Kelopak mata anak bengkak? Jangan dianggap sepele. Mungkin saja ia terserang Selulitis Orbital. Ini adalah sejenis infeksi bakteri serius pada jaringan di sekitar mata. Selain, mempengaruhi kelopak mata, alis, dan pipi, bisa juga menyebar ke dalam soket mata (Orbit). Jika tidak tertangani, maka bisa menyebabkan kebutaan. Lantas, apa penyebabnya? Bagaimana gejalanya? Dan bagaimana cara pengobatannya?
Daftar Isi
ToggleLebih Jauh tentang Selulitis Orbital

Selulitis Orbital adalah infeksi jaringan lunak di dalam soket mata. Ini adalah kondisi serius yang, jika tanpa pengobatan, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen serta komplikasi yang mengancam jiwa.
Penyakit ini, terkadang disebut pula sebagai Selulitis Postseptal, dapat menyerang siapa saja. Namun, yang paling sering terserang yaitu anak-anak. Infeksi dapat berkembang di belakang Septum Orbital, membran tipis yang melapisi bagian depan bola mata, dan dapat menyebar ke kulit di sekitar mata dan kelopak mata.
Seperti telah disebutkan di muka, penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, yang paling umum adalah yang berasal dari struktur terdekat seperti sinus. Dengan kata lain, bakteri yang bertanggung jawab atas Selulitis Orbital sering berasal dari Sinus dan lantas menyebar ke jaringan di sekitar mata.
Baca juga:
Kerap Diabaikan, Retina Mata Rusak Perlu Penanganan
Penyebab Terjadinya Selulitis Orbital pada Anak
Penyebab paling umum adalah infeksi pada sinus (ruang udara di tengkorak) dan saluran hidung yang disebabkan oleh bakteri.
Biasanya hal tersebut ditandai dengan gejala seperti hidung tersumbat, nyeri atau tekanan pada wajah, sakit kepala, lendir berlebih dari saluran hidung mengalir ke belakang tenggorokan, dan kadang demam.
Adapun beberapa penyebab potensial lainnya yaitu mencakup beberapa hal berikut ini:
1) Trauma
Cedera atau trauma pada area di sekitar mata dapat menciptakan jalur bagi bakteri untuk masuk dan menyebabkan infeksi.
2) Operasi
Dalam kasus yang jarang terjadi, ia dapat muncul dan berkembang setelah operasi mata.
3) Penyebaran dari infeksi terdekat
Infeksi pada struktur terdekat seperti kelopak mata, wajah, atau gigi dapat menyebar ke jaringan di sekitar mata.
4) Penyebaran melalui aliran darah
Bakteri dari bagian tubuh lain dapat masuk ke dalam aliran darah dan melakukan perjalanan ke jaringan di sekitar mata, menyebabkan infeksi.
Baca juga:
Mengapa Bisa Terjadi Radang Kelopak Mata
Bagaimana Hormon Kehamilan Pengaruhi Penglihatan Ibu Hamil?
Gejala Selulitis Orbital
Gejala dapat bervariasi, dari individu ke individu. Tetapi, biasanya mencakup beberapa gejala berikut ini.
Pertama, pembengkakan dan kemerahan di sekitar mata. Disertai nyeri atau tekanan di sekitar mata yang bisa menjadi lebih buruk saat menutup atau bergerak.
Kedua, pembengkakan dan kemerahan pada kelopak mata. Selain itu, gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur atau penglihatan ganda.
Ketiga, demam dan rasa tidak enak badan. Terbatasnya gerakan mata. Keluarnya cairan atau nanah dari mata, serta sensitivitas terhadap cahaya.
Keempat, pembengkakan pada wajah atau kelopak mata yang menyebar secara progresif. Di saat yang sama, terjadi tekanan atau penonjolan bola mata keluar dari soket mata.
Nah, jika anak Anda mengalami gejala-gejala tersebut, terutama jika terdapat pembengkakan atau kemerahan yang signifikan di sekitar mata, penting untuk segera melakukan konsultasi dokter mata untuk mendapatkan evaluasi dan perawatan lebih lanjut.
Baca juga:
Mata Memar, Apakah Raccon Eyes yang Perlu Diwaspadai
Cara Pengobatan
Terapi atau pengobatan umumnya melibatkan pendekatan yang komprehensif dan seringkali memerlukan perawatan medis yang intensif.
Berikut adalah beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan bagi Selulitis Orbital.
1) Antibiotik
Pengobatan antibiotik adalah langkah pertama dan utama dalam mengatasi penyakit ini. Antibiotik biasanya diberikan secara intravena untuk memastikan penyerapan yang cepat dan efektif.
2) Pemantauan medis
Pasien dengan Selulitis Orbital sering kali memerlukan pemantauan ketat oleh tim medis untuk memastikan respons yang memadai terhadap pengobatan dan untuk memantau perkembangan infeksi.
3) Drainase abses
Jika terbentuk abses (kumpulan nanah) di dalam jaringan di sekitar mata, prosedur drainase bedah mungkin diperlukan untuk mengeluarkan nanah untuk mempercepat proses penyembuhan.
4) Terapi suportif
Ini termasuk penggunaan analgesik (obat penghilang rasa sakit) untuk mengurangi nyeri, kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan, dan istirahat yang cukup untuk memungkinkan tubuh beristirahat dan mempercepat proses pemulihan.

5) Penanganan komplikasi
Jika terjadi komplikasi seperti penyebaran infeksi ke bagian struktur lain atau terganggunya fungsi mata, penanganan khusus mungkin diperlukan, termasuk intervensi bedah.
6) Pengobatan penyebabnya
Jika Selulitis Orbital disebabkan oleh kondisi seperti Sinusitis, pengobatan untuk penyebabnya juga akan diberikan untuk mencegah kambuhnya infeksi.
Pengobatannya sendiri harus selalu dilakukan di bawah pengawasan dan panduan dokter mata.
Maka, segera lakukan konsultasi dokter mata jika Anda mencurigai adanya Selulitis Orbital atau mengalami gejala-gejala yang mungkin terkait dengan penyakit ini.
Bagi Anda yang memiliki keluhan mata atau mengalami gangguan mata, jangan sungkan untuk segera menghubungi kami.
Simak dan ikuti terus kanal-kanal medsos kami untuk update informasi dan edukasi kesehatan mata.



