Kelainan Refraksi berupa Mata Silinder pada anak seringkali tidak disadari oleh para orang tua lantaran gejalanya yang samar. Padahal, kondisi yang dikenal secara medis sebagai Astigmatisme ini dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk melihat dengan jelas, baik jarak dekat maupun jarak jauh. Jika sampai tidak tetangani, Mata Silinder pada anak bisa mengganggu perkembangan penglihatan dan prestasi belajar anak di sekolah. Lalu, apa sebenarnya penyebab Mata Silinder pada anak ini dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya padai artikel ini.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Mata Silinder?
Mata Silinder pada anak adalah kondisi mata yang umum terjadi pada anak-anak, di mana Kornea (permukaan bening di bagian depan mata) atau lensa di dalam mata memiliki kelengkungan yang tidak teratur.
Alih-alih berbentuk bulat sempurna seperti bola basket, Kornea atau lensa di dalam mata cenderung berbentuk oval. Ini menyebabkan cahaya difokuskan secara tidak merata pada Retina, sehingga mengakibatkan penglihatan kabur atau terdistorsi, baik untuk jarak dekat maupun jauh.
Menurut dr. Irma Cholidah Sp.M, dokter mata dari RS & Klinik Mata KMU, selain Miopia dan Hipermetropia, Mata Silinder adalah salah satu Kelainan Refraksi yang paling banyak diidap anak-anak.
Mata Silinder ini dapat didiagnosis melalui pemeriksaan mata oleh optometris atau dokter mata. Tes yang dilakukan umumnya meliputi tes-tes berikut.
- Tes ketajaman visual. Ini untuk memeriksa seberapa baik anak melihat huruf atau simbol pada jarak yang berbeda.
- Tes refraksi. Tes ini untuk mengukur bagaimana mata memfokuskan cahaya.
- Keratometri. Fungsinya untuk mengukur kelengkungan Kornea.
Jika tidak tertangani dengan baik, Mata Silinder pada anak dapat menyebabkan Ambliopia (Mata Malas). Satu mata menjadi lebih lemah karena otak mulai mengabaikan sinyal dari mata tersebut.
Kondisi-kondisi tersebut tentu saja dapat mempengaruhi aktivitas keseharian anak. Misalnya, anak jadi kesulitan belajar. Pasalnya, penglihatan yang buruk dapat berpengaruh pada kemampuan membaca, menulis, dan berkonsentrasi.
Oleh sebab itu, penanganan tepat Mata Silinder pada anak penting dilakukan agar anak kembali memperoleh penglihatan yang prima sehingga mampu berprestasi lebih baik di sekolah maupun melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan.
Baca juga:
Jangan Salah, Inilah Pemasangan Ortho-K agar Efektif
Operasi Katarak
LASIK
Penyebab dan Gejala Mata Silinder pada Anak
Apa sih penyebab utama Mata Silinder pada anak? Apakah faktor genetik atau keturunan ikut berperan dalam hal ini?
Aspek genetik merupakan salah satu faktor penyebab Mata Silinder pada anak. Faktanya, Mata Silinder sering diturunkan dalam garis keluarga. Jika orang tua memiliki riwayat Mata Silinder, anak mereka lebih mungkin mengidap Mata Silinder.
Pertumbuhan alami mata adalah faktor lain yang turut jadi penyebab Mata Silinder pada anak. Seperti kita ketahui, mata anak masih berkembang, dan kelengkungan Korneanya yang tidak teratur bisa saja terjadi secara alami.
Dalam kasus yang jarang terjadi, trauma atau prosedur bedah dapat pula menyebabkan Mata Silinder pada Anak.
Adapun gejala Mata Silinder pada anak meliputi hal-hal berikut.
- Penglihatan kabur atau terdistorsi
- Anak sering menyipitkan mata agar bisa melihat lebih jelas.
- Sering mengalami sakit kepala.
- Ketegangan atau ketidaknyamanan pada mata.
- Kesulitan melihat dengan jelas di malam hari.
- Kesulitan membaca.
- Sering memegang buku terlalu dekat dengan wajah.
- Duduk sangat dekat dengan layar televisi.
- Mengeluh mata lelah atau sakit.
Jika orangtua mendapati sebagian gejala di atas pada anak, maka sebaiknya segera melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata guna memastikan kondisi sebenarnya terkait kesehatan mata anak.
Baca juga:
Kenali 7 Arti Logo Obat Ini
Mata Tiba-tiba Bengkak, Ini 5 Penyebabnya
Apakah Mata Minus Bisa Sembuh? Ketahui Caranya
Penanganan Mata Silinder pada Anak
Deteksi dini yang dibarengi dengan intervensi yang cepat dan tepat menjadi kunci penting dalam upaya penanganan Mata Silinder pada anak, sekaligus mencegah problem penglihatan yang lebih serius. Sejauh ini, terdapat beberapa opsi pengobatan Mata Silinder untuk anak.
1. Kacamata korektif
Kacamata adalah alat bantu paling umum dan efektif untuk mengatasi Mata Silinder pada anak. Dengan memanfaatkan lensa yang dirancang khusus, ketidaksempurnaan bentuk Kornea atau lensa dalam mata yang menyebabkan penglihatan kabur dapat dikoreksi sehingga anak dengan Mata Silinder mampu melihat dengan jelas.
Meski demikian, resep kacamata anak mungkin perlu diperbarui secara berkala seiring pertumbuhan mereka. Oleh karena itu, pemeriksaan mata rutin sangat dianjurkan.
2. Lensa kontak
Untuk anak yang lebih tua usianya (8-10 tahun atau lebih) dan aktif, lensa kontak mungkin bisa menjadi opsi terbaik. Lensa kontak menawarkan penglihatan yang lebih luas dan bebas hambatan dibandingkan kacamata.
Hanya saja, penggunaan lensa kontak ini perlu dibarengi disiplin dalam hal menjaga kebersihan lensa untuk mencegah infeksi mata. Karena itu, anak perlu memahami cara membersihkan dan menyimpan lensa kontak dengan benar.
3. Terapi ortokeratologi (ortho-K)
Ortho-K adalah metode non-bedah yang melibatkan penggunaan lensa kontak khusus untuk dipakai semalaman. Lensa ini secara bertahap membentuk ulang Kornea sehingga anak dapat melihat lebih jelas di siang hari tanpa harus menggunakan kacamata atau lensa kontak.
Secara keseluruhan, Mata Silinder pada anak bisa diatasi secara efektif dengan penggunaan kacamata korektif, lensa kontak, atau terapi ortokeratologi. Deteksi dini dengan dibarengi intervensi yang cepat bakal membantu penglihatan anak tetap optimal tanpa gangguan yang berarti.
Baca Juga:
Operasi Katarak Gratis
Katarak
Mitos atau Fakta, Vitamin A Sembuhkan Buta Warna
Segera Periksakan Mata Anak
Seperti telah disebutkan di muka, deteksi dini yang dibarengi intervensi yang cepat dan tepat menjadi kunci penting dalam penanganan Mata Silinder pada Anak. Karenanya pemeriksaan rutin mata anak menjadi hal yang tidak boleh diabaikan oleh para orang tua.
Pemeriksaan mata rutin memungkinkan dokter mata untuk memantau kondisi kesehatan mata anak secara menyeluruh, mendeteksi kemungkinan adanya gangguan penglihatan seperti Mata Silinder, serta memberikan solusi yang paling tepat sesuai dengan tingkat keparahan gangguan penglihatan yang dialaminya.
Dengan melakukan pemeriksaan sejak dini, risiko komplikasi jangka panjang akibat Mata Silinder dapat diminimalisir, sehingga anak dapat menikmati kualitas penglihatan yang optimal, yang akan membantu anak beraktivitas lebih nyaman dan mendukung perkembangan akademis serta sosial mereka.
Sumber: dr. Irma cholidah Sp.M



