Mata sering berkedip terus-menerus boleh jadi sebagai tanda adanya gangguan pada kesehatan mata. Kondisi ini mungkin kalian anggap remeh. Padahal, bisa jadi ini terkait dengan masalah serius seperti Mata Kering, stres, atau bahkan gangguan saraf. Maka, jika kalian mengalami kondisi ini, penting sekali untuk mengenali ihwal apa penyebabnya agar secepatnya dapat menemukan solusi yang tepat dan efektif.
Daftar Isi
ToggleKenapa Mata Sering Berkedip Terus Menerus?
Pernah nggak sih, tiba-tiba mata kalian berkedip terus-menerus? Awalnya sih mungkin kalian anggap itu biasa-biasa saja. Tapi, lama-lama tak menutup kemungkinan malah bikin risih diri kalian. Apalagi kalau kalian lagi ngobrol bareng orang lain, jadi terlihat aneh ketika mata kalian sering berkedip-kedip.
Kira-kira, kenapa ini bisa terjadi?
Sebenarnya, mata berkedip itu wajar, kok. Normalnya, mata kita emang butuh berkedip buat menjaga kelembaban dan membersihkan debu atau kotoran kecil. Tapi, kalau mata sering berkedip dan kedipnya kayak “maraton” gitu tanpa henti, pasti deh ada sesuatu di balik kondisi ini
Secara umum, mata sering berkedip biasanya ini cuma reaksi sementara lantaran mata capek. Misalnya, karena kebanyakan scroll medsos, kurang tidur, atau habis kebanyakan ngopi. Pada kondisi seperti ini, mata kalian langsung bereaksi dengan cara berkedip terus-menerus. Kadang-kadang, kedipannya bisa kayak kedutan kecil di sekitar mata.
Faktor Pemicu Mata Sering Berkedip
Seperti telah diutarakan di muka, mata sering berkedip merupakan reaksi sementara. Namun, jika frekuensi berkedip terasa berlebihan atau disertai sensasi tidak nyaman, kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yang di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Stres dan kecemasan
Stres emosional atau kecemasan dapat memicu kontraksi otot-otot di sekitar mata. Kondisi ini menyebabkan mata sering berkedip. Dan ini merupakan reaksi tubuh terhadap tekanan yang dialami.
2. Kelelahan mata
Menatap layar komputer, ponsel, atau membaca dalam waktu lama tanpa istirahat dapat menyebabkan kelelahan mata. Mata yang lelah akan sering berkedip sebagai upaya untuk tetap menjaga kelembaban mata.
3. Iritasi mata
Debu, asap, atau paparan benda asing lainnya bisa menyebabkan iritasi mata. Kondisi ini sering membuat mata terasa gatal dan menyebabkan kita lebih sering berkedip.
4. Mata Kering
Ketika mata kekurangan cairan, tubuh secara refleks meningkatkan frekuensi berkedip untuk melembabkan permukaan mata. Mata kering sering dialami oleh mereka yang bekerja di ruangan ber-AC atau terlalu lama menatap layar digital.
5. Konsumsi kafein
Kafein dalam dosis tinggi dapat memicu stimulasi berlebihan pada sistem saraf, termasuk saraf yang mengontrol otot kelopak mata. Buntutnya, mata sering berkedip secara tidak terkontrol.
6. Efek obat-obatan
Beberapa jenis obat, seperti antidepresan atau obat untuk gangguan saraf, dapat pula menyebabkan efek samping berupa mata sering berkedip.
7. Blefarospasme
Pada kasus yang jarang terjadi, mata sering berkedip bisa menjadi gejala gangguan saraf seperti Blefarospasme atau bahkan gangguan yang lebih serius, seperti sindrom Tourette.
BACA JUGA:
Membaca Sambil Tiduran Sebabkan Mata Minus, Ini Faktanya
Operasi Katarak
Operasi Katarak Gratis
Solusi Sementara dan Perawatan di Rumah
Terkait iritasi mata, – yang juga dapat menyebabkan mata sering berkedip – menurut dr. Danti Ayu Irawati, Sp.M, dokter mata dari RS & Klinik Mata KMU, sebaiknya tidak mengucek-ngucek mata. “Pengucekan akan menyebabkan iritasi yang lebih hebat lagi,” katanya.
Penanganan pertama, jelas dr. Danti, adalah pembasuhan mata dengan air bersih. “Jika itu terjadi di rumah, penanganan pertama bilas dengan air bersih yang mengalir. Tapi, saya lebih menyarankan jika memang memiliki tetes mata berupa air mata buatan, bilas dulu dengan menggunakan air bersih itu,” sebutnya.
Sementara itu, untuk problem mata sering berkedip karena Mata Kering, berdasarkan penjelasan dr. Evy I Apidian,Sp.M, yang juga dokter mata dari RS & Klinik Mata KMU, juga dapat diatasi dengan obat tetes mata. Namun, sarannya, sebelumnya mesti melakukan konsultasi dokter mata terlebih dahulu.

“Pastikan kamu mendapatkan pengobatan dengan tetes mata yang benar,” dr. Evy mengingatkan.
BACA JUGA:
Fakta dan Mitos Kedutan, Yuk Simak!
Katarak
LASIK
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis
Kalian sebaiknya segera melakukan konsultasi dokter mata jika mengalami hal-hal berikut ini.
- Mata berkedip terus-menerus lebih dari seminggu.
- Munculnya gejala lain seperti penglihatan kabur, nyeri, atau pembengkakan.
- Kesulitan membuka mata karena kelopak mata terasa kaku.
- Perubahan drastis pada wajah (seperti kelopak mata turun).
Dokter mata biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik serta mungkin merekomendasikan tes tambahan untuk mendeteksi penyebab yang mendasari mata sering berkedip. Langkah penanganan yang diberikan antara lain mencakup:
- Obat tetes mata untuk mengatasi iritasi atau Mata Kering.
- Terapi botulinum toxin (Botox) untuk Blefarospasme.
- Penanganan spesifik untuk gangguan neurologis yang lebih serius
Secara keseluruhan, mata sering berkedip sering kali tidak berbahaya. Namun, jangan biarkan jika itu terjadi dalam jangka waktu lama dan diikuti dengan gejala-gejala lainnya.
Deteksi dini dan konsultasi dengan dokter mata sangat penting dilakukan demi mencegah komplikasi lebih lanjut yang bisa membahayakan penglihatan kalian.
Sumber: dr. Danti Ayu Irawati, Sp.M & dr. Evy I Apidian, Sp.M



