Gerhana matahari adalah fenomena alam yang biasa terjadi. Tatkala gerhana sedang berlangsung, tak sedikit orang yang kepingin melihatnya secara langsung. Pertanyaannya adalah: apakah boleh melihat gerhana? Betulkah melihat gerhana bisa membahayakan mata kita? Kira-kira hal apa saja yang perlu diperhatikan saat kita ingin melihatnya?
Sekilas tentang Gerhana Matahari
Pada dasarnya, gerhana terjadi tatkala matahari, bulan, dan bumi sejajar. Adapun gerhana matahari terjadi ketika bulan lewat di antara matahari dan bumi, menghalangi setidaknya sebagian dari matahari.
Pada prinsipnya, gerhana terjadi pada saat bulan baru. Namun, kendati sebulan sekali terjadi bulan baru, gerhana tidak selalu berlangsung. Pasalnya, bulan tidak mengorbit pada bidang yang sama dengan matahari dan bumi.
Menurut NASA, hanya ada dua kali dalam setahun terdapat apa yang disebut sebagai “musim gerhana,” tatkala bulan baru melintasi bidang bumi-matahari dan memberikan kesempatan untuk terjadinya gerhana matahari.
Sejauh ini, terdapat setidaknya empat jenis gerhana matahari sebagai berikut.
1) Gerhana total
Ini terjadi ketika bulan sepenuhnya menghalangi matahari. Kendati faktanya matahari sekitar 400 kali lebih besar daripada bulan, toh posisinya sekitar 400 kali lebih jauh, sehingga membuat matahari dan bulan tampak hampir sama ukuran di langit kita. Selama gerhana matahari total, bulan bergerak tepat di depan matahari dan nyaris menutupi cakram matahari. Maka, siang hari berubah menjadi malam selama beberapa waktu, dan korona matahari (atmosfer luar) menjadi terlihat
2) Gerhana cincin
Ketika bulan berada di titik terjauh dari bumi, yang disebut apogee, ia tampak sedikit lebih kecil dari biasanya. Nah, jika bulan lewat tepat di depan matahari saat atau mendekati apogee, bayangan umbranya tidak mencapai bumi dan bulan tidak tampak sepenuhnya menutupi matahari. Sebaliknya, cincin cahaya matahari – yang disebut annulus – muncul di sekitar bulan, menciptakan gerhana matahari cincin. Selama gerhana, bagian dari bayangan bulan yang memanjang dari ujung umbra disebut antumbra.

3) Gerhana hibrida
Terkadang, selama gerhana matahari, umbra bulan mencapai permukaan bumi di beberapa tempat dan menciptakan gerhana total. Tetapi, permukaan bumi akan melengkung menjauh dari bayangan sehingga umbra tidak lagi mencapai permukaan bumi di tempat lain, yang akhirnya memunculkan gerhana cincin. Tatkala gerhana tampak total di beberapa tempat, tetapi terjadi pula gerhana cincin di tempat lain, kondisi ini lazim disebut sebagai gerhana matahari hibrida.
4) Gerhana parsial
Pada gerhana jenis ini, bulan dan matahari tidak sejajar dengan sempurna dan hanya sebagian dari bulan yang melewati depan matahari, sehingga menghasilkan gerhana sebagian saja. Saat terjadi gerhana sebagian, matahari tampak memiliki bentuk sabit seolah-olah sebagian telah terpotong.
Baca juga:
Prosedur Bius pada Operasi LASIK, Simak Penjelasannya
Apakah Boleh Melihat Gerhana Secara Langsung?
Ketika terjadi gerhana, banyak orang yang tertarik untuk melihatnya. Pertanyaannya yaitu apakah aman bagi kita untuk melihat gerhana secara langsung?
Menurut Dr. Robert Wong, dari Austin Retina Associates dan anggota dari Dell Medical School Universitas Texas di Austin, seperti dikutip laman kxan.com, sangat penting bagi kita untuk melindungi mata pada beberapa saat sebelum dan sesudah gerhana matahari ketika seberkas sinar matahari masih terlihat jelas.
Ia menjelaskan bahwa pada saat tepat sebelum dan tepat setelah gerhana, masih ada sedikit sinar matahari yang masuk, dan melihat langsung ke sinar matahari tentu bisa merusak jaringan di bagian belakang mata.
Ia menambahkan bahwa sinar matahari sangat berbahaya ketika kita melihat langsung ke arahnya karena bisa menyebabkan luka bakar dan peradangan, serta mengarah pada terjadinya kerusakan pada fotoreseptor mata.

Sementara itu, dr. Ruchyta, Sp.M, dokter mata dari Klinik Mata KMU Sidoarjo, menjelaskan bahwa fenomena gerhana matahari pasti banyak yang ingin melihat. Tapi, sambungnya, harus berhati-hati.
“Apabila kita tidak menggunakan alat yang tepat saat melihat gerhana matahari, kita dapat mengalami solar retinopathy yaitu kerusakan retina atau saraf mata karena paparan dari sinar matahari secara langsung, yang kerusakannya sendiri bisa secara permanen,” tegasnya.
Oleh sebab itu, dr. Ruchyta menyarankan bahwa kita tidak boleh melihat gerhana secara langsung, tapi gunakanlah solar filter.
“Ini bukan seperti kacamata hitam biasa atau binokular, atau teleskop. Tapi, khusus dibuat untuk melihat sinar matahari. Kita tidak diperkenankan untuk melihat sinar matahari secara langsung. Apalagi dengan mata telanjang,” sebut dr. Ruchyta.
Baca juga:
Sklera, Pelindung Mata yang Tak terlihat
Tips Melindungi Mata saat Melihat Gerhana Matahari
Tentu saja, gerhana matahari tetap bisa kita saksikan dengan aman dengan melakukan sejumlah langkah berikut ini.
1) Gunakan pelindung matahari yang tepat
Selalu kenakan kacamata pelindung matahari yang memenuhi standar keselamatan. Kacamata pelindung ini dirancang khusus untuk melindungi mata kita dari sinar berbahaya matahari. Namun, periksa dahulu kacamatanya kalau-kalau ada goresan atau kerusakan sebelum digunakan. Hindari menggunakannya jika ada goresan atau kerusakan di lensanya.
2) Hindari filter buatan dan kacamata hitam biasa
Jangan gunakan filter buatan sendiri, kacamata hitam biasa, meskipun sangat gelap, untuk melihat gerhana.
3) Gunakan alat pengamat matahari
Kita dapat menggunakan alat pengamat matahari untuk melihat gerhana. Alat ini aman dan nyaman untuk melihat gerhana matahari.
4) Proyektor lubang jarum
Kita bisa membuat proyektor lubang jarum sederhana untuk melihat gerhana. Caranya dengan membuat lubang kecil di selembar kertas atau karton dan membiarkan sinar matahari melewatinya untuk memproyeksikan gerhana ke permukaan datar.
5) Melihat selama matahari tertutup bulan
Jika terjadi gerhana total, kita dapat melepas kacamata pelindung matahari dan dapat dengan aman melihat gerhana hanya saat matahari sepenuhnya tertutup oleh bulan. Kenakan kembali pelindung mata standar jika kita ingin melihat matahari begitu gerhana total berakhir.

6) Gunakan filter matahari
Jika berencana melihat gerhana melalui kamera, teleskop, atau teropong, pastikan alat-alat tersebut dilengkapi dengan filter matahari untuk mencegah kerusakan mata.
Sebagai fenomena alam, gerhana menarik untuk kita saksikan dan amati. Namun, perlu ditegaskan lagi, jangan pernah melihat langsung ke matahari tanpa pelindung mata yang tepat, terutama selama gerhana parsial ketika matahari tidak sepenuhnya tertutup oleh bulan.

Sahabat, jika Anda memiliki keluhan atau gangguan kesehatan mata, jangan sungkan untuk segera melakukan konsultasi dokter mata dan melakukan pemeriksaan mata di rumah sakit maupun klinik mata terdekat di kota Anda.
Jangan lupa, simak dan ikuti kanal-kanal medsos kami untuk mendapatkan update terkini informasi dan edukasi kesehatan mata.
Sumber: dr. Ruchyta, SP.M



