Retina Mata Rusak
Diposting oleh :

Retina Mata Rusak Berbahayakah Bagi Lansia?

Gejala awal dari retina mata rusak mungkin akan sangat sederhana. Kebanyakan orang pun tidak menyadarinya. Walau hal tersebut tampak sepele, tetapi gejala ini bisa menjadi tanda awal dari gangguan penglihatan serius yang menyerang Retina. 

Retina adalah bagian penting dari mata yang memungkinkan kita melihat dunia dengan jelas. Jika retina mata rusak, dampaknya bisa sangat serius, bahkan dapat menyebabkan kebutaan. Terlebih bagi yang sudah berusia senja, resiko adanya gangguan penglihatan akan semakin tinggi. 

Pada kesempatan ini, akan kita pelajari lebih lanjut tentang pentingnya menjaga kesehatan retina dan bagaimana kerusakan retina tersebut berpengaruh pada lansia. Simak selengkapnya berikut ini.

Retina Mata Rusak dan Kondisinya

retina mata rusak

Retina adalah lapisan tipis yang terletak di bagian belakang mata, yang berfungsi untuk penerima cahaya yang masuk melalui kornea dan lensa mata. Cahaya tersebut difokuskan oleh lensa ke retina, di mana terdapat jutaan sel fotoreseptor (sel batang dan kerucut). 

Sel-sel ini mengubah cahaya menjadi sinyal listrik yang dikirim melalui saraf optik ke otak. Otak kemudian memproses sinyal ini menjadi gambar yang kita lihat. Jadi, retina adalah kunci dari kemampuan kita untuk melihat dunia dengan jelas.

Namun, retina sangat rentan terhadap berbagai kondisi yang bisa merusak fungsinya, seperti trauma, penyakit, atau penuaan. Ketika retina mengalami kerusakan, proses penglihatan menjadi terganggu, dan kita bisa mengalami berbagai masalah penglihatan, mulai dari penglihatan kabur hingga kebutaan total.

Baca Juga :

Kondisi Retina Mata Rusak 

Ketika retina mata rusak, tampilannya akan sangat berbeda dari retina normal. Retina mungkin tampak lebih pucat atau terdapat area yang mengalami penggelapan atau pendarahan. Tentu untuk penglihatan juga akan terlihat sangat berbeda.

Pada kondisi seperti ablasio retina, retina bisa tampak terlepas atau terlipat, dan bagian ini bisa terlihat seperti gelembung atau area yang tidak rata. Pembuluh darah di retina juga bisa tampak terganggu, dengan adanya kebocoran cairan atau darah, yang menyebabkan area tertentu menjadi buram atau kabur. 

Retina mata rusak tersebut jika tidak segera ditangani, maka akan terjadi kondisi gawat darurat retina. Inilah yang kemudian meningkatkan adanya resiko kebutaan. Sudah banyak kejadian ablasio retina yang menyebabkan kebutaan. 

Baca Juga :

Akibat Retina Mata Rusak

Retina Mata Rusak

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, retina mata rusak yang sering terjadi adalah ablasio retina yakni lepasnya retina dari lapisan pendukung di bawahnya. Ablasio retina dapat disebabkan oleh trauma mata, miopia tinggi, atau perubahan yang terjadi seiring usia. 

Gejala awal yang umum adalah munculnya kilatan cahaya, floaters (bintik-bintik yang melayang di lapangan pandang), dan penurunan penglihatan secara tiba-tiba. Jika tidak segera diobati, ablasio retina dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Ablasio retina biasanya terjadi akibat robekan atau lubang pada retina, yang memungkinkan cairan mata mengalir di bawah retina, memisahkannya dari lapisan epitel pigmen retina yang menyediakan oksigen dan nutrisi. Tanpa suplai ini, sel-sel retina bisa mati, menyebabkan hilangnya penglihatan.

Gejala dari ablasio retina sering kali muncul tiba-tiba dan dapat meliputi:

  • Munculnya kilatan cahaya (fotopsia) di satu atau kedua mata.
  • Floaters, yaitu bintik-bintik atau garis-garis yang tampak melayang di bidang penglihatan.
  • Penglihatan yang tiba-tiba buram atau kabur.
  • Munculnya bayangan gelap seperti tirai yang menutupi sebagian penglihatan dari sisi tepi atau atas/bawah.

Untuk yang juga mengalami miopia tinggi (rabun jauh), riwayat trauma mata, riwayat keluarga dengan kondisi ini, serta operasi mata sebelumnya seperti operasi katarak, resiko retina mata rusak atau ablasio retina ini akan semakin dimungkinkan dapat terjadi. 

Ablasio retina pada orang yang sudah menjalani LASIK juga bisa menjadi lebih rentan. Perubahan struktur mata yang terjadi pasca melakukan lasik dapat menyebabkan ablasio retina. Namun, risiko ini relatif kecil dan sering kali dapat dikelola dengan pemeriksaan rutin dan perawatan yang tepat.

Selain itu, ablasio retina juga lebih sering terjadi pada orang yang berusia lanjut, karena degenerasi alami pada retina seiring bertambahnya usia. Perubahan pada struktur mata lansia dapat menyebabkan munculnya robekan retina, sehingga retina mata rusak.

Retina mata rusak juga bisa terjadi akibat penyakit seperti retinopati diabetik, yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah di retina akibat diabetes. Kondisi ini dapat menyebabkan kebocoran cairan atau darah ke retina, yang akhirnya merusak penglihatan. 

Juga dapat terjadi karena degenerasi makula, yang sering terjadi pada orang lanjut usia, yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan sentral, sehingga akan mengakibatkan kesulitan dalam melihat detail atau membaca.

Baca Juga : 

Pentingnya Pemeriksaan Mata

Melakukan pemeriksaan mata secara rutin adalah cara terbaik untuk mendeteksi masalah retina sejak dini. Pemeriksaan ini membantu dokter mata untuk menemukan tanda-tanda awal masalah dan memberikan perawatan yang tepat sebelum gejala menjadi lebih parah.

Deteksi dini sangat penting dalam mencegah kerusakan lebih lanjut pada retina dan mencegah kebutaan. Jika mengalami gejala seperti penglihatan kabur, bayangan gelap, atau kilatan cahaya, segeralah lakukan  konsultasi dokter mata. 

Pemeriksaan mata rutin sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti miopia tinggi, diabetes, atau riwayat keluarga dengan penyakit mata. Terlebih bagi lansia disarankan untuk memeriksakan mata setidaknya sekali setahun

Dengan demikian, kesehatan mata dapat terjaga dan risiko kebutaan dapat diminimalkan. Jangan menunda untuk memeriksakan mata, karena penglihatan adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Pastikan untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur agar kesehatan mata dan kualitas hidup tetap terjaga.

Sumber : dr. Fitria Romadiana, SpM(K)

Bagikan:

Berikan Komentar