Mata malas pada anak
Diposting oleh :

Mata Malas pada Anak, Apakah Bisa Sembuh?

Ambliopia atau Mata Malas pada anak adalah masalah penglihatan yang kerap dianggap sepele. Padahal, dampaknya bisa sangat serius. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak usia dini dan membutuhkan penanganan khusus agar tidak berlanjut hingga dewasa. Karena gejalanya sering tidak disadari, banyak orang tua baru menyadari masalahnya ketika anak sudah kesulitan membaca atau melihat benda-benda di kejauhan.

Pengertian Mata Malas

Pada dasarnya Mata Malas adalah gangguan perkembangan penglihatan di mana salah satu mata gagal mencapai ketajaman visual yang normal. Mata Malas pada anak biasanya berkembang pada masa kanak-kanak dan terjadi tatakala otak dan mata yang terkena tidak mampu bekerja sama dengan baik. Seiring perjalanan waktu, maka otak lebih memilih mata yang lebih kuat, sehingga penglihatan di mata yang lebih lemah menjadi makin terganggu.

Menurut dr.Irma Cholidah, Sp.M, dokter mata dari RS & Klinik Mata KMU, prevalensi Mata Malas di dunia diperkirakan cukup tinggi, yaitu  mencapai 1,75 persen dari seluruh penduduk. Mengutip sebuah hasil penelitian tahun 2006, dr. Irma menyebut bahwa kejadian Mata Malas pada murid sekolah di DKI Jakarta, misalnya, bisa sampai 2,7 persen dari total SD di Jakarta. 

Lebih jauh, dr. Irma memaparkan Mata Malas terbagi ke dalam tiga kategori, masing-masing dengan penyebab yang berbeda. Ketiga kategori itu adalah sebagai berikut.

1. Mata Malas Refraktif (Anisometropik)

Penyebabnya yaitu perbedaan signifikan dalam Kelainan Refraksi (seperti Rabun Jauh, Rabun Dekat, atau Astigmatisme) antara kedua mata. Dalam hal ini, otak menekan gambar yang buram dari mata dengan kelainan refraksi yang lebih besar, sehingga perkembangan penglihatan di mata terganggu. Jenis Mata Malas ini lebih sulit terdeteksi karena terjadi tanpa ketidaksejajaran mata yang terlihat.

2. Mata Malas Strabismus

Penyebab utamanya ketidaksejajaran mata (Strabismus) atau juling. Contohnya, salah satu mata mengarah ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah. Dalam kasus seperti ini, otak mengabaikan input dari mata yang tidak sejajar untuk menghindari penglihatan ganda, sehingga menyebabkan mata yang ditekan kehilangan ketajaman penglihatan.

3. Mata Malas Deprivasi 

Ini disebabkan oleh hambatan fisik pada penglihatan di salah satu mata selama masa perkembangan, seperti Katarak, Ptosis (kelopak mata turun), atau adanya jaringan parut pada Kornea. Kondisi tersebut menyebabkan kurangnya rangsangan visual dari mata yang terkena dan membuat perkembangan jalur visual di otak terganggu.

Gejala/Tanda Mata Malas pada Anak

Apa saja kira-kira gejala maupun tanda-tanda terkait Mata Malas pada anak? Dan kapan sebaiknya orangtua segera memeriksakan anak mereka ke dokter mata.

Menurut dr. Irma, deteksi dini, terutama sebelum anak memasuki usia 4 tahun, sudah mulai perlu dilakukan. “Orangtua harus mawas diri. Biasanya, rata-rata tidak bergejala,” jelas dr.Irma. 

Meski demikian, ia menambahkan, ada beberapa kondisi yang biasanya dapat menjadi penanda ihwal kemungkinan mulai terjadinya Mata Malas pada anak.

Untuk itu, dr.Irma menyarankan agar para orangtua segera membawa anak mereka ke dokter mata untuk menjalani pemeriksaan apabila menunjukkan gejala/tanda antara lain sebagai berikut.

  • Mata yang satu tidak bergerak atau kalau pun brgerak, yang kanan bergerak ke kanan, misalnya, tapi yang kiri tidak ikut bergerak ke kanan.
  • Jika dilakukan tes pada salah satu mata, si anak akan menangis.
  • Anak suka menyipit-nyipitkan mata.
  • Anak kerap memiringkan kepala untuk melihat sesuatu.

Ditegaskan dr.Irma, jika terdeteksi secara dini, dan tertangani secara baik, kejadian Mata Malas pada Anak bisa diturunkan hingga empat kali lipat. 

Baca juga:
Makanan Penyebab Katarak Ini Perlu Dihindari, Cek Yuk!
LASIK
Produktif di Usia Tua Bukan Hal Sulit, Inilah Tipsnya 

Penanganan Mata Malas pada Anak 

Opsi pengobatan terbaik untuk Mata Malas pada anak tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab yang mendasari terjadinya Mata Malas.

“Kita harus mengeliminasi semua kelainan yang menutupi visual aksis. Itu yang pertama. Kalau memang ada Katarak, ya Katarak-nya harus segera dioperasi .

Kemudian, kalau anak memang butuh kacamata, ya kita harus memaksimalkan dulu dengan kacamata,” jelas dr.Irma.

Menurut  dr.Irma, Mata Malas-nya sendiri diterapi dengan metode okulasi atau dikenal dengan istilah patching. “Itu menutup mata yang penglihatannya baik. bisa dengan terapi vernalisasi, menggunakan obat tetes juga bisa,kita kenal dengan tetes atropine, ya,” terangnya.

Ditegaskan dr.Irma, patching sendiri pada dasarnya memberi kesempatan untuk mata yang malas itu untuk melihat lebih jelas. “Sehingga mata yang sakit itu bisa mengejar ketertinggalannya untuk mengembangkan daya penglihatan normal. Semakin cepat tentunya terapi patching ini akan menghasilkan efektivitas yang lebih bagus, ya,” sebutnya.

Terkait penggunaan kacamata, dr. Irma menyatakan bahwa kalau si anak butuh kacamata setelah diperiksa, kacamata itu harus dipakai terus. “Sepanjang hari harus dimaksimalkan prinsipnya,” paparnya.

Baca juga:
Membaca Sambil Tiduran Sebabkan Mata Minus, Ini Faktanya
Operasi Katarak
Mata Cenat-cenut di Usia Tua, Apakah Pertanda Glaukoma?

Apakah Mata Malas Bisa Sembuh?

Secara keseluruhan, keberhasilan pengobatan Mata Malas pada anak bergantung pada usia anak dan tingkat keparahan kondisi yang dialaminya. 

Seperti diketahui, kemampuan otak untuk beradaptasi dan meningkatkan penglihatan mata yang terkena Mata Malas paling tinggi selama masa kanak-kanak biasanya di rentang usia 7-9 tahun. Oleh sebab itu, pengobatan bakal lebih efektif jika dimulai sejak dini, ketimbang anak sudah mulai beranjak usianya menuju remaja.

Apapun opsi pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter mata, konsistensi menjadi kunci untuk mendapatkan hasil optimal. Pengobatan mungkin perlu berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Maka, keterlibatan orang tua sangat penting untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur pengobatan, seperti penggunaan penutup mata, kacamata maupun latihan visual.
Dengan memilih langkah pengobatan secara dini dan konsisten, tidak sedikit anak dengan Mata Malas mengalami perbaikan visual signifikan hingga pemulihan penglihatan secara penuh pada mata yang terkena.

Dengan memilih langkah pengobatan secara dini dan konsisten, tidak sedikit anak dengan Mata Malas mengalami perbaikan visual signifikan hingga pemulihan penglihatan secara penuh pada mata yang terkena.

Yang perlu menjadi catatan para orangtua yaitu Mata Malas yang tidak diobati dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen pada mata yang lebih lemah. Oleh sebab itu, jika Anda mencurigai ihwal adanya gejala/tanda Mata Malas pada anak, lakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata segera sehingga didapat tindakan medis yang cepat dan tepat.

Baca juga:

Fakta dan Mitos Kedutan, Yuk Simak!

Operasi Katarak Gratis

Segera Periksakan Mata Anak 

Untuk memastikan diagnosis Mata Malas pada anak sejak dini, pemeriksaan mata secara menyeluruh menjadi langkah krusial. Pemeriksaan ini meliputi serangkaian tes yang dirancang untuk mendeteksi gangguan penglihatan, termasuk ketajaman visual, kemampuan refraksi, dan evaluasi fungsi mata secara keseluruhan.

Mata anak adalah jendela masa depan bagi kehidupan mereka. Jangan tunda lagi untuk memeriksakan kesehatan mata anak Anda. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat menjadi kunci krusial yang akan membantu memberikan penglihatan yang optimal bagi sang buah hati.

Sumber: dr.Irma Cholidah Sp.M

Bagikan:

Berikan Komentar