Kondisi mata berair mungkin sering dialami, seperti saat mata terasa lelah. Secara reflek Anda akan langsung memejamkan atau bahkan mengucek mata Anda agar air mata yg keluar berhenti.
Namun pernahkah Anda mengalami mata berair dan gatal? Terkadang jika terjadi hal tersebut, mata akan terasa sangat tidak nyaman. Sebaiknya jangan terburu-buru untuk menguceknya secara berlebihan.
Dengan mengucek-ucek mata secara berlebihan, kemungkinan akan memperparah kondisi mata Anda. Terlebih jika sebelumnya memiliki riwayat gangguan mata, seperti katarak atau kelainan lainnya.
Kenali apa saja penyebab mata berair hingga terasa gatal, agar jika mengalaminya akan tahu apa yang harus dilakukan. Yuk simak pembahasannya berikut ini!
Daftar Isi
TogglePenyebab Mata Berair dan Gatal

Mata memiliki mekanisme sendiri untuk melindungi bola mata, yakni dengan memproduksi air mata. Selain untuk melumasi area luar Kornea, Sklera, hingga area sekitarnya, air mata berfungsi untuk membersihkan area tersebut dari benda asing.
Memang wajar jika air mata dapat keluar dengan sendirinya. Karena sebenarnya jika mata dalam kondisi normal, maka air mata yg keluar akan berhenti dengan sendirinya. Namun kelenjar air mata dapat keluar secara berlebihan dan tidak terkontrol karena beberapa penyebab.
Dalam kondisi tertentu, keluarnya air mata yang berlebihan tersebut juga disertai rasa gatal dan tidak nyaman pada mata. Mata terasa seperti ada yang mengganjal, atau terasa sangat perih, bisa jadi hal tersebut merupakan gejala dari kondisi gangguan mata tertentu. Lalu apa saja yang dapat menyebabkan mata berair dan gatal?
1. Alergi
Paparan zat alergen ini merupakan penyebab paling umum mata berair dan gatal. Mata yang alergi akan mengalami reaksi sehingga tubuh mengeluarkan zat histamin. Zat tersebut akan menimbulkan reaksi alergi yang salah satunya dengan gatal.
Zat alergen tersebut diantaranya seperti asap, debu, tungau, bulu binatang, serbuk sari, dan lainnya. Saat mata terjadi kontak langsung dengan zat tersebut maka mata merah, berair, hingga gatal dapat terjadi.
2. Mata Kering
Kondisi mata yang mengalami kekeringan akan memicu kelenjar air mata akan keluar. Tubuh akan mendeteksi kondisi mata kering lalu bereaksi dengan memproduksi dan mengeluarkan air mata dalam jumlah yang banyak.
Keluarnya air mata yang berlebihan ini berfungsi untuk melindungi mata dari kondisi mata kering. Mata kering dapat diakibatkan oleh lelah nya mata karena terlalu banyak menatap layar gadget. Istirahatkan mata dengan melihat pandangan sekitar dan memejamkan mata secara berkala.
3. Iritasi atau Infeksi
Paparan zat asing yang mengenai mata dapat menyebabkan mata berair dan gatal. Iritasi pada mata bisa disebabkan oleh iritan di udara yang terpapar secara langsung pada mata. Seperti paparan asap rokok, asap kendaraan, parfum tertentu, ataupun saat terjadi mata kelilipan.
Mata memiliki mekanisme pertahanan untuk dapat melawan zat asing yang berbahaya sehingga terjadi infeksi. Hal tersebut merupakan reaksi alami jika mata terkena bakteri, virus, maupun jamur, maka mata berair dan gatal akan terjadi.
4. Bulu Mata Tumbuh ke Dalam
Terdapat kondisi bulu mata akan tumbuh berbalik ke arah dalam mata, ini kemudian disebut dengan Trikiasis. Bulu mata yang tidak tumbuh dengan seharusnya tersebut dapat menggores kornea, konjungtiva, yang akan membuat mata mengeluarkan kelenjar air mata.
Kondisi ini dapat menyebabkan mata menjadi iritiasi dan dapat melukai bola mata dan merusak kornea. Mata akan berusaha mempertahankan kondisi dengan memproduksi air mata yang berlebihan.
5. Adanya Gangguan Sistem Saraf
Pada beberapa gangguan saraf, seperti stroke ataupun Bell’s palsy, sistem saraf pada otot wajah akan ikut terganggu. Kelopak mata akan lebih sulit tertutup dan dapat mengakibatkan mata menjadi kering sehingga air mata selalu keluar.
Gangguan sistem saraf yang terjadi pada penderita autoimun juga dapat membuat mata menjadi lebih perih dan iritasi. Adanya gangguan sistem saraf tersebut selanjutnya akan mengakibatkan mata berair dan gatal.
6. Masalah Pada Kelopak Mata
Kelopak mata juga dapat mengganggu sistem kelenjar air mata. Kulit kelopak dapat mengalami terbalik ke dalam maupun keluar. Kondisi tidak normal tersebut dapat menyebabkan mata berair dan gatal.
Ketika terjadi terbalik ke dalam, maka bola mata akan tergesek oleh bulu mata. Sedangkan ketika terbalik keluar, bola mata tidak tertutup sempurna. Struktur kelopak mata tersebut juga akan mengganggu aliran air mata.
7. Saluran Air Mata Terganggu
Air mata dapat menumpuk hingga membentuk kantong air mata pada kelopak mata. Hal tersebut dapat disebabkan oleh tersumbatnya saluran air mata yg seharusnya melumasi seluruh bola mata, namun menjadi terkumpul pada kelopak mata.
Kelopak mata pada usia senja juga dapat mengendur dan menyebabkan air mata menjadi mengumpul. Terkumpulnya air mata pada satu titik ini akan membuat mata berair dan gatal.
Baca Juga :
- Katarak
- Operasi Katarak
- Bahaya! Ada Dampak Membaca di Tempat Gelap Yang Perlu Diketahui
- Mata Perih Terkena Cabai? Berikut Cara Mengatasinya!
Bagaimana Cara Mengobati Mata Berair dan Gatal?
Mata berair dan gatal umumnya dapat ditangani dengan mudah jika tidak disertai dengan penyakit yang menyebabkannya. Pada beberapa kasus tidak membutuhkan perawatan khusus tertentu untuk menanganinya. Jika penyebabnya telah hilang maka hanya dengan sedikit tindakan mata akan menjadi normal kembali.
Berikut merupakan beberapa upaya yang dapat dilakukan secara mandiri untuk dapat menghilangkan kondisi mata berair dan gatal :
- Gunakan obat tetes mata sesuai kondisi yang terjadi. Misal, jika mata berair disebabkan oleh mata kering, Anda dapat menggunakan air mata buatan. Apabila dipicu oleh alergi, pakai obat tetes dengan kandungan antihistamin.
- Hindari pemicu alergi, seperti debu atau bulu binatang. Jaga kebersihan rumah agar Anda terhindar dari alergen yang mengganggu.
- Pakai kacamata hitam untuk menghalau sinar radiasi UV saat beraktivitas di luar rumah, terutama jika kondisi Anda disebabkan oleh keratitis.
- Bila Anda mengalami mata perih dan berair akibat bintitan, kompres kelopak mata dengan air hangat selama 5-10 menit. Ulangi langkah ini sebanyak 3—5 kali sehari.
- Hindari memegang atau bahkan mengucek mata Anda.
Secara umum jika telah melakukan tindakan sederhana tersebut, maka mata tidak akan mengeluarkan air mata yang berlebihan kembali. Rasa gatal yang menyertainya juga dapat hilang dengan sendirinya.
Namun jika sudah melakukannya dan masih mengalami mata berair dan gatal secara berlebihan. Dimungkinkan juga memerlukan adanya pengobatan dan perawatan dari dokter mata.
Baca Juga :
- Lasik
- Operasi Katarak Gratis
- Cara Alami Dan Aman Untuk Menjernihkan Mata
- Cara Menjaga Mata dari Polusi Udara
Kapan Harus Pergi ke Dokter?
Pergi ke dokter spesialis mata terkadang tidak harus menunggu kondisi mata menjadi terlalu parah. Gejala-gejala sederhana juga dapat menjadi alasan untuk mengunjungi dokter mata. Terlebih lagi jika mengalami mata berair dan gatal yang berkelanjutan.
Jika kondisi mata berair dan gatal yang dialami sudah terlalu lama dan tidak kunjung normal, maka perlu mempertimbangkan untuk pergi konsultasi dokter mata. Dokter akan memberikan diagnosa dan perawatan sesuai dengan kondisi yang terjadi. Sehingga mata dapat normal kembali.
Gangguan mata berair dan gatal yang disertai dengan gangguan penglihatan, nyeri pada mata, kemerahan atau terasa seperti ada benda asing di mata, sangat disarankan untuk segera konsultasi pada dokter mata.
Dokter mata mungkin akan memberikan obat antibiotik untuk mengatasi gangguan infeksi pada mata yang menyebabkan mata berair. Diagnosa yang tepat dari dokter dan penanganan yang segera dapat mengurangi risiko yang lebih parah pada mata.
Segera jadwalkan konsultasi dokter mata jika memang mata berair dan gatal yang dialami tak kunjung sembuh serta diikuti dengan gangguan mata lainnya.



