Mengenal Aphakia Mata Tanpa Lensa. Ini Penyebabnya! tumb
Diposting oleh :

Mengenal Aphakia: Mata Tanpa Lensa. Ini Penyebabnya!

Bayangkan kamera tanpa lensa. Dapatkah menangkap gambar yang jelas dan tajam? Tentu sulit. Hal serupa terjadi pada mata manusia ketika kehilangan lensa alaminya. Kondisi medis ini dikenal sebagai Aphakia. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang Aphakia, mulai dari definisi, penyebab, gejala, hingga langkah penanganannya. Pemahaman tentang tentang penyakit ini penting bagi masyarakat umum untuk menjaga kesehatan mata secara lebih komprehensif.

Pengertian Aphakia

Secara sederhana, aphakia adalah suatu keadaan di mana lensa mata tidak ada pada tempatnya yang seharusnya. Lensa mata kita, yang terletak di belakang pupil berfungsi seperti lensa kamera yang memfokuskan cahaya tepat di retina sehingga kita dapat melihat gambar dengan jelas. Ketika lensa ini hilang, mata kehilangan daya fokusnya yang sangat besar sekitar 30% dari total daya fokus mata.

Aphakia menyebabkan mata menjadi sangat rabun jauh (hipermetropia), dan gambaran yang diterima otak menjadi sangat buram dan tidak terfokus. Penting untuk dicatat bahwa pwnyakit ini berbeda dengan kondisi mata minus atau plus biasa, karena hilangnya adalah sebuah struktur organ, bukan sekadar kelainan refraksi.

Penyebab Aphakia pada Mata

Aphakia

Keadaan tanpa lensa ini tidak terjadi dengan sendirinya. Beberapa kondisi medis yang mendasarinya dapat menjadi penyebab:

  1. Operasi Katarak

Ini adalah penyebab aphakia yang paling umum. Katarak adalah kondisi mengeruhnya lensa mata. Dalam operasi pengangkatan katarak, lensa yang keruh tersebut diambil. Pada masa lalu, sebelum teknologi lensa tanam (IOL/Intraocular Lens) berkembang, mata pasien akan mengalami mata tanpa lensa pasca-operasi dan harus dibantu dengan kacamata tebal khusus atau lensa kontak. Meski kini implantasi IOL sudah menjadi standar, pada kasus tertentu (seperti infeksi atau komplikasi), kondisi ini sengaja dibiarkan sementara.

  1. Cedera Mata Traumatis

Kecelakaan atau trauma tajam yang menusuk mata dapat menyebabkan lensa terlepas dari posisinya atau bahkan keluar dari mata. Kondisi ini, yang disebut dislokasi atau sublukasi lensa, dapat berkembang menjadi aphakia jika lensa harus diangkat atau tidak dapat diselamatkan.

  1. Kondisi Bawaan Lahir (Kongenital) 

Sangat jarang, ada bayi yang lahir tanpa lensa mata. Aphakia kongenital ini bisa terjadi sendiri atau sebagai bagian dari sindrom kelainan mata lainnya. Deteksi dini sangat vital untuk perkembangan penglihatan anak.

  1. Komplikasi Penyakit Mata Lainnya

Pada kasus yang amat langka, penyakit seperti uveitis (radang dalam mata) yang parah atau tumor intraokular dapat merusak lensa sedemikian rupa sehingga harus diangkat, mengakibatkan aphakia.

Baca Juga : 

Lasik 

Operasi Katarak Gratis

Gejala Aphakia

Aphakia

Seseorang dengan kondisi mata tanpa lensa akan mengalami gangguan penglihatan yang signifikan. Gejala utamanya meliputi:

  • Penglihatan Sangat Buram
  • Kemampuan Fokus yang Hilang dan tidak dapat melihat jelas baik jarak jauh maupun dekat.
  • Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya karena hilangnya lensa yang juga berfungsi sebagai filter atau yang bisa disebut fotophobia
  • Tampak Iris Bergetar (Iridodonesis)
  • Penurunan Kedalaman Persepsi atau sulit memperkirakan jarak suatu objek.

Pada bayi dengan aphakia kongenital, orang tua mungkin melihat adanya warna putih di pupil (leukokoria) atau mata bayi yang tidak fokus mengikuti benda. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan ambliopia atau “mata malas” yang permanen.Tentunya gejala ini hanya bisa di diagnosa oleh dokter mata.

Baca Juga : 

Mengenal Koloboma, Gangguan pada Jaringan Mata

Cara Mencegah dan Mengobati Aphakia pada Mata

Tidak semua penyebab penyakit ini dapat dicegah, namun langkah-langkah berikut dapat meminimalisir risikonya:

  • Pencegahan: Lindungi mata dari cedera dengan menggunakan kacamata pelindung saat bekerja atau berolahraga. Rutin memeriksakan kesehatan mata, terutama dengan bertambahnya usia, untuk mendeteksi katarak sejak dini. Perawatan prenatal yang baik juga membantu mencegah kelainan bawaan.
  • Pengobatan dan Penanganan: Tujuan utama penanganan aphakia adalah menggantikan fungsi lensa yang hilang. Beberapa pilihan koreksi meliputi:
    1. Lensa Mata Buatan (Intraocular Lens/IOL): Ini adalah standar emas pasca-operasi katarak. Lensa plastik kecil ini ditanam secara permanen di dalam mata, biasanya di tempat lensa alami dulu berada. Ini adalah koreksi mata tanpa lensa yang paling efektif.
    2. Kacamata: Kacamata dengan lensa sangat tebal dan kuat. Meski membantu, kacamata ini dapat menyebabkan distorsi gambar, penyempitan lapang pandang, dan perbesaran objek hingga 30%, sehingga sulit digunakan jika hanya satu mata yang mengalami aphakia.
    3. Lensa Kontak: Lensa kontak khusus aphakia bisa menjadi pilihan yang baik, terutama untuk bayi dan anak-anak, karena memberikan penglihatan yang lebih alami dengan distorsi minimal dibanding kacamata.
    4. Terapi dan Rehabilitasi: Pada anak dengan aphakia kongenital, koreksi lensa harus dilakukan sesegera mungkin, diikuti dengan terapi penutup mata (occlusion therapy) untuk memaksa mata yang lemah agar bekerja dan mencegah ambliopia.

Pemilihan metode koreksi aphakia sangat individual dan harus didiskusikan dengan dokter spesialis mata berdasarkan usia, penyebab, dan kondisi mata secara keseluruhan. Oleh karena itu jika Anda mengalami kondisi ini, segera konsultasi ke dokter mata.

Simak informasi lainnya di video dibawah ini ya

Bagikan:

Berikan Komentar