Loiasis
Diposting oleh :

Loiasis : Infeksi Cacing yang Menyerang Mata

Infeksi cacing dapat menyerang mata. Ini yang terjadi saat seorang mengidap Loiasis, yang sering juga disebut cacing mata Afrika. Bagaimana infeksi cacing ini bisa terjadi dan menyerang mata? Seperti apa cara pengobatannya dan bagaimana pencegahannya? Yuk, simak uraian dan penjelasannya di bawah ini.

Penyebab Loiasis

Loiasis disebabkan oleh cacing gelang Loa-loa, yang merupakan cacing filaria (cacing gelang parasit).

Seseorang bisa terkena Loiasis jika digigit oleh lalat Chrysops yang terinfeksi dan membawa parasit tersebut. Lalat ini hidup dan berkembang biak di beberapa hutan hujan di Afrika Barat dan Afrika Tengah.

Nah, Cacing Loa-loa ini merupakan parasit yang dapat berkembang biak dan hidup di dalam tubuh manusia. Ketika mereka memasuki tubuh, biasanya mereka tinggal di dalam darah, paru-paru, sistem limfatik (bagian dari sistem kekebalan tubuh di mana sel-sel darah tertentu dibuat), dan jaringan subkutan (jaringan di bawah kulit).

Dari jaringan subkutan, cacing dewasa dapat bermigrasi, termasuk antara ke bagian permukaan mata atau di bawah Konjungtiva (lapisan tipis dan transparan yang menutupi bagian putih mata). 

Gejala Loiasis

Gejala Loiasis sendiri dapat bervariasi. Mulai dari ringan hingga berat. Bergantung pada tingkat infeksi dan respons masing-masing individu yang terinfeksi parasit Loa-loa. 

Salah satu gejala khas Loiasis adalah munculnya pembengkakan sementara di bawah kulit yang diistilahkan sebagai Calabar swellings. Pembengkakan ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh dan biasanya tidak menyebabkan rasa sakit.

Loiasis
Cacing Loa-loa tiimbulkan pembengkakan. Foto: acadderm.com.

Ketika cacing Loa-loa Cacing bermigrasi di permukaan mata atau di bawah Konjungtiva,gejala yang muncul dapat berupa:

  • Rasa tidak nyaman atau nyeri di mata.
  • Kemerahan pada mata.
  • Sensasi ada yang bergerak-gerak di mata.
  • Gangguan penglihatan, dalam kasus yang lebih jarang terjadi.

Pada beberapa kasus, Loiasis juga dapat menyebabkan gejala umum sebagai berikut.

  • Sakit kepala.
  • Mual atau muntah.
  • Kelelahan atau lemah.
  • Gatal-gatal pada kulit.

Ketika mengalami gejala-gejala tersebut, terutama yang terkait dengan kondisi mata, melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata tentu saja sangat dianjurkan.

 

Baca juga:

Operasi Katarak

Operasi Katarak Gratis

 

Cara Pengobatan Loiasis

Pengobatan Loiasis umumnya melibatkan penggunaan obat-obatan yang efektif melawan parasit Loa-loa. Obat utama yang digunakan salah satunya yaitu dietilkarbamazin (DEC). 

DEC adalah obat antiparasit yang bekerja dengan membunuh cacing Loa-loa dewasa dalam tubuh. Biasanya diberikan dalam serangkaian pengobatan selama beberapa hari atau minggu. Tergantung pada tingkat keparahan infeksi.

DEC efektif dalam mengurangi jumlah mikrofilaria yang beredar dalam darah.

Selain DEC, ada pula ivermektin, yang digunakan untuk mengobati Loiasis. Terutama di daerah di mana Onchocerciasis (buta sungai) juga endemik. Ivermektin bekerja dengan melumpuhkan dan membunuh cacing dewasa serta mikrofilaria.

Ivermektin sering digunakan dalam program administrasi obat massal untuk mengendalikan Onchocerciasis maupun Loiasis.

Pemilihan obat dan durasi pengobatan dapat bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan individu, tingkat keparahan infeksi, dan apakah ada infeksi lain yang bersamaan.

Baik DEC maupun ivermektin dapat menyebabkan reaksi seperti demam, gatal-gatal, dan pembengkakan akibat pelepasan toksin dari parasit yang mati. Oleh karena itu, penting untuk memantau sejauh mana efek sampingnya.

 

Baca juga:

Katarak

LASIK

 

Langkah Pencegahan

Langkah pencegahan penting terhadap serangan Loiasis yaitu menghindari gigitan lalat Chrysops, khususnya bagi mereka yang sedang berada atau bepergian ke daerah endemik.

Gunakan pengusir serangga pada kulit yang terbuka, terutama saat siang hari ketika lalat Chrysops aktif. Kenakan pakaian lengan panjang, celana panjang, dan topi untuk meminimalkan kulit yang terbuka.

Gunakan busana atau pakaian lainnya yang telah semprot dengan permetrin untuk perlindungan tambahan. Coba hindari kawasan hutan yang padat dan daerah di dekat sungai atau rawa-rawa di mana lalat Chrysops umumnya ditemukan.

Lalat Chrysops paling aktif saat siang hari, jadi jika memungkinkan, atur kegiatan di luar ruangan sesuai dengan waktu tersebut. Pertimbangkan menggunakan kelambu  jaring halus di sekitar area tidur untuk mencegah masuknya lalat Chrysops.

Loiasis
Gigitan lalat Chrysops yang telah terinfeksi cacing filaria dapat menyebabkan Loiasis. Foto: freenatureimages.eu.

Sebelum bepergian ke daerah endemik, terutama di Afrika bagian tengah dan barat di mana kasus Loiasis umum terjadi, sebaiknya konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan atau tenaga medis maupun dokter mata.

Mereka diharapkan dapat memberikan saran khusus berdasarkan informasi epidemiologi terkini dan merekomendasikan langkah-langkah pencegahan atau obat yang sesuai jika diperlukan.

Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang diperlukan, mereka yang berada atau bepergian ke daerah endemik dapat mengurangi risiko terkena Loiasis secara signifikan.

Agar tidak ketinggalan update informasi dan edukasi seputar kesehatan mata, simak dan ikuti terus kanal-kanal medsos doktermata.co.id.

 

Saksikan juga video lain tentang kesehatan mata di bawah ini : 

 

Bagikan:

Berikan Komentar