ortho-k
Diposting oleh :

Ortho-K, Terapi Mata Minus Efektif untuk di bawah Usia 18 Tahun

Metode LASIK [laser-assisted in situ keratomileusis] tak disangsikan lagi dapat diandalkan untuk mengatasi mata minus sehingga penderita mata minus dapat terbebas dari ketergantungan pada kacamata. Hanya saja, mereka yang di bawah usia 18 tahun, di mana mata minus yang diidap masih berubah-ubah alias belum stabil, LASIK bukanlah pilihan yang tepat. Yang direkomendasikan bagi pengidap mata minus di bawah usia 18 tahun adalah ortho-K. Seperti apa metodenya? Apakah ortho-K ini sama dengan lensa kontak? 

Mata minus dan gejalanya

Pada dasarnya, mata minus adalah gangguan penglihatan yang disebabkan oleh anomali refraksi atau kelainan refraksi. Hal Ini terjadi tatkala cahaya tidak terfokus dengan benar pada retina

Mata minus umumnya berkembang selama masa kanak-kanak hingga remaja, dan umumnya menjadi lebih stabil antara usia 20 dan 40 tahun. 

Terdapat sejumlah gejala atau tanda yang bisa dijadikan indikator tatkala seseorang telah mengalami mata minus. Gejala-gejala itu sebagai berikut.

  • Terus-menerus menyipitkan mata.
  • Kesulitan melihat objek yang jauh.
  • Berkedip berlebihan.
  • Sering mengucek atau menggosok mata.
  • Menonton televisi dari jarak yang sangat dekat.
Gejala mata minus antara lain kesulitan melihat benda jauh.

Baca juga: 

Apa dan Bagaimana Katarak?

Mengenal dan Memahami Operasi Katarak

Bisakah Mata Bintitan Sembuh Sendiri? 

Pengobatan mata minus

Melakukan konsultasi dokter mata dan pemeriksaan mata dapat memastikan apakah kalian mengidap mata minus atau tidak. Termasuk juga memastikan seberapa jauh tingkat keparahan minusnya, sekiranya kalian telah terdiagnosa mengalami mata minus.

Secara garis besar, pengobatan untuk mata minus meliputi antara lain beberapa jenis terapi berikut ini.

1] Kacamata 

Ini adalah metode terapi yang paling konvensional untuk mata minus. Setelah kalian menjalani pemeriksaan mata, dokter mata atau perawat mata dapat meresepkan kacamata sebagai alat bantu bagi kalian sehingga penglihatan menjadi lebih jelas. Meski dapat membantu penglihatan kalian, penggunaan kacamata mungkin pula membuat gerak kalian sedikit tidak bebas. Belum lagi kemungkinan dapat mengganggu penampilan.   

2] Lensa RGP [rigid gas permeable

RGP adalah sejenis lensa kontak. Lensanya kaku, terbuat dari komponen yang mengandung silikon. Dengan begitu, oksigen menjadi lebih mudah melewati mata. Meski memiliki sejumlah keunggulan seperti berdiameter lebih kecil daripada kontak lens biasa dan mampu bertahan lebih lama daripada kontak lens biasa, RGP juga memiliki kelemahan. Di antaranya yaitu gampang bergeser jika terdapat benturan pada mata atau ketika kalian menggosok-gosok mata. Risiko lainnya yaitu kemungkinan  masuknya partikel debu dan benda kecil lainnya dari udara ke ruangan antara lensa dan mata.

3] LASIK

Sejauh ini, LASIK merupakan metode terapi mata minus yang diyakini paling aman dan nyaman saat ini.  Dengan teknologi LASIK, dokter menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea, yang membuat sinar cahaya kembali dapat difokuskan pada retina sehingga memperbaiki penglihatan.

4] Ortho-K [orthokeratology] 

Seperti telah disebutkan dimuka, meski LASIK terbilang paling aman, untuk mereka yang belum berusia 18 tahun, metode tersebut bukan pilihan yang tepat.  Pasien mata minus yang belum/tidak bisa menjalani operasi LASIK, namun tidak ingin menggunakan kacamata maupun lensa RGP, direkomendasikan memilih ortho-K. Pada prinsipnya, prosedur penggunaan ortho-K mirip lensa kontak. Cuma, bedanya, lensa ortho-K ini digunakan ketika malam hari saja.  

Baca juga: 

Bagaimana Cara Mendapatkan Operasi Katarak Gratis?

Lansia Pasti Pakai Kacamata Baca, Benarkah? 

Mengenal cara kerja ortho-K

Bagaimana sih cara kerja ortho-K? Pada dasarnya cara kerja ortho-K dan LASIK hampir sama. Baik ortho-K dan LASIK sama-sama merekonstruksi atau membentuk kornea mata sesuai yang diinginkan, sehingga akhirnya bisa bebas melihat tanpa bantuan kacamata. 

Ortho-K sendiri bekerja pada malam hari di saat pengguna sedang tidur. Lensa ortho-K yang digunakan saat sedang tidur ini diyakini dapat melandaikan kornea, sehingga di saat bangun pada pagi hari,  pengguna lensa ortho-K dapat melihat lebih jelas daripada sebelumnya.

Lantas, siapa yang paling cocok menggunakan ortho-K? Apakah setiap orang yang mengidap mata minus cocok memakainya?

Ortho K_Cara Bebas Kacamata Silinder

Ada sejumlah kriteria terkait siapa yang paling cocok menggunakan ortho-K ini. Apa saja kriterianya?

  • Anak-anak dengan kenaikan mata minus yang cepat [progresif]. Ini demi menghambat kenaikan mata minusnya.
  • Mereka yang takut melakukan operasi LASIK.
  • Mereka yang berusia di bawah 18 tahun.
  • Mereka yang memiliki alergi saat menggunakan lensa kontak.
  • Mereka yang aktif dalam berkegiatan di luar ruangan, seperti olahraga, tempat kerja yang berdebu dan lain-lain.

Ortho-K tidak disarankan untuk mereka dengan kriteria-kriteria sebagai berikut.

  • Memiliki riwayat dry eye atau mata kering.
  • Memiliki rabun jauh dengan derajat yang berat yaitu di atas 6 dioptri [minus 6 ke atas]. 
  • Mereka yang memiliki ukuran pupil yang relatif besar.

Konsultasikan mata minus Anda di dokter mata

Demi lebih memastikan langkah terapi yang tepat dan juga aman bagi mata minus kalian, selalulah melakukan konsultasi di dokter mata.

Dokter mata adalah pihak yang paling tepat dan paling mampu merekomendasikan jenis terapi mata minus – semisal, ortho-K – yang paling sesuai dengan kondisi diri kalian. 

Yang juga perlu selalu kalian lakukan adalah melakukan pemeriksaan mata secara rutin sehingga kesehatan mata kalian dapat terpantau dengan seksama dan sekaligus dapat mencegah secara dini munculnya gangguan mata yang lebih serius.

Untuk update informasi terkini seputar masalah kesehatan mata berikut layanan pengobatannya, kalian bisa ikuti kanal YouTube doktermata.co.id. 

Bagikan:

Berikan Komentar