Strabismus (mata juling): Ciri-ciri Beserta Pengobatannya
Diposting oleh :

Strabismus (mata juling): Ciri-ciri Beserta Pengobatannya

Halo pasien dokter mata, apakah kalian pernah mendengar istilah “Strabismus”? Istilah medis tersebut adalah sebutan bagi orang yang mengalami mata juling. Bagi seseorang yang mengalami kelainan mata ini, tentunya akan sangat mengganggu kondisi penglihatan karena terdapat ketidaksamaan gerak bola mata kiri dan kanan. 

Kelainan mata Strabismus ini banyak dialami oleh orang termasuk pada usia anak-anak. Apabila kelainan penyakit mata ini terjadi pada anak, para orang tua perlu segera mengambil tindakan karena dapat mempengaruhi penglihatan dan perkembangan visual anak di masa yang akan datang. 

Dalam pembahasan kali ini, dokter mata akan mengulas secara lengkap mengenai kelainan Strabismus pada mata, mulai dari definisi, ciri-ciri dan beserta dengan cara pengobatannya. Untuk pasien dokter mata yang ingin mengetahui informasi selengkapnya, silahkan simak penjelasan berikut ini! 

Strabismus (mata juling) 

Strabismus (mata juling)

Dalam penjelasan mengenai Strabismus atau mata juling akan dibantu oleh seorang narasumber dari kedokteran mata. Dokter spesialis mata yang akan menjadi narasumber ini bernama dr. Inten Ardiyanti, SpM. Beliau adalah dokter spesialis mata yang sudah sangat berpengalaman dalam bidangnya. 

Menurut dr. Inten Ardiyanti, SpM, Strabismus adalah kelainan yang terjadi pada otot mata yang posisi kedua bola mata tidak sama atau arah pandangnya tidak searah. Dimana salah satu mata melirik ke kanan, namun pada mata satunya bisa melirik ke kiri, atas atau bawah. 

Mata juling tidak hanya mempengaruhi penampilan seseorang, namun juga bisa berpotensi menyebabkan penyakit mata serius. Strabismus yang tidak segera ditangani, mata yang lebih lemah dan jarang digerakkan akan berpotensi menyebabkan ambliopia yang berpotensi menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Mata juling ini terbagi menjadi beberapa jenis, meliputi : 

  1. Esotropia : mata menyimpang ke arah dalam.
  2. Eksotropia : mata menyimpang ke arah luar.
  3. Hipertropia : mata menyimpang ke arah atas.
  4. Hipotropia : mata menyimpang ke arah bawah.

Baca juga : 
– Biaya Operasi Katarak 2025
– Operasi Katarak Gratis 2025
– Biaya pemeriksaan mata 2025

Ciri-ciri strabismus

Ciri-ciri strabismus

Layaknya pada penyakit mata lainnya, Strabismus juga memiliki gejala atau ciri-ciri dan ciri atau gejalanya cenderung dapat dilihat kasat mata. Berikut ini beberapa ciri-ciri mata juling, antara lain : 

  1. Penderita akan mengalami penglihatan ganda
  2. Penderita akan mengalami mata tidak sejajar
  3. Penderita biasanya memiringkan mata ketika melihat suatu objek
  4. Terjadinya mata lelah pada penderita Strabismus
  5. Penurunan kemampuan untuk memperkirakan jarak suatu objek
  6. Kedua bola mata tidak bergerak secara bersamaan

Faktor penyebab terjadinya mata juling ini belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan terjadinya mata juling, antara lain : 

  1. Lahir secara prematur
  2. Menderita kelainan refraksi
  3. Penderita Katarak yang tidak dapat melihat sebelah mata dalam waktu yang lama
  4. Menderita lumpuh otak (cerebral palsy)
  5. Menderita kelainan genetik seperti sindrom down
  6. Memiliki garis keturunan keluarga yang menderita Strabismus
  7. Akibat gangguan neurologi (kelainan saraf) 
  8. Cedera pada mata atau kepala
  9. Menderita diabetes
  10. Menderita Sindrom Guillan-Barre

Bila pasien dokter mata mengalami gejala tersebut, maka segeralah untuk menghubungi dokter mata guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, sehingga tingkat keparahan penyakit masih dapat dicegah. 

Baca juga : 
– Makanan Terbaik untuk Penglihatan Mata yang Optimal
– Stres dan Penglihatan: Dampak Emosional pada Mata
– Kelopak Mata Turun Sebelah, Apa Penyebabnya?

Pengobatan strabismus

Pengobatan strabismus

Untuk pengobatan pada mata juling ini tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dokter mata akan memberikan beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Strabismus, antara lain : 

  1. Dilakukan operasi bila penyebabnya adalah kelainan pada otot penggerak bola mata. 
  2. Bila terjadi akibat gangguan neurologis, seperti stroke dapat dilakukan pengobatan untuk penyembuhan penyakit yang mendasarinya. 
  3. Bila terjadi karena mata Katarak, maka untuk mengatasinya bisa dilakukan operasi Katarak dengan mengganti lensa keruh pada mata sehingga cahaya dapat masuk dan penglihatan dapat kembali normal.
  4. Mata juling yang terjadi akibat kelainan Refraksi bisa dilakukan pengobatan dengan mengoreksi kelainan refraksi tersebut dengan kacamata atau lensa kontak, selain itu juga bisa dilakukan Lasik bila tidak ingin menggunakan kacamata atau lensa kontak. 

Nah, bagi kalian penderita mata juling maka segeralah untuk mengambil tindakan pengobatan untuk cegah terjadinya komplikasi lebih lanjut, serta jangan lupa untuk melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata rutin. Ayo segera ambil langkah pasti untuk jaga kondisi kesehatan mata kamu! 

Sumber : dr. Inten Ardiyanti, SpM

Saksikan video lain tentang kesehatan mata di bawah ini :

Bagikan:

Berikan Komentar