Gangguan mata yang memiliki bentuk seperti benjolan yang muncul di kelopak mata bisa saja merupakan Xanthelasma dan Milia. Keduanya memiliki kemiripan dalam hal bentuk, namun bukan berarti keduanya merupakan gangguan mata yang sama.
Walau begitu, kedua gangguan pada mata ini terkadang dikira merupakan hal yang sama. Kebanyakan orang tidak dapat membedakan antara keduanya. Sehingga dalam penanganannya dilakukan treatment yang tidak berbeda.
Lalu apakah yang membedakan Xanthelasma dan Milia? Kita akan ulas apa itu Xanthelasma dan kemudian juga akan kita bahas terkait dengan Milia. Dengan mengetahui keduanya, dapat diketahui juga pembeda antara keduanya.
Bagi anda yang memiliki gejala yang menyerupai Xanthelasma dan Milia berikut ini, simak juga bagaimana cara penanganannya yang tepat. Dengan mengetahui gangguan mata yang sedang dialami, anda bisa menimbang apakah harus periksa mata atau tidak. Berikut penjelasan selengkapnya.

Daftar Isi
ToggleXanthelasma dan Milia
Dua kondisi kulit yang sering muncul di sekitar mata dan wajah adalah Xanthelasma dan Milia. Meskipun keduanya mungkin tampak serupa pada pandangan pertama, mereka memiliki perbedaan penting dalam hal penyebab, penampilan, dan pengobatan.
Xanthelasma
Xanthelasma adalah kondisi di mana muncul plak kuning atau kekuningan di sekitar kelopak mata. Plak ini disebabkan oleh penumpukan lemak di bawah kulit dan sering kali dikaitkan dengan kadar kolesterol tinggi. Xanthelasma biasanya tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal, tetapi dapat mengganggu penampilan seseorang.
Penyebab Xanthelasma
Xanthelasma erat kaitannya dengan kadar lemak dalam darah yang tinggi, seperti kolesterol atau trigliserida. Kondisi ini lebih umum terjadi pada orang-orang dengan hiperkolesterolemia, hiperlipidemia, dan gangguan metabolik lainnya. Xanthelasma juga lebih sering terlihat pada individu dengan riwayat keluarga penyakit jantung atau kondisi kardiovaskular lainnya.
Namun, ada juga kasus di mana Xanthelasma terjadi pada individu dengan kadar kolesterol normal. Dalam situasi ini, faktor genetik atau metabolisme mungkin berperan.
Milia
Milia adalah benjolan kecil berwarna putih atau kekuningan yang biasanya muncul di wajah, terutama di sekitar mata, pipi, dan hidung. Milia terbentuk ketika keratin, protein yang ditemukan di kulit, terperangkap di bawah permukaan kulit. Milia biasanya tidak berbahaya dan sering ditemukan pada bayi baru lahir, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa.
Penyebab Milia
Milia terbentuk ketika keratin, sejenis protein yang ada di lapisan kulit, terperangkap di bawah permukaan kulit. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terbentuknya Milia meliputi:
- Kerusakan Kulit: Luka bakar, lecet, atau kerusakan akibat sinar matahari dapat menyebabkan kulit beregenerasi secara tidak sempurna, sehingga terbentuk Milia.
- Penggunaan Produk yang Berat: Krim atau salep yang terlalu tebal dapat menyumbat pori-pori dan menghalangi pelepasan sel kulit mati.
- Prosedur Kosmetik: Prosedur seperti dermabrasi atau laser resurfacing dapat menyebabkan trauma pada kulit, yang pada gilirannya dapat menyebabkan Milia.
Jenis-jenis Milia
Ada beberapa jenis Milia, termasuk:
- Milia Primer: Paling umum, muncul tanpa alasan yang jelas.
- Milia Sekunder: Terjadi akibat kerusakan kulit, seperti luka bakar atau iritasi.
- Milia Neonatal: Sering muncul pada bayi baru lahir dan biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
Baca Juga :
Pengobatan Xanthelasma dan Milia
Secara umum Xanthelasma memerlukan perawatan lebih intensif dan juga memerlukan penanganan untuk kolesterol yang juga dialami, sedangkan Milia biasanya bisa diatasi dengan metode yang lebih sederhana. Berikut penjelasan detailnya:
Pengobatan Xanthelasma
Xanthelasma pada dasarnya tidak berbahaya untuk penglihatan, perawatan untuk menghilangkannya terkadang berfungsi untuk menjaga penampilan saja. Namun juga penting untuk mengobati penyebab yang mendasarinya, yakni penanganan kolesterol
Beberapa metode pengobatan berikut ini dapat dilakukan untuk menangani munculnya Xanthelasma secara fisik:
- Eksisi Bedah: Prosedur ini melibatkan pengangkatan plak dengan pisau bedah. Biasanya, prosedur ini dilakukan di bawah anestesi lokal.
- Laser CO2: Terapi laser dapat digunakan untuk menghancurkan plak lemak tanpa menyebabkan terlalu banyak kerusakan pada jaringan sekitarnya.
- Cryotherapy: Teknik ini menggunakan nitrogen cair untuk membekukan dan menghancurkan plak.
- TCA (Trichloroacetic Acid): Asam ini dapat digunakan untuk membakar lapisan kulit yang terkena Xanthelasma.
Setelah perawatan, Xanthelasma bisa saja dapat kambuh kembali, terutama jika penyebab mendasar seperti kadar kolesterol tidak diatasi. Maka dari itu penting untuk mengontrol kadar kolesterol agar Xanthelasma tidak muncul kembali.
Penanganan Xanthelasma ini walaupun menggunakan laser, sama seperti pada prosedur operasi Lasik, namun kedua prosedurnya berbeda. Lasik akan berfokus pada penglihatan, sedangkan Laser CO2 berfokus pada perawatan kulit.
Pengobatan Milia
Milia sering kali tidak memerlukan pengobatan karena dapat hilang dengan sendirinya. Namun, bagi orang yang merasa terganggu dengan penampilan Milia, beberapa pilihan perawatan tersedia:
- Ekstraksi Manual: Seorang dermatolog dapat menggunakan alat steril untuk mengangkat Milia dengan hati-hati.
- Chemical Peels: Pengelupasan kimia menggunakan asam ringan dapat membantu menghilangkan lapisan atas kulit dan mengurangi Milia.
- Topikal Retinoid: Krim retinoid dapat digunakan untuk mempercepat pergantian sel kulit dan mencegah terbentuknya Milia.
Xanthelasma dan Milia merupakan dua kondisi kulit yang meskipun tidak berbahaya, dapat mengganggu penampilan. Memahami perbedaan antara keduanya serta penyebabnya membantu dalam menentukan langkah perawatan yang tepat.
Baca Juga :
- Minuman Herbal Sembuhkan Mata Minus?
- Mata Kabur pada Penderita Diabetes: Penyebab dan 3 Solusinya
- Alami Mata Berair dan Gatal? Jangan Asal Dikucek!
Periksakan Ke Klinik Mata
Memeriksakan kondisi gangguan mata seperti Xanthelasma dan Milia ke dokter mata sangat penting, meskipun tampaknya hanya masalah estetika. Kedua kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius, seperti kolesterol tinggi atau gangguan metabolisme.
Dengan melakukan konsultasi dokter mata, Anda tidak hanya akan mendapatkan perawatan yang tepat untuk memperbaiki penampilan, tetapi juga memeriksa kesehatan mata dan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Tindakan dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut dan memberikan Anda ketenangan pikiran. Jangan abaikan gejala kecil, segera jadwalkan pemeriksaan mata untuk kesehatan yang lebih baik.
Sumber : dr. Tania Rahmania Maulani, Sp.M



