mata minus bisa sembuh
Diposting oleh :

Apakah Mata Minus Bisa Sembuh? Ketahui Caranya!

Mata Minus menjadi salah satu Kelainan Refraksi pada mata yang paling umum saat ini. Termasuk di kalangan anak dan remaja. Pertanyaannya adalah: apakah Mata Minus bisa sembuh? Sembuh di sini maksudnya adalah Mata Minus yang diidap benar-benar hilang, sehingga penderita tak lagi bergantung pada kacamata maupun lensa kontak. Nah, jika memang bisa sembuh, kira-kira metode apa yang paling tepat untuk membuat Mata Minus Bisa Sembuh?

Pengertian dan Penyebab Mata Minus

Seperti disebutkan di awal, Mata Minus adalah Kelainan Refraksi pada mata. Mereka yang mengidap Mata Minus dapat melihat dengan jelas objek yang dekat, tetapi mengalami kekaburan penglihatan saat melihat objek yang jauh. Hal tersebut terjadi karena cahaya yang masuk ke mata terfokus di depan Retina (bukan langsung di Retina). Kondisi ini menyebabkan penglihatan kabur saat harus melihat objek-objek yang posisinya jauh.

Pada mereka yang memiliki mata yang sehat dan normal, cahaya masuk melalui Kornea dan melewati Pupil. Cahaya kemudian difokuskan oleh Lensa Mata untuk mencapai Retina, lapisan sensitif cahaya di bagian belakang mata. Lalu, Retina mengirimkan informasi visual ke otak melalui saraf optik, di mana informasi ini diproses menjadi citra/gambar yang kita lihat.

Pada penderita Mata Minus, mata terlalu panjang (dari depan ke belakang) atau Kornea yang terlalu melengkung adalah yang menyebabkan cahaya difokuskan di depan Retina, bukannya langsung ke Retina. Inilah yang akhirnya menyebabkan objek yang jauh tampak kabur, sementara objek yang dekat tetap terlihat jelas.

Jika ditelisik, terdapat beberapa faktor penyebab Mata Minus, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Faktor genetik (keturunan)

Mata Minus sering diturunkan dalam keluarga. Jika salah satu atau kedua orang tua menderita Mata Minus, kemungkinan besar anak-anak mereka juga akan mengalami hal sama. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang kedua orang tuanya menderita Mata Minus lebih berisiko mengembangkan Mata Minus yang parah, sementara yang hanya memiliki satu orang tua pengidap Mata Minus cenderung mengembangkan Mata Minus ringan hingga sedang.

2. Faktor Lingkungan

Menghabiskan banyak waktu untuk melakukan aktivitas jarak dekat, seperti membaca, menggunakan ponsel pintar, atau bekerja di depan layar komputer dalam rentang waktu lama dapat menyebabkan atau memperburuk Mata Minus. Ini diyakini akibat ketegangan pada mata akibat penggunaan mata yang berlebihan untuk pekerjaan jarak dekat. Sementara itu, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan cenderung memiliki risiko lebih rendah mengembangkan Mata Minus. Waktu yang lebih banyak dihabiskan di dalam ruangan di kota-kota besar dengan sedikit paparan cahaya alami dianggap sebagai faktor penyebab meningkatnya jumlah kasus Mata Minus di seluruh dunia.

3. Perubahan pada struktur mata

Mata Minus dapat berkembang jika mata tumbuh terlalu panjang selama masa kanak-kanak atau remaja. Hal ini dapat berkaitan dengan faktor genetik dan lingkungan, tetapi beberapa perubahan pada bentuk mata juga bisa terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Faktor lain yaitu lengkungan Kornea yang berlebihan, di mana bagian depan mata terlalu tajam. Ini menyebabkan cahaya membelok lebih dari yang diperlukan dan akhirnya terfokus secara tidak tepat.

4. Faktor lain

Mata Minus juga bisa terkait dengan kondisi lain seperti Katarak atau Diabetes yang dapat mempengaruhi Lensa Mata atau Retina, sehingga menyebabkan Kelainan Refraksi.

Gejala Mata Minus

kacamata bikin minus bertambah
sumber gambar: brookseyemd.com.

Gejala utama Mata Minus yang utama adalah objek yang jauh tampak kabur. Misalnya, sulit membaca papan nama saat mengemudi atau melihat tulisan di papan tulis di ruang kelas.

Penderita Mata Minus sering kali pula menyipitkan mata untuk mencoba melihat lebih jelas, karena menyipitkan mata sementara dapat mengubah bentuk mata dan membantu cahaya fokus dengan lebih baik di Retina.

Selain itu, pengidap Mata Minus mungkin pula merasakan kelelahan mata, terutama setelah waktu yang lama melakukan aktivitas jarak dekat, seperti membaca atau menggunakan perangkat digital.

Ketegangan pada mata tersebut, terutama setelah lama fokus melihat objek dekat, dapat menyebabkan sakit kepala yang sering.

Gejala lainnya yakni kesulitan melihat di malam hari. Pasalnya, Mata Minus menjadi lebih buruk dalam kondisi cahaya rendah. Kondisi ini tentu saja akan sangat mengganggu ketika harus melakukan sejumlah aktivitas, seperti mengemudi maupun mengenali wajah dari kejauhan.

Baca juga:
Operasi Katarak Gratis
Berhenti Mengucek Mata, Ada Bahaya Mengintai

Apakah Mata Minus Bisa Sembuh?

Banyak kalangan awam mengajukan pertanyaan: apakah Mata Minus bisa sembuh? Selain itu, pertanyaan yang juga kerap diapungkan yaitu apakah Mata Minus bisa sembuh dengan mengkonsumsi obat-obatan?

Pertanyaan demikian memang wajar. Hampir bisa dipastikan sebagian besar pengidap Mata Minus pasti akan bertanya-tanya terkait apakah Mata Minus bisa sembuh. Dan jika Mata Minus bisa sembuh, apakah ada cara alami atau pengobatan tertentu yang bisa membantu mengembalikan penglihatan tanpa bantuan kacamata atau lensa kontak?

Sayangnya, belum ada cara alami yang terbukti efektif untuk membuat Mata Minus bisa sembuh. Secara medis, Mata Minus sendiri tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Artinya, Kelainan Refraksi ini tidak dapat hilang tanpa perawatan atau intervensi khusus. Sejauh ini, kebanyakan pengidap Mata Minus dibantu dengan penggunaan kacamata, selain juga lensa kontak.

Kacamata atau lensa kontak dapat membantu memfokuskan cahaya pada Retina sehingga memperbaiki penglihatan. Penggunaan kedua alat bantu ini memang sangat efektif dalam memberikan kenyamanan dan membantu penderita Mata Minus melakoni aktivitas sehari-hari mereka. 

Meskipun demikian, sebagai alat bantu, kacamata atau lensa kontak sama sekali tidak tidak menyembuhkan penyebab dasar Mata Minus.

Selain itu, sebagian kalangan juga menilai menggunakan kacamata ataupun lensa kontak bikin ribet. Padahal, yang mereka inginkan adalah bagaimana Mata Minus bisa sembuh dan sekaligus juga tidak lagi harus bergantung pada kacamata ataupun lensa kontak.

Baca juga:
Benarkah Mata Minus Tinggi Bisa Melahirkan Normal
Konsumsi Vitamin A untuk Kesehatan Mata, Ini Batas yang Dianjurkan

Metode Penyembuhan Mata Minus

Ihwal Mata Minus bisa sembuh tanpa perlu bergantung lagi pada kacamata, dr. Irma A Pasaribu, Sp.M, dokter mata dari RS & Klinik Mata KMU, memberikan sejumlah rekomendasi. Apa saja rekomendasinya?

1. Ortho-K

Menurut dr. Irma, Ortho-K cocok untuk mereka yang mengidap Mata Minus yang berusia di bawah 18 tahun. “Kurang dari 18 tahun, kita sarankan memakai teknik Ortho-K,” jelasnya. 

Dijelaskan dr. Irma, pada penderita Mata Minus, karena sinar/cahaya jatuh di belakang syaraf mata, maka perlu mengupayakan bagaimana caranya agar sinar/cahaya tepat jatuh di syaraf mata.

“Nah, Kornea mata itu kita bentuk. Caranya gimana? Caranya kita pasangkan Ortho-K, untuk anak-anak usia di bawah 18, saat tidur. Tiap hari harus pakai. Sehingga nanti itu bisa mengendalikan Mata Minusnya.Kalau tidak pakai, ya kembali lagi,” papar dr.Irma.

Ditambahkannya bahwa Ortho-K bisa mulai digunakan anak-anak pada usia 8 tahun. “Bedanya dengan softlens,  kalau softlens itu dipakai sehari-hari,  kalau tidur dilepas. Ortho-K itu dipakai pada saat sedang tidur.

jadi untuk sehari-hari tidak pakai kacamata, ya,” terang dr. Irma.

2. Zeiss SMILE

Ini adalah metode laser untuk menghilangkan Mata Minus, yang direkomendasikan untuk mereka yang berusia di rentang 18-40 tahun. “Ini salah satu penyembuhan untuk Mata Minus. Jadi, terkoreksi. Udah nggak perlu kacamata lagi,” sebut dr.Irma.

Prosedur Lasik_Operasi ZEISS SMILE

Dijelaskan pula oleh dr.Irma bahwa selain Zeiss SMILE, ada juga femto LASIK. Hanya saja, sambungnya, femto LASIK ini tekniknya agak beda. 

“Tetapi, sama ya. kita laser juga. Dua-duanya kita laser, Jadi LASIK. Zess SMILE juga kita laser. Sama ini untuk menyembuhkan Minus, ya,” tutur dr. Irma.

3. Phakic IOL

Bagi mereka yang tidak bisa menjalani teknik laser, pilihannya yaitu memasang lensa ke dalam mata. Inilah yang dinamakan teknik phakic IOL. 

“Tapi, ini bukan operasi Katarak, ya. Cuma mirip. Jadi, kita pasang lensa, tapi lensa yang asli tetap di situ. Seperti orang pakai kacamata, tapi kacamatanya di pindah ke dalem. Nah, seperti itu, ya,” beber dr.Irma.

Phakic IOL bekerja dengan meningkatkan daya fokus mata, mengimbangi Kelainan Refraksi, dan memungkinkan cahaya terfokus lebih akurat di Retina sementara lensa alami mata tetap utuh.

4. Refractive Lens Exchange

Ini adalah pilihan untuk mengatasi Mata Minus bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas, yang  tidak bisa dilakukan melalui tindakan laser atau LASIK. Refractive lens exchange ini sering juga disebut clear lens extraction (CLE).

Prosedurnya melibatkan pengangkatan lensa alami mata dan menggantinya dengan lensa intraocular (IOL) buatan yang mampu  mengoreksi Kelainan Refraksi.

 “Ini pilihannya. Jadi, lensanya itu kita ganti dengan lensa yang baru. Mirip seperti operasi Katarak, tapi tidak Katarak lensanya. Ini dilakukan untuk  usia lebih 40 tahun tetapi tidak ada Kataraknya,” jelas dr.Irma.

Baca juga:
Penanganan Ketika Benturan Mata Terjadi
Katarak

Waktunya Periksa Mata!

Kesehatan mata adalah salah satu aspek penting dalam turut menjaga kualitas hidup. Seiring berkembangnya usia atau juga meningkatnya aktivitas sehari-hari yang sering memaksa mata bekerja lebih keras, kalian bisa saja mulai merasakan penurunan kualitas penglihatan, seperti pandangan kabur, kesulitan melihat jarak jauh, atau bahkan mengalami rasa sakit di sekitar mata. Jika kalian mulai merasakan gejala-gejala tersebut, jangan ragu untuk segera melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata secara rutin. 

Sumber: dr. Irma Pasaribu, Sp.M


Bagikan:

Berikan Komentar