Minus Tinggi Bisa Melahirkan Normal
Diposting oleh :

Benarkah Mata Minus Tinggi Bisa Melahirkan Normal?

Mata Minus atau Miopi merupakan salah satu jenis Kelainan Refraksi yang mungkin sudah umum di masyarakat. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, termasuk ibu hamil.

Setiap wanita dan calon ibu umumnya berharap untuk melahirkan secara normal. Jika tidak ada masalah kesehatan atau risiko tertentu, dokter biasanya merekomendasikan proses persalinan normal.

Namun, bagaimana dengan ibu hamil yang memiliki mata minus? Apakah wanita hamil dengan kondisi mata minus tinggi bisa melahirkan normal?

Pertanyaan ini muncul karena kekhawatiran terhadap tekanan yang mungkin ditimbulkan pada otot-otot tubuh termasuk bola mata selama proses persalinan akan memperburuk kondisi mata mereka.

Namun, ada baiknya jangan langsung menyimpulkan sendiri ya. Yuk, simak dulu faktanya dalam artikel berikut.

Mata Minus

Mata Minus merupakan kondisi di mana mata mengalami kesulitan dalam melihat objek pada jarak yang jauh secara jelas, sehingga disebut juga rabun jauh. Untuk dapat melihat dengan jelas, cahaya yang masuk ke mata harus jatuh tepat di Retina.

Minus Tinggi Bisa Melahirkan Normal

Namun pada penderita mata minus, cahaya cenderung jatuh di depan Retina. Penyebabnya bisa karena ada kelainan lensa mata, bentuk bola mata lebih panjang dari normalnya, atau lengkungan Kornea yang terlalu tajam. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur.

Orang yang menderita mata minus biasanya akan merasakan gejala seperti penglihatan buram, objek tampak ganda, sulit memfokuskan pandangan, sensitif terhadap cahaya, hingga pusing dan sakit kepala.

Mata minus sendiri terbagi menjadi tiga tingkatan berdasarkan keparahannya, yaitu :

  1. Miopi Rendah, adalah tingkatan paling ringan dengan jumlah minus kurang dari 3 dioptri.
  2. Miopi Sedang, dengan jumlah minus antara 3 hingga 6 dioptri.
  3. Miopi Tinggi, merupakan tingkatan paling tinggi dengan jumlah minus lebih dari 6 dioptri.

Kondisi Mata Minus tinggi dapat meningkatkan risiko robeknya lapisan Retina secara tiba-tiba, yang dikenal sebagai Ablasio Retina. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang mendadak dan sulit untuk disembuhkan.

Dalam penanganan gangguan mata minus, dokter sering merekomendasikan pemakaian kacamata atau lensa kontak khusus untuk mengurangi gejalanya dan memperbaiki penglihatan. Namun, beberapa pasien juga memilih untuk menjalani operasi. 

Operasi mata minus yang lebih dikenal sebagai Lasik, merupakan solusi yang dianggap lebih baik daripada kacamata karena efeknya yang bersifat permanen dalam menghilangkan minus.

Baca juga :
Cara Menurunkan Mata Minus dan Silinder dengan Tepat
Katarak

Mata Minus Tinggi Bisa Melahirkan Normal

Minus Tinggi Bisa Melahirkan Normal

Ibu hamil dengan gangguan penglihatan seperti Mata Minus sering kali bertanya-tanya apakah mereka masih dapat melahirkan secara normal, terutama jika tingkat keparahan minusnya tinggi.

Banyak orang khawatir bahwa mengejan saat proses persalinan normal dapat meningkatkan tekanan bola mata, pembuluh darah di Retina pecah, dan menyebabkan robeknya lapisan Retina yang bisa berpotensi pada kebutaan permanen.

Hal inilah yang membuat orang-orang yang memiliki mata minus lebih memilih melahirkan dengan jalan operasi caesar yang dirasa lebih aman dari risiko kehilangan penglihatan.

Namun, kebenaran dari risiko tersebut masih belum dapat dipastikan sepenuhnya. Ini karena robeknya Retina tidak hanya disebabkan oleh aktivitas mengejan selama persalinan normal, melainkan banyak faktor lain yang bisa saja mempengaruhi.

Menurut dokter, wanita hamil dengan kondisi minus tinggi bisa melahirkan normal kok, asalkan kondisi Retinanya diperiksa terlebih dahulu. Jika Retina dalam kondisi baik, tidak ada halangan untuk melahirkan secara normal.

Namun, jika Retina telah melemah, bahkan jika tingkat minusnya rendah sekalipun, dokter umumnya akan merekomendasikan persalinan melalui operasi caesar untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi.

Maka dari itu, penting bagi ibu hamil untuk rajin memeriksakan diri ke dokter mata dan dokter kandungan sebelum proses lahiran tiba untuk memantau kondisi terkini kesehatan Anda, sehingga dokter dapat menyarankan metode lahiran mana yang terbaik untuk Anda.

Baca juga :
3 Jenis Ablasio Retina Penyebab Kebutaan
Mengenal Oftalmoskopi, Prosedur Deteksi Dini Keluhan Retina

Jangan Takut! Semua Harus Diperiksakan Dulu

Minus Tinggi Bisa Melahirkan Normal

Untuk memastikan keselamatan dan mencegah komplikasi saat melahirkan, penting bagi ibu hamil untuk melakukan konsultasi dokter mata dan dokter kandungan terlebih dahulu mengenai risiko melahirkan normal jika Anda memiliki mata minus tinggi.

Biasanya, dokter kandungan akan menganjurkan ibu hamil yang mempunyai mata minus untuk menjalani pemeriksaan rutin dengan dokter mata setidaknya setiap tiga bulan selama kehamilan. Ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memantau kondisi struktur mata sang ibu.

Tidak perlu khawatir berlebihan karena biasanya sebelum menentukan metode persalinan, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menilai apakah pasien aman untuk dapat melahirkan secara normal.

Baca juga :
Operasi Katarak
Operasi Katarak Gratis

Setelah Lasik Masih Bisa Melahirkan Normal

Operasi Lasik memang dapat dianggap sebagai solusi terbaik untuk mata dengan minus tinggi. Setelah menjalani operasi tersebut, kondisi minus mata dapat pulih dan penglihatan dapat kembali normal. 

Bahkan para ibu hamil yang telah menjalani Lasik pun memiliki peluang untuk bisa melahirkan secara normal, asal kondisi Retinanya sudah dipastikan baik-baik saja.

Perlu diingat bahwa operasi Lasik berfokus pada perbaikan bentuk Kornea agar cahaya yang masuk ke mata bisa jatuh tepat di Retina. Namun, tidak berpengaruh pada kondisi Retina itu sendiri.

Oleh karena itu, disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter spesialis mata terlebih dahulu sebelum memutuskan lahiran normal. Jika risikonya dianggap kecil, bisa melanjutkan konsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapat saran lebih lanjut baiknya seperti apa.

Sumber : dr. Tania Rahmania Maulani, Sp.M

 

Saksikan juga video lainnya seputar kesehatan mata berikut ini :

Bagikan:

Berikan Komentar