penyebab mata minus bertambah
Diposting oleh :

Alasan Penyebab Mata Minus Bertambah, Berawal dari Kebiasaan yang Bisa Dihindari

Mata Minus merupakan hal yang lazim diidap oleh sebagian anak maupun remaja. Ketika seorang anak maupun remaja mulai menderita Mata Minus, mungkin saja Mata Minusnya itu terus bertambah. Nah, kira-kira faktor apa saja yang bisa menjadi penyebab Mata Minus bertambah? Adakah kebiasaan tertentu yang ikut menjadi penyebab Mata Minus bertambah? Apa kiatnya agar Mata Minus tidak bertambah? Dan apakah Mata Minus bisa disembuhkan?

Dalam khazanah medis, Mata Minus digolongkan ke dalam apa yang disebut sebagai Kelainan Refraksi, yang mengacu pada sekurangnya empat kondisi, yaitu Astigmatisme [benda terlihat buram, baik dari dekat maupun dari kejauhan], Hipermetropia [benda yang dekat tampak tidak jelas], Miopia [benda terlihat tidak jelas dari kejauhan], dan Presbiopia [benda dekat tidak jelas terlihat karena bertambahnya usia].

Kelainan Refraksi dapat terjadi karena beberapa hal sebagai berikut.

  • Perubahan bentuk mata.
  • Permukaan mata yang lebih curam atau lebih datar secara alami.
  • Lensa mata yang lebih tebal atau lebih tipis dari biasanya.
  • Mata yang terlalu pendek atau terlalu panjang.

Baca juga: Waspada 5 Gejala Infeksi Karena Softlens 

Jenis Kelainan Refraksi - Bebas Mata Minus Selain Lasik
Jenis-jenis kelainan refraksi.

Faktor tumbuh-kembang sebagai penyebab Mata Minus bertambah

Mata Minus memang bisa bertambah. Awalnya mungkin cuma minus satu, namun dalam tahap selanjutnya berkembang menjadi minus dua, minus tiga, dan seterusnya. Kok bisa?

Penambahan Mata Minus salah satunya adalah karena faktor tumbuh kembang anak. Hal ini diungkap oleh dr. Ruchyta Ranti, Sp.M, dokter mata dari klinik mata KMU.

Menurutnya sebagian besar penyebab Mata Minus adalah matanya semakin panjang dan ini terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja.

“Maka, minusnya semakin tingggi. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan remaja atau anak-anak, gitu. Jadi, semakin bertambah usia, maka biasanya minusnya juga makin bertambah,” jelasnya. 

Tapi, jangan khawatir, tambahnya, apabila usia kita sudah di atas 18 tahun, ukuran minusnya stabil.

Baca juga: Bagaimana Mendapatkan Operasi Katarak Gratis

Kebiasaan yang ikut jadi penyebab Mata Minus bertambah

Selain faktor tumbuh-kembang, beberapa kebiasaan yang terkait dengan gaya hidup ditengarai ikut pula jadi penyebab Mata Minus bertambah.

Beberapa kajian sejauh ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan serta kebiasaan tampaknya turut  mendorong peningkatan prevalensi Mata Minus. 

Karenanya, penting kiranya memodifikasi gaya hidup dan kebiasaan untuk meminimalkan risiko berkembangnya maupun progresivitas Mata Minus.

Baca juga: Apa dan Bagaimana Operasi Katarak? 

Lalu, kebiasaan-kebiasaan apa saja sih yang berisiko mendorong berkembangnya atau menambah progresivitas Mata Minus? Berikut beberapa di antaranya.

1] Lebih banyak aktivitas di dalam ruangan

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan di luar ruangan dengan kehadiran cahaya alami dapat menjadi faktor protektif terhadap timbulnya Mata Minus. Dengan kata lain, menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan lebih berisiko meningkatkan Mata Minus.  

“Makanya disarankan juga untuk banyak melakukan aktivitas outdoor, aktivitas di luar ruangan, supaya itu nambahnya minus tidak terlalu progresif,” saran dokter Ruchyta.

risiko Mata Minus.
Aktivitas yang lebih banyak di dalam ruangan ikut tingkatkan risiko Mata Minus.

2] Kualitas tingkat pencahayan dalam ruangan

Terdapat bukti yang memperlihatkan bahwa tingkat pencahayaan dalam ruangan dapat secara signifikan mempengaruhi timbulnya dan bekembangnya Mata Minus. Salah satu kajian mendapati bahwa ketika berada di ruangan kelas dengan tingkat pencahayaan yang lebih besar dari 3000 lux menghasilkan faktor perlindungan untuk Mata Minus atau Miopia di kalangan siswa di Tiongkok. 

Baca juga: Benarkah Keluhan Mata Tegang Bikin Susah Tidur?

Sebuah studi dari tahun 2015 yang juga dilakukan di Tiongkok menunjukkan bahkan peningkatan tingkat cahaya yang sederhana di ruang kelas [dari 100 lux menjadi 500 lux] memberikan pengurangan yang signifikan dalam peningkatan Miopia dan tingkat penambahnan panjang aksial bola mata di antara siswa.

3] Aktivitas melihat dekat

Hubungan antara aktivitas melihat dekat, seperti menatap layar komputer dan layar ponsel, dengan peningkatan tingkat Mata Minus telah lama terkonfirmasi, dengan bukti-bukti kuat yang mendukung hal ini. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas melihat dekat yang berlebihan dapat meningkatkan risiko timbulnya dan berkembangnya Mata Minus. 

Sebuah penelitian tindak lanjut selama tiga tahun di Finlandia, misalnya, menemukan bahwa peningkatan waktu untuk aktivitas melihat dekat memiliki kaitan dengan perkembangan Mata Minus yang lebih cepat.

“Main gadget atau main game itu biasanya durasinya panjang, ya. Lebih dari satu jam dan merupakan kegiatan melihat dekat,” jelas dr. Ruchyta seraya melanjutkan bahwa main komputer atau main handphone dalam jangka waktu panjang bisa memperberat progresivitas Mata Minus. 

Baca juga: Katarak, Penyebab dan Gejalanya

4] Asupan nutrisi

Secara umum, asupan nutrisi yang baik dan memadai berkontribusi terhadap kesehatan yang lebih baik.Termasuk kesehatan mata. Meskipun demikian, masih sangat minim penelitian yang mendalami peran nutrisi dan pola makan dalam kemunculan dan perkembangan Mata Minus pada pada anak-anak. 

Dalam hal penyebab Mata Minus bertambah, dokter Ruchyta kembali menegaskan bahwa penyebab utama Mata Minus bukan karena kekurangan nutrisi, melainkan karena panjang bola mata itu sendiri.

“Jadi, kalau kita makan buah-buahan atau sayur-sayuran memang bagus dan memang harus dianjurkan, karena efeknya nggak cuma ke mata aja. Tetapi, juga tubuh secara keseluruhan. Harus kita konsumsi makan-makanan yang bergizi. Cuma, memang tidak banyak pengaruhnya untuk mengurangi Mata Minus,” tegas dr. Ruchyta.

Baca juga: Obat Pasien BPJS dan Umum Tak Ada Bedanya, Ini Faktanya

Agar Mata Minus berkurang dan bisa bebas dari kacamata

Kerap muncul pertanyaan, apakah Mata Minus dapat disembuhkan atau minimal dikurangi? Dan bagaimana agar Mata Minus tidak bertambah?

Seperti sama-sama kita ketahui, selama ini, kacamata digunakan untuk membantu mereka yang mengidap Mata Minus. Dalam hal ini, kacamata menjadi alat bantu untuk melihat lebih jelas. Kacamata mata yang digunakan tentu saja harus disesuaikan dengan tingkat minus yang diidap oleh masing-masing individu. 

“Kacamata itu tidak  menyembuhkan. Kacamata itu alat bantu. Jadi, setelah memakai kacamata, ya harus dipakai terus,” terang dokter Ruchyta.

Lantas, bagaimana agar tidak bertambah minusnya? Atau bagaimana kalau tidak mau pakai kacamata?

Menurut dr. Ruchyta, hal ini agak sulit. “Karena kalau kita bertambah usia, apalagi masih dalam masa pertumbuhan, maka panjang mata itu pasti dia akan lebih besar. Maka, minusnya juga nambah,” jelasnya.

Hanya, seperti telah dijelaskan di muka oleh dokter Ruchyta, pada saat usia seseorang telah 18 tahun, ukuran minusnya stabil.

Pada saat telah stabil inilah, menurut dokter Ruchyta, dapat dilakukan tindakan yang namanya prosedur LASIK, yaitu tindakan laser pada mata.

“Sehingga minusnya berkurang atau bahkan tidak perlu memakai kacamata,” paparnya. 

Apa Itu Operasi Lasik?
LASIK jadi opsi terbaik agar terbebas dari kacamata.

Baca juga: Wow! Lama Operasi LASIK Hanya Hitungan Menit  

Sahabat, demikian uraian tentang alasan penyebab Mata Minus bertambah.

Nah, bagi yang ingin mengurangi Mata Minus atau bahkan terbebas dari kacamata, kalian dapat memilih prosedur LASIK, seperti yang telah dijelaskan oleh dr. Ruchyta.

Untuk melakukan konsultasi dokter mata terkait Mata Minus, maupun gangguan mata lainnya, jangan ragu untuk menghubungi kami.

Pastikan pula untuk selalu mengikuti update informasi terkini seputar kesehatan mata berikut edukasi dan layanan kesehatannya lewat kanal medsos kami.  

Sumber: dr. Ruchyta Ranti, Sp.M

Saksikan dan simak video edukasi kesehatan mata berikut ini.

Bagikan:

Berikan Komentar