Irigasi mata adalah proses membilas mata menggunakan air bersih atau cairan saline steril untuk menghilangkan zat asing.

Berikut langkah yang benar.

Gunakan Air Mengalir Bersih

Air keran yang mengalir umumnya sudah cukup aman digunakan sebagai pertolongan pertama mata dalam kondisi darurat.

Miringkan Kepala

Posisikan kepala ke arah mata yang terkena agar cairan tidak mengalir ke mata satunya.

Buka Kelopak Mata

Gunakan jari untuk membuka kelopak mata agar air dapat membersihkan seluruh permukaan bola mata.

Bilas Selama 15–30 Menit

Apabila mata terkena cairan kimia, lakukan pembilasan minimal selama 15 hingga 30 menit tanpa berhenti.

Kedipkan Mata Berulang Kali

Berkedip membantu mengeluarkan sisa partikel asing yang masih menempel.

Gunakan Cairan Saline Jika Ada

Larutan saline steril dapat menjadi pilihan terbaik untuk pertolongan pertama mata, terutama apabila tersedia di rumah atau kotak P3K.

Apabila setelah pembilasan mata masih terasa nyeri, buram, atau sulit dibuka, segera lakukan konsultasi dokter mata agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga : Operasi Katarak Gratis

Hal-Hal Terlarang Saat Mata Mengalami Iritasi Akut

Pertolongan Pertama Mata

Selain mengetahui cara yang benar, penting pula memahami tindakan yang justru dapat memperparah kondisi.

Jangan Mengucek Mata

Gesekan dapat menyebabkan abrasi kornea dan memperbesar luka.

Jangan Meneteskan Obat Mata Sembarangan

Tidak semua obat tetes mata cocok untuk semua kondisi. Penggunaan obat yang tidak sesuai justru dapat memperburuk iritasi.

Jangan Menggunakan Air yang Tidak Bersih

Hindari menggunakan air kolam, air sungai, maupun air yang kualitas kebersihannya diragukan.

Jangan Memaksakan Mengambil Benda yang Menancap

Apabila terdapat benda asing yang menancap di mata, jangan mencoba mencabutnya sendiri.

Segera menuju fasilitas kesehatan agar dokter mata dapat melakukan penanganan secara aman.

Jangan Menunda Pemeriksaan

Banyak orang merasa mata akan sembuh sendiri. Padahal, beberapa cedera mata baru menunjukkan gejala serius beberapa jam kemudian.

Melakukan pertolongan pertama mata memang penting, tetapi pemeriksaan medis tetap diperlukan apabila keluhan tidak membaik.

Mengenal Perbedaan Iritasi Mata Ringan dan Luka Bakar Kimia

Tidak semua mata merah memiliki tingkat keparahan yang sama.

Iritasi Mata Ringan

Gejalanya meliputi:

  • Mata merah
  • Perih ringan
  • Berair
  • Sedikit mengganjal
  • Penglihatan tetap normal

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh debu, asap, atau sabun, dan sering membaik setelah dilakukan pertolongan pertama mata yang tepat.

Luka Bakar Kimia

Luka bakar kimia merupakan kondisi darurat medis.

Gejalanya meliputi:

  • Nyeri hebat
  • Mata sulit dibuka
  • Penglihatan kabur
  • Mata sangat merah
  • Kelopak mata membengkak
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Keluar cairan berlebihan

Bahan kimia seperti cairan pembersih toilet, pemutih, soda api, semen, hingga bahan industri dapat merusak kornea hanya dalam hitungan menit.

Semakin cepat dilakukan pertolongan pertama mata berupa irigasi dan pemeriksaan medis, semakin besar peluang mempertahankan penglihatan.

Cedera kimia yang terlambat ditangani dapat menyebabkan jaringan parut kornea hingga kehilangan penglihatan permanen.

Kapan Anda Harus Segera Menuju IGD Rumah Sakit Mata?

Tidak semua iritasi mata cukup ditangani di rumah. Segera datang ke IGD apabila mengalami kondisi berikut:

  • Mata terkena cairan kimia kuat.
  • Penglihatan menjadi kabur atau menurun.
  • Nyeri hebat tidak membaik setelah pembilasan.
  • Mata sulit dibuka.
  • Terdapat benda asing yang menancap.
  • Keluar darah dari mata.
  • Mata tetap merah lebih dari 24 jam.
  • Terjadi pembengkakan berat.
  • Anak mengalami cedera mata akibat bahan kimia.
  • Mata terasa sangat silau disertai penurunan penglihatan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh menggunakan alat khusus untuk memastikan tidak ada luka pada kornea maupun struktur mata lainnya.

Dalam beberapa kondisi, pasien memerlukan obat antibiotik, obat antiinflamasi, hingga tindakan lanjutan untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Penting dipahami bahwa gangguan mata akibat cedera berbeda dengan penyakit degeneratif seperti katarak. Cedera mata memerlukan penanganan darurat, sedangkan katarak berkembang secara perlahan dan umumnya memerlukan operasi katarak ketika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Sementara itu, gangguan refraksi seperti mata minus dapat ditangani dengan kacamata atau prosedur lasik pada pasien yang memenuhi syarat.

Menjaga kesehatan mata tidak hanya dilakukan dengan menghindari cedera, tetapi juga melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Jika Anda mengalami keluhan mata merah, perih, buram, atau cedera akibat benda asing maupun bahan kimia, jangan menunda untuk melakukan konsultasi dokter mata. Penanganan yang cepat oleh dokter mata dapat mencegah komplikasi serius dan membantu mempertahankan kualitas penglihatan Anda.

Tonton video menarik lainnya di channel Dokter Mata: 

Bagikan:

Berikan Komentar