Biaya Operasi Pterigium
Diposting oleh :

Biaya Operasi Pterigium di Klinik Mata KMU Bisa Menggunakan BPJS Kesehatan

Pernah melihat ada selaput putih kekuningan yang tumbuh dari pinggir mata ke arah tengah? Itulah yang dinamakan Pterigium. Kondisi ini bisa diatasi dengan tindakan medis berupa operasi Pterigium. Kabar baiknya, biaya operasi Pterigium ini bisa di-cover oleh BPJS Kesehatan, sehingga Anda tidak perlu merogoh kocek atau menguras tabungan.

Operasi Pterigium

Pada dasarnya, Pterigium adalah pertumbuhan jaringan berbentuk segitiga pada bagian putih mata (Sklera) yang bisa menjalar ke Kornea, bagian bening di depan mata. 

Penyebabnya sering dikaitkan dengan paparan sinar ultraviolet, angin, debu, dan iritasi jangka panjang pada mata. Umumnya, Pterigium terjadi pada orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan mata.

Sebenarnya, tidak semua kasus Pterigium harus berakhir di ruang dioperasi. Namun, tindakan operasi diperlukan bila pasien mengalami hal-hal sebagai berikut.

  • Jaringan tumbuh menutupi bagian tengah kornea dan mengganggu penglihatan.
  • Menyebabkan iritasi terus-menerus, rasa perih, atau mata merah kronis.
  • Mengganggu penampilan estetika mata dan menurunkan rasa percaya diri.
  • Tidak merespons pengobatan konservatif seperti obat tetes atau salep.

Operasi Pterigium sendiri merupakan prosedur pembedahan minor yang biasanya berlangsung sekitar 30–60 menit. Pasien diberikan anestesi lokal sehingga tetap sadar namun tidak merasakan nyeri. Jaringan Pterigium yang tumbuh akan diangkat, dan pada beberapa kasus, dilakukan transplantasi Konjungtiva (jaringan tipis dari bagian lain mata) untuk mencegah kekambuhan.

Setelah operasi, pasien umumnya bisa pulang di hari yang sama dan diberikan obat tetes serta melakukan kontrol lanjutan selama beberapa minggu.

Jenis Operasi Pterigium

Secara garis besar, terdapat dua jenis prosedur operasi yang bisa dilakukan untuk menangani Pterygium.

Pertama, operasi Pterygium reguler. Ini adalah prosedur standar di mana jaringan Pterygium diangkat tanpa melakukan penambalan jaringan tambahan.

Kedua, operasi Pterygium + graft. Dalam prosedur operasi ini, setelah jaringan Pterygium diangkat, dokter akan melakukan graft atau penambalan. Graft biasanya menggunakan jaringan Konjungtiva sehat dari bagian lain mata pasien sendiri.

Tujuan dilakukannya penambalan di area bekas operasi agar luka bisa sembuh dengan lebih baik dan risiko kambuhnya Pterygium dapat diminimalisir.

Dalam beberapa kasus, jika operasi dilakukan tanpa graft, kemungkinan Pterygium tumbuh kembali lebih tinggi. Nah, prosedur graft membantu mempercepat pemulihan dan menurunkan risiko kekambuhan. 

Tentu saja, pemilihan jenis operasi tidak bisa sembarangan. Dokter mata akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat kemungkinan-kemungkinan berikut.

  • Ukuran dan bentuk Pterygium.
  • Apakah sudah mengganggu Kornea atau penglihatan.
  • Riwayat kesehatan mata pasien.
  • Risiko kekambuhan berdasarkan kondisi mata dan lingkungan sekitar pasien.

Berdasarkan analisis terhadap kemungkinan-kemungkinan inilah dokter akan memutuskan apakah pasien cukup menjalani operasi reguler, atau perlu dilakukan prosedur operasi dengan graft.

Jika pasien merasa memiliki gejala Pterygium dan ingin memastikan soal opsi operasi terbaik, maka melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata terlebih dahulu. 

BACA JUGA:
Katarak
LASIK
Operasi Katarak Gratis

Biaya Operasi Pterigium

Selain di rumah sakit, operasi Pterigium dapat dilakukan di klinik mata. Salah satunya yaitu di Klinik Mata KMU,  dengan cabangnya yang tersebar di sejumlah kota. Lantas, berapa kira-kira biaya operasi pterigium ini?

Sebelum menyoal biaya operasi Pterigium, kita lihat dulu layanan operasi yang ditawarkan. Klinik Mata KMU menawarkan operasi Pterigium berdasarkan jenis layanan maupun jenis operasinya, dengan rincian sebagai berikut.

1) Berdasarkan Jenis Layanan

  • Layanan umum. Ini cocok bagi mereka yang mengutamakan fungsi dan efektivitas pengobatan dengan biaya yang lebih terjangkau.
  • Layanan VIP. Layanan ini dikhususkan untuk mereka yang menginginkan kenyamanan ekstra, termasuk ruangan yang lebih privat dan fasilitas tambahan, serta pelayanan yang lebih eksklusif.

2) Berdasarkan Jenis Operasi

KMU juga menyediakan dua jenis tindakan operasi Pterigium, yakni operasi Pterigium reguler dan operasi Pterigium + graft, yang disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi pasien. 

Sudah barang tentu, dokter spesialis mata akan merekomendasikan prosedur mana yang paling sesuai berdasarkan pemeriksaan awal.

Nah, sekarang soal biaya operasi Pterigium. Biaya operasi Pterigium di Klinik Mata KMU berkisar dari mulai dari Rp900.000. Dengan biaya operasi Pterigium sebesar itu menjadikannya salah satu pilihan operasi mata paling ekonomis dan terjangkau, tanpa harus mengorbankan kualitas pelayanan medis. Dengan biaya operasi Pterigium tersebut, pasien sudah bisa mendapatkan layanan medis profesional dan tindakan yang aman.

BACA JUGA :
Ciri-ciri Mata Juling Beserta Pengobatannya
Hati-hati, Ini Pertanda Infeksi Softlens
Operasi Katarak

Operasi Pterigium ditanggung BPJS Kesehatan

Seperti disebutkan di muka, biaya operasi Pterigium dapat dapat di-cover BPJS Kesehatan. Artinya, pasien tidak perlu merogoh kocek atau sampai harus menguras dana tabungan. BPJS Kesehatan menanggung biaya operasi Pterigium ini di berbagai fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan pihak BPJS. 

Kecuali KMU Sidoarjo, seluruh cabang Klinik Mata KMU memiliki layanan BPJS, sehingga mereka yang hendak melakukan operasi Pterigium dapat memanfaatkan layanan ini.

Biaya Operasi Pterigium
RS & Klinik Mata KMU menyediakan layanan operasi Pterigium. Foto: kmu.id.

Dikutip dari laman kmu.id, untuk bisa memanfaatkan layanan BPJS di Klinik Mata KMU, sehingga biaya operasi Pterigium ter-cover BPJS, Anda perlu memperhatikan sejumlah prosedur berikut ini.

1. Pasien mengambil nomor pendaftaran BPJS Kesehatan. 

2. Menunggu antrian pendaftaran dengan kelengkapan dokumen sebagai berikut

  • Membawa Surat Rujukan dari FKTP (klinik, Puskesmas, atau dokter praktek mandiri).
  • Kartu BPJS asli
  • KTP asli (pasien yang belum memiliki KTP, maka bisa membawa Kartu Keluarga (KK) asli. 

3. Menunggu antrean untuk memasuki ruang diagnosa.

4. Mendapat tindakan medis.

5. Pemberian obat.

6. Antre di apotek Klinik Mata KMU.

Di samping dapat memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan, mereka yang berobat ke KMU juga dapat menggunakan layanan asuransi lain (Admedika).

Bagikan:

Berikan Komentar