penyebab kebutaan
Diposting oleh :

Penyebab Kebutaan Yang Bisa Menyerang Siapa Saja, Waspadai Hal ini!

Ancaman kebutaan bisa datang kapan saja dan menyerang siapa saja, terlebih bagi mereka yang sudah mengalami beberapa gangguan penglihatan. Faktor usia, penyakit yang sedang dialami, atau kecelakaan juga dapat meningkatkan resiko kebutaan. 

Kekhawatiran akan hilangnya penglihatan tentu akan sangat mengganggu. Maka dari itu penting untuk mengetahui penyebab kebutaan yang mungkin gejalanya sudah dirasakan. Tanda-tanda awal mungkin tidak disadari, namun bukan berarti dapat diabaikan. 

Berikut ini akan dibahas apa saja yang dapat menjadi penyebab kebutaan yang seringkali tidak dihiraukan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali. Jangan sampai lalai akan penyebab kebutaan ini, simak terus pembahasannya sampai akhir. 

penyebab kebutaan

Penyebab Kebutaan 

Penyebab kebutaan bisa beragam, mulai dari kondisi yang umum hingga kasus yang jarang terjadi. Dengan mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab kebutaan berikut ini merupakan langkah awal yang penting untuk mencegah kebutaan. 

Beberapa penyebab mungkin sudah Anda kenal, seperti katarak dan glaukoma, tetapi ada juga yang kurang diketahui, seperti infeksi atau trauma. Perlu untuk mewaspadai dan segera mengambil tindakan jika memang gejalanya sudah terjadi. 

Berikut ini adalah beberapa penyebab kebutaan yang umum terjadi dan mengapa penting untuk selalu menjaga kesehatan mata : 

Katarak

Lensa mata yang keruh membuat penglihatan buram seperti melihat melalui jendela berkabut. Katarak terjadi karena penuaan atau cedera yang menyebabkan protein di lensa mata menggumpal, menghalangi cahaya masuk dan mengaburkan penglihatan. 

Tanpa adanya penanganan yang tepat dan sesuai, katarak bisa berkembang dan dapat menjadi penyebab kebutaan. Gangguan penglihatan  ini dapat diatasi dengan operasi Katarak. Jika penglihatan terasa berkabut, ada baiknya untuk segera memeriksakannya.

Glaukoma

Tekanan cairan yang tinggi di dalam mata dapat menimbulkan kerusakan saraf optik, yang kemudian akan menyebabkan hilangnya penglihatan yang tidak bisa diperbaiki. Glaukoma sering kali tidak menunjukkan gejala hingga kerusakan terjadi.

Karena berkembang perlahan tanpa gejala awal, sering disebut “pencuri penglihatan diam-diam”. Jika tidak ada penanganan, Glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen karena saraf optik yang rusak tidak dapat pulih kembali.

Retinopati Diabetik 

Komplikasi dari diabetes ini juga dapat menjadi penyebab kebutaan. Gula darah tinggi pada penderita diabetes dapat merusak pembuluh darah kecil di retina. Tumbuhnya pembuluh darah kecil tersebut dapat menyebabkan kebocoran atau pertumbuhan pembuluh baru yang abnorma

Kehilangan penglihatan akibat dari Retinopati Diabetik ini dapat terjadi secara bertahap. Kontrol gula darah dan pemeriksaan mata secara rutin dapat menjadi langkah yang tepat untuk mencegah kebutaan.

Degenerasi Makula

Penyakit ini merusak pusat retina, bagian yang bertanggung jawab atas penglihatan tajam. Kerusakan pada makula mengakibatkan hilangnya kemampuan penglihatan. Tanpa ada penanganan yang tepat, rusaknya pusat retina ini dapat menjadi penyebab kebutaan.

Gangguan penglihatan akibat degenerasi makula ini biasanya terjadi pada lansia dan tidak dapat disembuhkan, namun pengobatan dapat memperlambat semakin parahnya kerusakan yang akan terjadi.

Kondisi Bawaan Lahir

Masalah pada mata yang sudah ada sejak bayi lahir juga dapat menjadi penyebab kebutaan yang dapat terjadi jika tidak ada penanganan. Misalnya, ada bayi yang lahir dengan katarak, yaitu lensa matanya sudah keruh sejak lahir. 

Ada juga yang mengalami masalah pada retina yang mencegah mereka melihat dengan normal. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, bisa menyebabkan kebutaan. Namun, dengan penanganan dini, banyak dari kondisi ini bisa diobati atau setidaknya dikendalikan.

Baca Juga : 

Infeksi

Penyebab kebutaan selanjutnya adalah adanya infeksi seperti trachoma, herpes mata, atau toksoplasmosis yang dapat merusak jaringan mata. Infeksi mata yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan atau kerusakan jaringan yang permanen, meningkatkan risiko kehilangan penglihatan secara total.

Trauma

Cedera parah pada mata, baik akibat kecelakaan, benturan, atau benda asing, bisa menyebabkan kerusakan permanen pada struktur mata dan mengakibatkan kebutaan. Rusaknya bagian vital seperti retina atau lensa memerlukan perawatan darurat, agar kebutaan tidak terjadi. 

Seperti kasus yang baru-baru ini terjadi, seorang siswa SD di Gresik kehilangan kemampuan penglihatan karena dicolok tusuk pentol oleh kakak kelasnya. Jika tidak ada penanganan yang segera, hilangnya penglihatan tersebut akan terjadi. 

Penyakit Saraf

Penyakit saraf yang mempengaruhi mata bisa mengganggu cara mata mengirim informasi ke otak. Saraf optik adalah kabel yang membawa gambar dari mata ke otak. Jika saraf ini rusak, maka penglihatan juga akan terganggu.

Kondisi ini bisa membuat otak tidak bisa mendapatkan gambar yang jelas dari mata. Jika saraf atau bagian otak tidak bisa diperbaiki, maka ini akan menjadi penyebab kebutaan. Perawatan medis yang cepat sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan permanen.

Baca Juga :

Jangan Tunggu, Segera Periksa Mata Anda!

Kehilangan penglihatan memang dapat dicegah jika dapat memahami penyebab kebutaan dan segera bertindak jika mengalami gangguan penglihatan. Pemeriksaan mata secara rutin dan segera akan menjadi kunci untuk tetap memiliki penglihatan yang tajam dan jelas. 

Investasi kecil berupa rutin periksa ke dokter mata dapat menjaga masa depan penglihatan agar tetap normal. Jika memang terasa penglihatan mulai kabur, ada bintik-bintik, atau bahkan sampai merasakan nyeri di area mata, tidak ada alasan lagi untuk menunda konsultasi dokter mata. 

Segera periksakan diri dengan konsultasi dokter mata. Tindakan cepat dapat melindungi dan menyelamatkan penglihatan Anda. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Mata yang sehat adalah kunci menikmati hidup dengan jelas dan penuh warna.

Sumber :  dr. Tiara Avinta, Sp.M 

Bagikan:

Berikan Komentar